Friday, November 6, 2015

Sejarah Musik Dunia

Visit Pusat Bet



    Musik berasal dari kata muse(s) yang merupakan para dewi yang melambangkan seni dalam mitologi Yunani. Mereka dianggap sebagai sumber ilmu pengetahuan dan inspirasi seni. Pada awalnya, versi Boeotians menyebutkan hanya ada tiga orang Muse dan mereka tinggal di Gunung Helicon, mereka adalah: Aoide (lagu), Melete (meditasi), Mneme (memori). Tetapi menurut versi yang lebih populer mengatakan bahwa mereka ada sembilan. Muses merupakan anak-anak dari Zeus dan Mnemosyne. Muse lahir setelah Zeus mengawini Mnemosyne selama sembilan hari berturut-turut, mereka lahir dan tinggal di sekitar Peiria.  Setiap muse memiliki spesialisasi masing-masing, yaitu: Calliope (puisi kepahlawanan), Klaio (sejarah), Erato (puisi cinta), Euterpe (sajak), Melpomene (tragedi), Polyhymnia (puisi suci), Terpsichore (paduan suara dan tarian), Thaleia (komedi), Urania (astronomi). Mereka biasa terlihat mengelilingi Apollo, dewa musik di Olympus.  Perkembangan Musik  Musik telah mengalami perjalanan yang sangat panjang. Pada awalnya musik merupkan media penyembahan kepada dewa-dewa. Namun seiring perkembangan zaman, maka definisi musik juga mengalami perkembangan yang bermacam-macam, tergantung dari sejarah, budaya serta tempat tinggal individu tersebut. Dalam tulisan ini, saya membagi sejarah musik dunia menjadi 10 bagian, yaitu :  1. Zaman Purbakala  2. Bangsa Asia dan Timur  3. Yunani Kuno  4. Zaman Abad Pertengahan  5. Musik Beberapa Suara  6. Zaman Renaissance  7. Zaman Barok dan Rokoko  8. Zaman Classic  9. Zaman Romantik  10. Peralihan Menuju Zaman Modern  Definisi Musik   Definisi musik yang berkembang hingga masa sekarang, antara lain:  •Bunyi atau kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indra pendengaran.  •Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.  •Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang/kumpulan dan disajikan sebagai musik.  •Beberapa orang menganggap musik sama sekali tidak berwujud.  Definisi musik mungkin saja berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Hal tersebut disebabkan karena perbedaan sudut pandang, budaya, tujuan dan latar belakang yang berbeda-beda.  1. Zaman Purbakala  Sejarah musik sudah dimulai dari zaman purbakala, meskipun kita tidak memiliki sumber informasi yang cukup. Pada zaman purbakala atau lazim juga disebut musik primitif ini musik tidak memiliki tujuan tersendiri, seperti yang terjadi di Amerika dan Afrika. Fungsinya hanyalah sebagai alat saja, media atau bahan dalam ritual magis mereka.  Magis pada musik itu mereka tinjau dari tiga segi, yaitu:  •Segi irama, tekanan-tekanan diberi dengan genderang atau bongo.  •Segi pengulangan beberapa kali, menurut aturan yang berlaku dapat diketahui beberapa kali      pengulangan diperbolehkan.  • Segi permainan sebagaimana semestinya, cara-cara diatur dan dikhususkan untuk fungsi magis.  Ketiga sifat ini terkandung dalam nyanyian dan tari mereka yang dilakukan dengan cermat. Beberapa tarian padri di pulau Nias, Bali, Afrika atau Amerika membuktikan hal ini. ezon7.blogspot.com  Musik primitif nantinya akan diikuti oleh musik kuno yang tersebar di sebagian besar Eropa pada 1500 SM dan kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia, meskipun di beberapa belahan dunia sudah memiliki musik sendiri.    Perkembangan tersebut juga dipengaruhi oleh adanya sosialisasi yang terjadi pada suatu daerah dengan daerah lain, penerimaan masyarakat terhadap musik tertentu, dominasi peradaban dan kekuasaan kelompok-kelompok masyarakat/suku tertentu yang mempengaruhi perjalanan bentuk dan aliran musik tersebut.  Pembahasan mengenai sejarah musik pada zaman pra sejarah akan saya bahas tersendiri pada posting berikutnya.  Bangsa Tiongkok memiliki catatan tentang musik dari orang-orang Tiongkok purba. Ada 482 buku karangan mereka yang masih tersimpan. Mereka menggunakan tangga nada pentatonis, yaitu tangga nada yang terdiri dari lima nada: F, G, A, C, D.  Kurang lebih tahun 1200 SM, tangga nada pentatonis tersebut ditambahkan dua nada lagi, yaitu nada B dan E. menurut teori mereka, satu oktaf dibagi atas 12 nada – hal ini sudah mereka temukan kurang-lebih sejak 2700 tahun sebelum Masehi – yang berarti lingkaran Kwin telah mereka ketahui jauh sebelum Pythagoras (550 SM).  Instrumen yang mereka gunakan adalah: king dan gitar sebagai instrumen bertali; disusul kemudian genderang dan alat-alat musik pukul.  Mesir  Tidak ada catatan peninggalan dari zaman Mesir purba. Namun dari peninggalan relief, pahatan serta hiasan dinding menunjukkan bahwa mereka sudah banyak menggunakan musik. Terdapat banyak gambaran serunai, suling serta instrumen bertali seperti lauto dan harp.  India  Napa primer orang Hindi ada 7 buah nada. Mereka membagi tangga nada mereka menjadi 22 bagian yang berbeda dalam satu oktaf. Mereka menggunakan 32 tangga nada turunan, dari tangga nada yang bermula dari A. Oleh karena itu, musik India kuno sudah lebih maju bila dibandingkan Tiongkok purba.  Ritual keagamaan merupakan satu-satunya sifat musik India. Alat musik mereka adalah alat musik petik, vina dan tambur. Para penyanyi memukul vina dan tambura sambil bernyanyi. Prinsip paduan suara primitif juga sudah mereka kenal.  Jawa, Sunda, Bali, Batak dan daerah lain di Indonesia  Gamelan Jawa adalah orkes besar dengan perkusi sebagai instrumen primernya. Prinsip ini juga nampak pada gamelan Sunda, Bali dsb.  Gamelan  Prinsip perkusi ini juga terdapat pada gondang Batak, Nias, Karo Simelungun dan ang menyerupainya di seluruh kepulauan Sumatra atau kepulauan lain di Indonesia.  Prinsip beberapa suara dalam gondang atau gamelan terdapat dalam beberapa variasi, dimana terdapat banyak improvisasi spontan dalam batasan-batasan tertentu. Setiap pemusik memberi variasi irama dan melodi yang masuk pada tema. ezon7.blogspot.com  Ditinjau dari segi irama dan warna musik, maka musik Bali dan Jawa telah memiliki klasifikasi dan mutu yang tinggi. Gong dan gamelan juga belakangan ini ditemukan digunakan dalam orkes tertentu di Eropa.  Arab  Interval nada pada musik Arab sudah mencapai pembagian yang halus dalam satu oktafnya. Hanya saja musik Arab tidak setua musik Hindu/India, kira-kira pada tahun 600 SM. Instrumen mereka yang banyak digunakan adalah: lauto, rebab (yang bisa disebut sebagai pendahulu violin pada masa kini), mandolin, psalterium (pendahulu piano).  Palestina  Bangsa Israel sudah lama mencintai musik dan nyanyian. Samuel, sekitar tahun 1075 SM sudah memiliki sekolah pengetahuan musik dan nyanyi, tujuannya untuk menambah kerohanian para calon pemuka agama tersebut.  Instrumen mereka waktu itu adalah: terompet, bosaun, harp dan instrumen pukul. Tulisan musik juga sudah mereka kenal, yaitu tulisan musik neginot.   3. Yunani Kuno  Alat-alat Musik Dari Jaman Yunani Kuno  Bangsa Yunani dapat disebut bangsa pemilik musik kuno terpenting. Bangsa Yunani kuno juga terkenal dengan musik. Bangsa Yunani kuno menggunakan musik untuk keperluan ritual kepercayaan. Lima abad sebelum Masehi, musik Yunani yang tergolong etnis-religius ini bagi mereka sangat tinggi kedudukannya. Musik, puisi dan tarian berhubungan dengan erat.  Para ahli musik pada zaman itu adalah: Aischylos (525 – 456), Sophocles (496 – 406), Pythagoras (sekitar 550), Aristoteles (384 – 322) dan Aristoxenos (sekitar 325).  Langsung aja nih, bagian II berisi sejarah musik dari abad pertengahan – jaman barok dan Rokoko yang terdiri dari:  · Abad pertengahan  · Musik Beberapa Suara  · Zaman Renaissance  · Zaman Barok dan Zaman Rokoko

Musik berasal dari kata muse(s) yang merupakan para dewi yang melambangkan seni dalam mitologi Yunani. Mereka dianggap sebagai sumber ilmu pengetahuan dan inspirasi seni.
Pada awalnya, versi Boeotians menyebutkan hanya ada tiga orang Muse dan mereka tinggal di Gunung Helicon, mereka adalah: Aoide (lagu), Melete (meditasi), Mneme (memori). Tetapi menurut versi yang lebih populer mengatakan bahwa mereka ada sembilan. Muses merupakan anak-anak dari Zeus dan Mnemosyne. Muse lahir setelah Zeus mengawini Mnemosyne selama sembilan hari berturut-turut, mereka lahir dan tinggal di sekitar Peiria.

Setiap muse memiliki spesialisasi masing-masing, yaitu: Calliope (puisi kepahlawanan), Klaio (sejarah), Erato (puisi cinta), Euterpe (sajak), Melpomene (tragedi), Polyhymnia (puisi suci), Terpsichore (paduan suara dan tarian), Thaleia (komedi), Urania (astronomi). Mereka biasa terlihat mengelilingi Apollo, dewa musik di Olympus.

Perkembangan Musik

Musik telah mengalami perjalanan yang sangat panjang. Pada awalnya musik merupkan media penyembahan kepada dewa-dewa. Namun seiring perkembangan zaman, maka definisi musik juga mengalami perkembangan yang bermacam-macam, tergantung dari sejarah, budaya serta tempat tinggal individu tersebut. Dalam tulisan ini, saya membagi sejarah musik dunia menjadi 10 bagian, yaitu :

1. Zaman Purbakala

2. Bangsa Asia dan Timur

3. Yunani Kuno

4. Zaman Abad Pertengahan

5. Musik Beberapa Suara

6. Zaman Renaissance

7. Zaman Barok dan Rokoko

8. Zaman Classic

9. Zaman Romantik

10. Peralihan Menuju Zaman Modern

Definisi Musik


Definisi musik yang berkembang hingga masa sekarang, antara lain:

•Bunyi atau kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indra pendengaran.

•Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.

•Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang/kumpulan dan disajikan sebagai musik.

•Beberapa orang menganggap musik sama sekali tidak berwujud.

Definisi musik mungkin saja berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Hal tersebut disebabkan karena perbedaan sudut pandang, budaya, tujuan dan latar belakang yang berbeda-beda.

1. Zaman Purbakala

Sejarah musik sudah dimulai dari zaman purbakala, meskipun kita tidak memiliki sumber informasi yang cukup. Pada zaman purbakala atau lazim juga disebut musik primitif ini musik tidak memiliki tujuan tersendiri, seperti yang terjadi di Amerika dan Afrika. Fungsinya hanyalah sebagai alat saja, media atau bahan dalam ritual magis mereka.

Magis pada musik itu mereka tinjau dari tiga segi, yaitu:

•Segi irama, tekanan-tekanan diberi dengan genderang atau bongo.

•Segi pengulangan beberapa kali, menurut aturan yang berlaku dapat diketahui beberapa kali      pengulangan diperbolehkan.

• Segi permainan sebagaimana semestinya, cara-cara diatur dan dikhususkan untuk fungsi magis.

Ketiga sifat ini terkandung dalam nyanyian dan tari mereka yang dilakukan dengan cermat. Beberapa tarian padri di pulau Nias, Bali, Afrika atau Amerika membuktikan hal ini. ezon7.blogspot.com

Musik primitif nantinya akan diikuti oleh musik kuno yang tersebar di sebagian besar Eropa pada 1500 SM dan kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia, meskipun di beberapa belahan dunia sudah memiliki musik sendiri.

    Musik berasal dari kata muse(s) yang merupakan para dewi yang melambangkan seni dalam mitologi Yunani. Mereka dianggap sebagai sumber ilmu pengetahuan dan inspirasi seni. Pada awalnya, versi Boeotians menyebutkan hanya ada tiga orang Muse dan mereka tinggal di Gunung Helicon, mereka adalah: Aoide (lagu), Melete (meditasi), Mneme (memori). Tetapi menurut versi yang lebih populer mengatakan bahwa mereka ada sembilan. Muses merupakan anak-anak dari Zeus dan Mnemosyne. Muse lahir setelah Zeus mengawini Mnemosyne selama sembilan hari berturut-turut, mereka lahir dan tinggal di sekitar Peiria.  Setiap muse memiliki spesialisasi masing-masing, yaitu: Calliope (puisi kepahlawanan), Klaio (sejarah), Erato (puisi cinta), Euterpe (sajak), Melpomene (tragedi), Polyhymnia (puisi suci), Terpsichore (paduan suara dan tarian), Thaleia (komedi), Urania (astronomi). Mereka biasa terlihat mengelilingi Apollo, dewa musik di Olympus.  Perkembangan Musik  Musik telah mengalami perjalanan yang sangat panjang. Pada awalnya musik merupkan media penyembahan kepada dewa-dewa. Namun seiring perkembangan zaman, maka definisi musik juga mengalami perkembangan yang bermacam-macam, tergantung dari sejarah, budaya serta tempat tinggal individu tersebut. Dalam tulisan ini, saya membagi sejarah musik dunia menjadi 10 bagian, yaitu :  1. Zaman Purbakala  2. Bangsa Asia dan Timur  3. Yunani Kuno  4. Zaman Abad Pertengahan  5. Musik Beberapa Suara  6. Zaman Renaissance  7. Zaman Barok dan Rokoko  8. Zaman Classic  9. Zaman Romantik  10. Peralihan Menuju Zaman Modern  Definisi Musik   Definisi musik yang berkembang hingga masa sekarang, antara lain:  •Bunyi atau kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indra pendengaran.  •Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.  •Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang/kumpulan dan disajikan sebagai musik.  •Beberapa orang menganggap musik sama sekali tidak berwujud.  Definisi musik mungkin saja berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Hal tersebut disebabkan karena perbedaan sudut pandang, budaya, tujuan dan latar belakang yang berbeda-beda.  1. Zaman Purbakala  Sejarah musik sudah dimulai dari zaman purbakala, meskipun kita tidak memiliki sumber informasi yang cukup. Pada zaman purbakala atau lazim juga disebut musik primitif ini musik tidak memiliki tujuan tersendiri, seperti yang terjadi di Amerika dan Afrika. Fungsinya hanyalah sebagai alat saja, media atau bahan dalam ritual magis mereka.  Magis pada musik itu mereka tinjau dari tiga segi, yaitu:  •Segi irama, tekanan-tekanan diberi dengan genderang atau bongo.  •Segi pengulangan beberapa kali, menurut aturan yang berlaku dapat diketahui beberapa kali      pengulangan diperbolehkan.  • Segi permainan sebagaimana semestinya, cara-cara diatur dan dikhususkan untuk fungsi magis.  Ketiga sifat ini terkandung dalam nyanyian dan tari mereka yang dilakukan dengan cermat. Beberapa tarian padri di pulau Nias, Bali, Afrika atau Amerika membuktikan hal ini. ezon7.blogspot.com  Musik primitif nantinya akan diikuti oleh musik kuno yang tersebar di sebagian besar Eropa pada 1500 SM dan kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia, meskipun di beberapa belahan dunia sudah memiliki musik sendiri.    Perkembangan tersebut juga dipengaruhi oleh adanya sosialisasi yang terjadi pada suatu daerah dengan daerah lain, penerimaan masyarakat terhadap musik tertentu, dominasi peradaban dan kekuasaan kelompok-kelompok masyarakat/suku tertentu yang mempengaruhi perjalanan bentuk dan aliran musik tersebut.  Pembahasan mengenai sejarah musik pada zaman pra sejarah akan saya bahas tersendiri pada posting berikutnya.  Bangsa Tiongkok memiliki catatan tentang musik dari orang-orang Tiongkok purba. Ada 482 buku karangan mereka yang masih tersimpan. Mereka menggunakan tangga nada pentatonis, yaitu tangga nada yang terdiri dari lima nada: F, G, A, C, D.  Kurang lebih tahun 1200 SM, tangga nada pentatonis tersebut ditambahkan dua nada lagi, yaitu nada B dan E. menurut teori mereka, satu oktaf dibagi atas 12 nada – hal ini sudah mereka temukan kurang-lebih sejak 2700 tahun sebelum Masehi – yang berarti lingkaran Kwin telah mereka ketahui jauh sebelum Pythagoras (550 SM).  Instrumen yang mereka gunakan adalah: king dan gitar sebagai instrumen bertali; disusul kemudian genderang dan alat-alat musik pukul.  Mesir  Tidak ada catatan peninggalan dari zaman Mesir purba. Namun dari peninggalan relief, pahatan serta hiasan dinding menunjukkan bahwa mereka sudah banyak menggunakan musik. Terdapat banyak gambaran serunai, suling serta instrumen bertali seperti lauto dan harp.  India  Napa primer orang Hindi ada 7 buah nada. Mereka membagi tangga nada mereka menjadi 22 bagian yang berbeda dalam satu oktaf. Mereka menggunakan 32 tangga nada turunan, dari tangga nada yang bermula dari A. Oleh karena itu, musik India kuno sudah lebih maju bila dibandingkan Tiongkok purba.  Ritual keagamaan merupakan satu-satunya sifat musik India. Alat musik mereka adalah alat musik petik, vina dan tambur. Para penyanyi memukul vina dan tambura sambil bernyanyi. Prinsip paduan suara primitif juga sudah mereka kenal.  Jawa, Sunda, Bali, Batak dan daerah lain di Indonesia  Gamelan Jawa adalah orkes besar dengan perkusi sebagai instrumen primernya. Prinsip ini juga nampak pada gamelan Sunda, Bali dsb.  Gamelan  Prinsip perkusi ini juga terdapat pada gondang Batak, Nias, Karo Simelungun dan ang menyerupainya di seluruh kepulauan Sumatra atau kepulauan lain di Indonesia.  Prinsip beberapa suara dalam gondang atau gamelan terdapat dalam beberapa variasi, dimana terdapat banyak improvisasi spontan dalam batasan-batasan tertentu. Setiap pemusik memberi variasi irama dan melodi yang masuk pada tema. ezon7.blogspot.com  Ditinjau dari segi irama dan warna musik, maka musik Bali dan Jawa telah memiliki klasifikasi dan mutu yang tinggi. Gong dan gamelan juga belakangan ini ditemukan digunakan dalam orkes tertentu di Eropa.  Arab  Interval nada pada musik Arab sudah mencapai pembagian yang halus dalam satu oktafnya. Hanya saja musik Arab tidak setua musik Hindu/India, kira-kira pada tahun 600 SM. Instrumen mereka yang banyak digunakan adalah: lauto, rebab (yang bisa disebut sebagai pendahulu violin pada masa kini), mandolin, psalterium (pendahulu piano).  Palestina  Bangsa Israel sudah lama mencintai musik dan nyanyian. Samuel, sekitar tahun 1075 SM sudah memiliki sekolah pengetahuan musik dan nyanyi, tujuannya untuk menambah kerohanian para calon pemuka agama tersebut.  Instrumen mereka waktu itu adalah: terompet, bosaun, harp dan instrumen pukul. Tulisan musik juga sudah mereka kenal, yaitu tulisan musik neginot.   3. Yunani Kuno  Alat-alat Musik Dari Jaman Yunani Kuno  Bangsa Yunani dapat disebut bangsa pemilik musik kuno terpenting. Bangsa Yunani kuno juga terkenal dengan musik. Bangsa Yunani kuno menggunakan musik untuk keperluan ritual kepercayaan. Lima abad sebelum Masehi, musik Yunani yang tergolong etnis-religius ini bagi mereka sangat tinggi kedudukannya. Musik, puisi dan tarian berhubungan dengan erat.  Para ahli musik pada zaman itu adalah: Aischylos (525 – 456), Sophocles (496 – 406), Pythagoras (sekitar 550), Aristoteles (384 – 322) dan Aristoxenos (sekitar 325).  Langsung aja nih, bagian II berisi sejarah musik dari abad pertengahan – jaman barok dan Rokoko yang terdiri dari:  · Abad pertengahan  · Musik Beberapa Suara  · Zaman Renaissance  · Zaman Barok dan Zaman Rokoko

Perkembangan tersebut juga dipengaruhi oleh adanya sosialisasi yang terjadi pada suatu daerah dengan daerah lain, penerimaan masyarakat terhadap musik tertentu, dominasi peradaban dan kekuasaan kelompok-kelompok masyarakat/suku tertentu yang mempengaruhi perjalanan bentuk dan aliran musik tersebut.

Pembahasan mengenai sejarah musik pada zaman pra sejarah akan saya bahas tersendiri pada posting berikutnya.

Bangsa Tiongkok memiliki catatan tentang musik dari orang-orang Tiongkok purba. Ada 482 buku karangan mereka yang masih tersimpan. Mereka menggunakan tangga nada pentatonis, yaitu tangga nada yang terdiri dari lima nada: F, G, A, C, D.

Kurang lebih tahun 1200 SM, tangga nada pentatonis tersebut ditambahkan dua nada lagi, yaitu nada B dan E. menurut teori mereka, satu oktaf dibagi atas 12 nada – hal ini sudah mereka temukan kurang-lebih sejak 2700 tahun sebelum Masehi – yang berarti lingkaran Kwin telah mereka ketahui jauh sebelum Pythagoras (550 SM).

Instrumen yang mereka gunakan adalah: king dan gitar sebagai instrumen bertali; disusul kemudian genderang dan alat-alat musik pukul.

Mesir

Tidak ada catatan peninggalan dari zaman Mesir purba. Namun dari peninggalan relief, pahatan serta hiasan dinding menunjukkan bahwa mereka sudah banyak menggunakan musik. Terdapat banyak gambaran serunai, suling serta instrumen bertali seperti lauto dan harp.

India

Napa primer orang Hindi ada 7 buah nada. Mereka membagi tangga nada mereka menjadi 22 bagian yang berbeda dalam satu oktaf. Mereka menggunakan 32 tangga nada turunan, dari tangga nada yang bermula dari A. Oleh karena itu, musik India kuno sudah lebih maju bila dibandingkan Tiongkok purba.

Ritual keagamaan merupakan satu-satunya sifat musik India. Alat musik mereka adalah alat musik petik, vina dan tambur. Para penyanyi memukul vina dan tambura sambil bernyanyi. Prinsip paduan suara primitif juga sudah mereka kenal.

Jawa, Sunda, Bali, Batak dan daerah lain di Indonesia

Gamelan Jawa adalah orkes besar dengan perkusi sebagai instrumen primernya. Prinsip ini juga nampak pada gamelan Sunda, Bali dsb.

Gamelan

Prinsip perkusi ini juga terdapat pada gondang Batak, Nias, Karo Simelungun dan ang menyerupainya di seluruh kepulauan Sumatra atau kepulauan lain di Indonesia.

Prinsip beberapa suara dalam gondang atau gamelan terdapat dalam beberapa variasi, dimana terdapat banyak improvisasi spontan dalam batasan-batasan tertentu. Setiap pemusik memberi variasi irama dan melodi yang masuk pada tema. ezon7.blogspot.com

Ditinjau dari segi irama dan warna musik, maka musik Bali dan Jawa telah memiliki klasifikasi dan mutu yang tinggi. Gong dan gamelan juga belakangan ini ditemukan digunakan dalam orkes tertentu di Eropa.

Arab

Interval nada pada musik Arab sudah mencapai pembagian yang halus dalam satu oktafnya. Hanya saja musik Arab tidak setua musik Hindu/India, kira-kira pada tahun 600 SM. Instrumen mereka yang banyak digunakan adalah: lauto, rebab (yang bisa disebut sebagai pendahulu violin pada masa kini), mandolin, psalterium (pendahulu piano).

Palestina

Bangsa Israel sudah lama mencintai musik dan nyanyian. Samuel, sekitar tahun 1075 SM sudah memiliki sekolah pengetahuan musik dan nyanyi, tujuannya untuk menambah kerohanian para calon pemuka agama tersebut.

Instrumen mereka waktu itu adalah: terompet, bosaun, harp dan instrumen pukul. Tulisan musik juga sudah mereka kenal, yaitu tulisan musik neginot.


3. Yunani Kuno

Alat-alat Musik Dari Jaman Yunani Kuno

Bangsa Yunani dapat disebut bangsa pemilik musik kuno terpenting. Bangsa Yunani kuno juga terkenal dengan musik. Bangsa Yunani kuno menggunakan musik untuk keperluan ritual kepercayaan. Lima abad sebelum Masehi, musik Yunani yang tergolong etnis-religius ini bagi mereka sangat tinggi kedudukannya. Musik, puisi dan tarian berhubungan dengan erat.

Para ahli musik pada zaman itu adalah: Aischylos (525 – 456), Sophocles (496 – 406), Pythagoras (sekitar 550), Aristoteles (384 – 322) dan Aristoxenos (sekitar 325).

Langsung aja nih, bagian II berisi sejarah musik dari abad pertengahan – jaman barok dan Rokoko yang terdiri dari:

· Abad pertengahan

· Musik Beberapa Suara

· Zaman Renaissance

· Zaman Barok dan Zaman Rokoko


4. Abad Pertengahan


Disini adalah zaman antara akhir kerajaan Roma (476) dan zaman munjulnya New Age, seperti penemuan pencetakan (1450), penemuan benuan Amerika (1492) dan masa Reformasi Keagamaan Kristen (1572)

Musik dunia mengalami perubahan yang besar pada zaman ini. Sebelum abad ini, musik hanya bersuara tunggal, namun selama abad pertengahan bertambah menjadi beberapa suara.

Musik Liturgi bersuara Satu

Musik Gregorian adalah musik yang utama. Musik orang Kristen ini pertama-tama disempurnakan pada saat pemerintahan Paus Gregorius Besar (592 – 604). Sebelumnya musik ini telah mendapat perhatian khusus oleh Ambrosius yang wafat pada tahun 397. penyempurnaan musik yang dilakuakan pada zaman ini adalah tentang pembaruan dan perluasan.

Asal mula dari musik ini berasal dari bangsa Yahudi. Banyak melodi Gregorian sama dengan nyanyian Sinagog lama. Sebelumnya, banyak yang mengira bahwa musik Gregorian adalah musik yang berasal dari Yunani. Puncak utama musik Gregorian adalah Mis, yang berarti pengorbanan Isa Almasih.

Mis adalah suatu ciptaan musik yang terbagi menjadi lima bagian, yaitu: 1.Kyrie; 2.Grloria; 3.Credo; 4.Sanktus Benediktus; 5.Agnus Dei. Kelima bagian ini diberi nama sesuai dengan pengucapan kata pertamanya.

Musik Sekuler Bersuara Satu

Musik duniawi/sekuler juga berkembang pada zaman ini, khususnya nyanyian. Pada saat itu nyanyian yang paling berkembang adalah nyanyian kepahlawanan, nyanyian percintaan, dan nyanyian minum-minum.

Nyanyian ini biasanya dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi keliling. Di Perancis ada Troubador (Guillaume de Poitiers 1071 – 1127) dan Trouvere (Adam de la Halle meninggal pada 1287). Di Jerman ada pada Minnesanger (Wather von der Vogel weide, sekitar tahun 1225) dan sesudahnya para Meistersinger (Hans Sachs meninggal 1571).

Kemungkinan besar nyanyian beberapa suara ini berasal dari Normandia. Pada masa perantauan mereka merampok dan menyamun di seluruh Eropa Barat, pada saat itu pula mereka menyebarkan kesenian. Sehingga nyanyian beberapa suara ini dikenal milik Eropa Barat.

Organum parallel merupakan cara tertua bagi musik ini, yaitu mengiringi melodi Gregorian pada nada kwartz bawahan dan pada oktaf nadanya, jadi pada kwin atas.

Musik beberapa suara tersebut memiliki beberapa perkembangan, antara lain: motet, kanon dan madrigal. Dalam motet, dinyanyikan beberapa macam naskah kata-kata sekali nyanyi. Kanon, naskah dinyanyikan sama seperti motet tapi insetnya sudah mulai berurutan. Pada Madrigal, biasanya dikomposisikan bersuara empat atau lima. ezon7.blogspot.com

Komponis utama pada abad pertengahan adalah Perluigi da Palestrina (1526 – 1594). Dia menciptakan 93 Mis, komposisinya yang terbaik adalah yang tergolong liturgi.

Zaman Renaissance

Renaissance memiliki arti lahir kembali. Pada zaman ini manusia dianggap lahir kembali, individu melepaskan diri dari belenggu kolektifitas dan menjadi pribadi yang mencari corak sendiri. Zaman Reanaissance ini dimulai setelah Abad Pertengahan.

Musik mengalami perkembangan yang penting pada zaman renaissance, yaitu: 1.Pertumbuhan musik duniawi; 2.Pertumbuhan musik instrumental; 3.Pertumbuhan Opera; 4.Pertumbuhan musik gereja Protestan.

Pada zaman ini, perhatian terhadap musik rohani mengalami kemerosotan. Sebaliknya, musik duniawi senantiasa berkembang. Hal tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan musik instrumental yang berkembang pesat. Musik instumental sudah memiliki kelasnya tersendiri, pada zaman ini tidak hanya berfungsi sebagai pengiring saja. Sebut saja para komponis Andrea Gabrieli (1510 0 1586); Giovanni Gabrieli (1557 – 1612).

Instrumen orgel mendapat perhatian besar pada zaman ini, khususnya di Italia dan Jerman. Lain lagi di Inggris, pendahulu piano yaitu virginal-lah yang mendapat perhatian lebih.

Para komponis penting dari zaman ini adalah: bangsa Italia ada Frescobaldi (1583 – 1644), bangsa Jerman ada Scheidt (1587 - 1654) dan Scheidemann (1595 – 1663), Bull berasal dari Inggris (1563 – 1628), sedangkan Sweelinck yang berasal dari Belanda (1562 – 1621).

Karena menurunnya musik kegerejaan, orang-orang mencoba mencari penggantinya. Lalu mereka teringat pada kesenian Yunani yang biasanya bercerita menyedihkan yaitu tragedi. Lalu dipertunjukanlah tragedi ini dengan selingan musik, selanjutnya nyanyian yang dipakau di seluruh pertunjukan tersebut yang dinyanyikan oleh solois dan koor besar.

    Musik berasal dari kata muse(s) yang merupakan para dewi yang melambangkan seni dalam mitologi Yunani. Mereka dianggap sebagai sumber ilmu pengetahuan dan inspirasi seni. Pada awalnya, versi Boeotians menyebutkan hanya ada tiga orang Muse dan mereka tinggal di Gunung Helicon, mereka adalah: Aoide (lagu), Melete (meditasi), Mneme (memori). Tetapi menurut versi yang lebih populer mengatakan bahwa mereka ada sembilan. Muses merupakan anak-anak dari Zeus dan Mnemosyne. Muse lahir setelah Zeus mengawini Mnemosyne selama sembilan hari berturut-turut, mereka lahir dan tinggal di sekitar Peiria.  Setiap muse memiliki spesialisasi masing-masing, yaitu: Calliope (puisi kepahlawanan), Klaio (sejarah), Erato (puisi cinta), Euterpe (sajak), Melpomene (tragedi), Polyhymnia (puisi suci), Terpsichore (paduan suara dan tarian), Thaleia (komedi), Urania (astronomi). Mereka biasa terlihat mengelilingi Apollo, dewa musik di Olympus.  Perkembangan Musik  Musik telah mengalami perjalanan yang sangat panjang. Pada awalnya musik merupkan media penyembahan kepada dewa-dewa. Namun seiring perkembangan zaman, maka definisi musik juga mengalami perkembangan yang bermacam-macam, tergantung dari sejarah, budaya serta tempat tinggal individu tersebut. Dalam tulisan ini, saya membagi sejarah musik dunia menjadi 10 bagian, yaitu :  1. Zaman Purbakala  2. Bangsa Asia dan Timur  3. Yunani Kuno  4. Zaman Abad Pertengahan  5. Musik Beberapa Suara  6. Zaman Renaissance  7. Zaman Barok dan Rokoko  8. Zaman Classic  9. Zaman Romantik  10. Peralihan Menuju Zaman Modern  Definisi Musik   Definisi musik yang berkembang hingga masa sekarang, antara lain:  •Bunyi atau kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indra pendengaran.  •Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.  •Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang/kumpulan dan disajikan sebagai musik.  •Beberapa orang menganggap musik sama sekali tidak berwujud.  Definisi musik mungkin saja berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Hal tersebut disebabkan karena perbedaan sudut pandang, budaya, tujuan dan latar belakang yang berbeda-beda.  1. Zaman Purbakala  Sejarah musik sudah dimulai dari zaman purbakala, meskipun kita tidak memiliki sumber informasi yang cukup. Pada zaman purbakala atau lazim juga disebut musik primitif ini musik tidak memiliki tujuan tersendiri, seperti yang terjadi di Amerika dan Afrika. Fungsinya hanyalah sebagai alat saja, media atau bahan dalam ritual magis mereka.  Magis pada musik itu mereka tinjau dari tiga segi, yaitu:  •Segi irama, tekanan-tekanan diberi dengan genderang atau bongo.  •Segi pengulangan beberapa kali, menurut aturan yang berlaku dapat diketahui beberapa kali      pengulangan diperbolehkan.  • Segi permainan sebagaimana semestinya, cara-cara diatur dan dikhususkan untuk fungsi magis.  Ketiga sifat ini terkandung dalam nyanyian dan tari mereka yang dilakukan dengan cermat. Beberapa tarian padri di pulau Nias, Bali, Afrika atau Amerika membuktikan hal ini. ezon7.blogspot.com  Musik primitif nantinya akan diikuti oleh musik kuno yang tersebar di sebagian besar Eropa pada 1500 SM dan kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia, meskipun di beberapa belahan dunia sudah memiliki musik sendiri.    Perkembangan tersebut juga dipengaruhi oleh adanya sosialisasi yang terjadi pada suatu daerah dengan daerah lain, penerimaan masyarakat terhadap musik tertentu, dominasi peradaban dan kekuasaan kelompok-kelompok masyarakat/suku tertentu yang mempengaruhi perjalanan bentuk dan aliran musik tersebut.  Pembahasan mengenai sejarah musik pada zaman pra sejarah akan saya bahas tersendiri pada posting berikutnya.  Bangsa Tiongkok memiliki catatan tentang musik dari orang-orang Tiongkok purba. Ada 482 buku karangan mereka yang masih tersimpan. Mereka menggunakan tangga nada pentatonis, yaitu tangga nada yang terdiri dari lima nada: F, G, A, C, D.  Kurang lebih tahun 1200 SM, tangga nada pentatonis tersebut ditambahkan dua nada lagi, yaitu nada B dan E. menurut teori mereka, satu oktaf dibagi atas 12 nada – hal ini sudah mereka temukan kurang-lebih sejak 2700 tahun sebelum Masehi – yang berarti lingkaran Kwin telah mereka ketahui jauh sebelum Pythagoras (550 SM).  Instrumen yang mereka gunakan adalah: king dan gitar sebagai instrumen bertali; disusul kemudian genderang dan alat-alat musik pukul.  Mesir  Tidak ada catatan peninggalan dari zaman Mesir purba. Namun dari peninggalan relief, pahatan serta hiasan dinding menunjukkan bahwa mereka sudah banyak menggunakan musik. Terdapat banyak gambaran serunai, suling serta instrumen bertali seperti lauto dan harp.  India  Napa primer orang Hindi ada 7 buah nada. Mereka membagi tangga nada mereka menjadi 22 bagian yang berbeda dalam satu oktaf. Mereka menggunakan 32 tangga nada turunan, dari tangga nada yang bermula dari A. Oleh karena itu, musik India kuno sudah lebih maju bila dibandingkan Tiongkok purba.  Ritual keagamaan merupakan satu-satunya sifat musik India. Alat musik mereka adalah alat musik petik, vina dan tambur. Para penyanyi memukul vina dan tambura sambil bernyanyi. Prinsip paduan suara primitif juga sudah mereka kenal.  Jawa, Sunda, Bali, Batak dan daerah lain di Indonesia  Gamelan Jawa adalah orkes besar dengan perkusi sebagai instrumen primernya. Prinsip ini juga nampak pada gamelan Sunda, Bali dsb.  Gamelan  Prinsip perkusi ini juga terdapat pada gondang Batak, Nias, Karo Simelungun dan ang menyerupainya di seluruh kepulauan Sumatra atau kepulauan lain di Indonesia.  Prinsip beberapa suara dalam gondang atau gamelan terdapat dalam beberapa variasi, dimana terdapat banyak improvisasi spontan dalam batasan-batasan tertentu. Setiap pemusik memberi variasi irama dan melodi yang masuk pada tema. ezon7.blogspot.com  Ditinjau dari segi irama dan warna musik, maka musik Bali dan Jawa telah memiliki klasifikasi dan mutu yang tinggi. Gong dan gamelan juga belakangan ini ditemukan digunakan dalam orkes tertentu di Eropa.  Arab  Interval nada pada musik Arab sudah mencapai pembagian yang halus dalam satu oktafnya. Hanya saja musik Arab tidak setua musik Hindu/India, kira-kira pada tahun 600 SM. Instrumen mereka yang banyak digunakan adalah: lauto, rebab (yang bisa disebut sebagai pendahulu violin pada masa kini), mandolin, psalterium (pendahulu piano).  Palestina  Bangsa Israel sudah lama mencintai musik dan nyanyian. Samuel, sekitar tahun 1075 SM sudah memiliki sekolah pengetahuan musik dan nyanyi, tujuannya untuk menambah kerohanian para calon pemuka agama tersebut.  Instrumen mereka waktu itu adalah: terompet, bosaun, harp dan instrumen pukul. Tulisan musik juga sudah mereka kenal, yaitu tulisan musik neginot.   3. Yunani Kuno  Alat-alat Musik Dari Jaman Yunani Kuno  Bangsa Yunani dapat disebut bangsa pemilik musik kuno terpenting. Bangsa Yunani kuno juga terkenal dengan musik. Bangsa Yunani kuno menggunakan musik untuk keperluan ritual kepercayaan. Lima abad sebelum Masehi, musik Yunani yang tergolong etnis-religius ini bagi mereka sangat tinggi kedudukannya. Musik, puisi dan tarian berhubungan dengan erat.  Para ahli musik pada zaman itu adalah: Aischylos (525 – 456), Sophocles (496 – 406), Pythagoras (sekitar 550), Aristoteles (384 – 322) dan Aristoxenos (sekitar 325).  Langsung aja nih, bagian II berisi sejarah musik dari abad pertengahan – jaman barok dan Rokoko yang terdiri dari:  · Abad pertengahan  · Musik Beberapa Suara  · Zaman Renaissance  · Zaman Barok dan Zaman Rokoko

Seni opera berkembang pesat di kota Florence. Para komponis yang terkenal pada zaman ini antara lain: Galilei (1533 – 1591) dan Peri (1561 – 1633). Di Venesia ada komponis Montoverdi (1567 – 1643) yang berhasil memajukan seni opera. Lalu ada Lully (1632 – 1687) dari Perancis yang juga berjasa besar dalam kemajuan dunia opera.
Pada zaman reformasi Kristen yang dipelopori Dr. Martin Luther (1483 – 1546), Luther mengadakan perubahan besar dalam musik kegerejaan Protestan. Dalam liturgi, Luther mewajibkan lagu khotbah gereja menggunakan bahasa rakyat sendiri.

Luther adalah pembina koral evangelis yang selanjutnya ada dalam ciptaan Johann Sebastian Bach untuk gereja menjadi penting kedudukannya. Luther tidak hanya membuat lirik nyanyian, ia juga banyak mengolah banyak lagu untuk keperluan khotbah gereja. Luther juga menggubah lagu-lagu baru seperti Ein fester Burg ist inser Gott.

Luther senantiasa mendapat bantuan dari sahabatnya Johann Walther (1496 – 1570) dalam pembinaan dan pembaruan musik kegerejaan Protestan. Heinrich Schuetz (1585 – 1672), seorang ahli musik ini juga turut membantu Martin Luther. Schuetz yang mengarang musik motet ini juga dianggap komponis musik kegerejaan yang paling penting sebelum Johann Sebastian Bach.

Zaman Barok dan Zaman Rokoko

Pemakaian hiasan ornamentik membuat zaman ini menjadi istimewa. Seni bangunan dan seni musik nampaknya berjalan beriringan pada zaman ini. Orang pada zaman ini suka pada kelincahan gerak. Pada zaman ini dinamika musik mulai mendapat perhatian lebih, seperti halnya pada perbedaan forte dan piano.

Pemusik Pada Jaman Barok

\Perbedaan antara barok dan rokoko dalam hal seni musik adalah karakteristiknya. Pada zaman rokoko gayanya bersifat lebih intim dari barok, ukuran ciptaan rokoko juga biasanya lebih kecil daripada barok.

Pada hiasan ornamentik, banyak juga terdapat perbedaan, hiasan ornamentik tersebut diserahkan kepada pemain musik yang memainkannya, ornamen-ornamen tersebut timbul secara spontan saat melakukan improvisasi, di aliran rokoko semua hiasan ornamentik tersebut dicatat, diatur dan harus sesuai dengan gubahan sang komponis.

Di Italia, negeri yang muncul kemajuannya pada zaman ini, seni opera sangatlah berkembang dengan pesat. Scarlatti (1659 – 1725) merupakan komponis yang turut mengembangkan seni opera khususnya di kota Napoli.

Di Jerman, seni orgel sangat memuncak pada zaman ini karena kiprah dari sang maestro Johann Sebastian Bach. Selain mengadaptasi dari seni opera, Alkitab juga menjadi sumber dari karya-karyanya. Lain halnya di negeri Perancis, instrumen clavesimbal maju dengan pesat dan menjadi pusat perhatian musik di Perancis, para punggawa yang terkenal diantaranya Couperin (1668 – 1733) dan Ramaeau (1683 – 1764).

Sepertinya Zaman Barok dan Rokoko meninggalkan nama-nama master yang tetap tersohor hingga saat ini. Dua nama yang melegenda dari zaman ini adalah Johann Sebastian Bach dan Georg Friederich Haendel.

Keluarga Bach memberikan keturunan yang menjadi pemusi-pemusik ulung selama dua abad lamanya. J.S.Bach mengawali kariernya sebagai organis di istana Weimar, Bach tinggal di kota Weimar semenjak tahun 1708 dan tinggal selama sembilan tahun lamanya.

Ada tiga periode ciptaan Bach, karya pada awal periode pertama adalah satu kumpulan besar ciptaan orgel. Pada tahun 1717 ia diangkat menjadi kapelmaster oleh Pangeran Leopold dari Anhalt Koten. Pada zaman ini Bach banyak sekali menciptakan ciptaan instrumental, termasuk semua Brandenburg concerto. Periode ciptaan ketiga dimulai pada tahun 1723 saat dia menjadi cantor di gereja Thomas di Leipzig. Dia menciptakan musik koral untuk kotbah gereja, motet, kantata, passi dan mis b kecil. Menjelang akhir hayatnya, dia buta dan meninggal di kota Leipzig pada tahun 1750.

Musik karya Bach antara lain: 6 Brandenburg concerto, Italienisches Konzert piano tunggal, 13 orchestra piano concerto, violin concerto E besar dan a kecil, Concerto untuk violin dengan orkestra, Mis b kecil Fantasia orgel g kecil, Tokkata d kecil, Prelude b kecil, Passi Johannes dan Passi Matheus, Chromatische Fantasie und Fuge dan Goldberg Variationen fur piano, 48 Prelude dan Fuga dalam dua album Das Wolthemperirte Clavier, 6 Sonata violin, 6 sonata violin dengan piano, 6 sonata tunggal untuk cello, 4 suit orkestral, 6 suit Inggris, 6 suit Perancis.

Haendel lahir di Halle tahun 1685. sebelum dia mendapatkan pekerjaan sebagai organis di kota kelahirannya, ia terlebih dahulu bersekolah di Zachau. Pada tahun 1703, Haendel pindah ke Hamburg dan menjadi anggota orkes opera. Tahun 1706, dia meninggalkan kota Hamburg untuk mengengembara di dataran Eropa selama tiga tahun.

Pada tahun 1710, dia diangkat sebagai Kapelmaster di Hannover. Setahun kemudian ia berkunjung ke Inggris, lalu pada tahun 1712 ia pergi ke Inggris lagi dan seterusnya tinggal disana. Di Inggris, Haendel dipandang sebagai ahli musik dan komposer besar serta berpengaruh besar. ezon7.blogspot.com

Di Inggris, Haendel berpindah aliran dari komposisi opera menjadi komposisi oratoria. Haendel meninggal di London pada tahun 1759, dimakamkan di Westminster Abbey.

Ciptaan-ciptaannya antara lain: 12 konserto grosso, oratorio Messias, Josua, Salomo, Samson, Judas Makkabeus, Haman & Mordekai, orkestral: Royal Fireworks Music, Water Music.

Load disqus comments

0 komentar