Biografi Bondan Prakoso & Fade To Black - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Saturday, December 19, 2015

Biografi Bondan Prakoso & Fade To Black

  Bondan Prakoso adalah penyanyi Indonesia yang sangat populer, masih muda, berwajah tampan dan tentu saja menawan. Bakatnya di dunia tarik suara tidak perlu diragukan lagi, ia mengawali karirnya sebagai penyanyi sejak ia masih kecil. Bahkan sampai saat ini, banyak orang yang menyebutnya sebagai penyanyi cilik. Ia mulai bernyanyi sejak tahun 80an, saat itu lagu Andalannya adalah lagu yang berjudul Si Lumba-Lumba. Lagunya tersebut akhirnya sukses besar di pasaran, namanya juga ikut mencuat mengikuti suksesnya lagu yang ia bawakan tersebut.  Bondan Prakoso lahir pada tanggal 8 Mei 1984, ia adalah penyanyi Indonesia yang sangat berbakat. Bondan yang mengawali karirnya sebagai pemusik, sampai saat ini ia masih aktif menjadi pemusik. Bahkan ia beberapa kali ditawari untuk membintangi sebuah iklan, film ataupun sinetron tetapi ia menolaknya. Menurut pria alumni D3 Sastra  Universitas Indonesia ini, rezeki sudah ada yang mengatur. Ia hanya cukup fokus terhadap 1 pekerjaan saja, ia cukup menikmati karirnya sebagai penyanyi. Dengan begitu, ia dapat tampil maksimal dan ini ia buktikan dengan kesuksesannya di dunia industri musik.  Pada tahun 1999, Bondan Prakoso yang masih dalam usia remajanya memulai karirnya sebagai musisi remaja. Saat itu, ia membentuk band Funky Kopral, ia meraih beberapa penghargaan bersama group bandnya tersebut. Saat itu, Bondan merupakan bassis band Funky Kopral. Pada tahun 2001 ia bersama bandnya tersebut menerima penghargaan sebagai Group Alternatif Terbaik dari AMI Sharp Awards. Hingga tahun 2002, group band ini telah berhasil merilis 3 album. Pada tahun 2003, album berikutnya juga ikut dirilis. Album tersebut juga terdapat single kolaborasi dengan Setiawan Djodi, judulnya yaitu Tokek. Lagu ini juga menerima penghargaan dari AMI Sharp Awards sebagai Kolaborasi Rock Terbaik.  Bondan Prakoso adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan dari Lili Yulianingsih dan Sisco Batara ini mengawali kariernya sebagai penyanyi cilik di era 80-an hingga awal tahun 90-an. Album perdananya yang bertitel Si Lumba-Lumba sukses dipasaran dan mencuatkan namanya. Alumni D3 Sastra Belanda Universitas Indonesia ini memulai karier remaja dan dewasanya saat membentuk band Funky Kopral ditahun 1999 hingga tahun 2002. sebagai bassist, hingga merilis 3 buah album. Bahkan album kedua band ini diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2001 untuk kategori Group Alternatif Terbaik.  Pada awal tahun 2002, Bondan Prakoso yang juga dikenal oleh publik sebagai pemain bass berbakat besar, yang juga mantan pemain bass di sebuah band bernama Stream  Funk Funky Kopral, dan Tito alias Titz yang dikenal sebagai rapper dan kelompok disebut Fade2Black, sering berbagi pemikiran dan ide untuk satu sama lain tentang musik. Mereka berdua datang dari latar belakang yang berbeda dari musik, Bondan Prakoso lebih mungkin di Funk dan musik Rock dan Titz dalam Rap / Hiphop.  Pada tahun 2003, Funky Kopral merilis album ketiga mereka dengan kolaborasi bersama Setiawan Djodi dengan hits singel Tokek dan lagi-lagi diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2003 untuk kategori Kolaborasi Rock Terbaik. Sayang, setelah album ketiga dirilis, ia mengundurkan diri dari Funky Kopral, Bondan Prakoso  memutuskan untuk melangkah lebih jauh saat ia memutuskan untuk pensiun dari mantan band mereka, Funky Kopral. Pada tahun 2004 adalah tahun dimana Bondan datang dengan sebuah ide untuk menggabungkan berbagai jenis musik dan menggabungkan mereka dalam bentuk paket baru musik, seperti pada pertengahan tahun, ia telah meminta Titz untuk bergabung dalam proyek musik. Titz berpikir bahwa akan lebih kuat dengan kelompoknya bergabung masuk  Situasi ini semakin varietas lebih banyak dan lebih berwarna sebagai Bondan disetujui untuk melibatkan grup ini Hiphop dari Bogor, Fade2Black, dalam proyek ini.Alih-alih hanya 1 rapper, proyek musik ini menggabungkan 3 rapper, Titz, Santoz dan Lezzano. Bondan & Fade2Black di tahun 2004, mereka mulai melangkah lebih jauh  dengan proyek ini dan berbagai jenis musik sedikit pun diciptakan sentuhan Rap, Rock, Funk sebagai elemen. Bondan Prakoso bertanggung jawab untuk instrumen musik, looping, dan mengatur, sedangkan Fade2Black mendapatkan lebih dekat dengan liriknya. Proses ini hanya membutuhkan waktu 4 bulan untuk menyelesaikan dan pada bulan Agustus 2005, album 1 mereka dengan judul "RESPECT" dirilis di bawah SONY BMG Music Indonesia. Sejak itu, album yang berisi tidak hanya 1 jenis musik, tetapi banyak jenis musik dengan rap sebagai vokal dasar, oleh TITZ, Santoz LEZZANO, sementara di lagu-lagu lain juga bergabung Bondan pada vokal dalam bernyanyi. Dengan sepotong seni, mereka berhasil kontribusi yang diterima dan penghargaan, seperti:  MTV Indonesia artis Eksklusif pada bulan November 2005 MTV Advance Peringatan penghargaan pada bulan November 2005. Penghargaan Musik Indonesia (AMI) 2006, sebagai produksi album Rap terbaik. Pada tahun 2008, mereka siap untuk memecahkan Industri Musik Indonesia dengan lebih keras, impulsif, bentuk-bentuk inovatif dari musik. Dengan terbaru album baru mereka, bernama UNITY, dan dengan terobosan hit single, keroncong Protol. Dengan debut baru dari album kedua mereka, mereka telah memenangkan Award 2008 Musik Indonesia (AMI) untuk kedua kalinya berturut-turut untuk Produksi Rap album terbaik.  Album Kedua Bondan Prakoso & Fade & Black "Respect"  Album Respect Track Listing :  01. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Respect 02. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Please Dong Ahh (bersama Rio Sahardja) 03. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Bunga 04. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Feels Like Home 05. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Hidup Berawal Dari Mimpi 06. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Siapa 07. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Realistic 08. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - It’s All About Soul (bersama Rio Sahardja) 09. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Stay On The Line 10. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Jazzy Tringual (bersama Rio Sahardja) 11. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - 1234 12. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Cahya Cinta Sejati Album Kedua Bondan Prakoso & Fade & Black "Unity"  Di tengah arus deras lagu pop yang begitu mendayu-dayu dan membuai hati, dimana semua band berlomba-lomba untuk membuat lagu yang tidak ngejlimet!, BONDANPRAKOSO & FADE 2 BLACK malah melawan arus dengan mengeluarkan single yang nyeleneh dan sruntulan, single ini mereka beri judul "KERONCONG PROTOL" , Bondan Prakoso a/k/a Mr B dengan dukungan pasukan grup hip hop Fade 2 Black (baca: Fed T


Bondan Prakoso adalah penyanyi Indonesia yang sangat populer, masih muda, berwajah tampan dan tentu saja menawan. Bakatnya di dunia tarik suara tidak perlu diragukan lagi, ia mengawali karirnya sebagai penyanyi sejak ia masih kecil. Bahkan sampai saat ini, banyak orang yang menyebutnya sebagai penyanyi cilik. Ia mulai bernyanyi sejak tahun 80an, saat itu lagu Andalannya adalah lagu yang berjudul Si Lumba-Lumba. Lagunya tersebut akhirnya sukses besar di pasaran, namanya juga ikut mencuat mengikuti suksesnya lagu yang ia bawakan tersebut.

Bondan Prakoso lahir pada tanggal 8 Mei 1984, ia adalah penyanyi Indonesia yang sangat berbakat. Bondan yang mengawali karirnya sebagai pemusik, sampai saat ini ia
masih aktif menjadi pemusik. Bahkan ia beberapa kali ditawari untuk membintangi sebuah iklan, film ataupun sinetron tetapi ia menolaknya. Menurut pria alumni D3 Sastra  Universitas Indonesia ini, rezeki sudah ada yang mengatur. Ia hanya cukup fokus terhadap 1 pekerjaan saja, ia cukup menikmati karirnya sebagai penyanyi. Dengan begitu, ia dapat tampil maksimal dan ini ia buktikan dengan kesuksesannya di dunia industri musik.

Pada tahun 1999, Bondan Prakoso yang masih dalam usia remajanya memulai karirnya sebagai musisi remaja. Saat itu, ia membentuk band Funky Kopral, ia meraih beberapa penghargaan bersama group bandnya tersebut. Saat itu, Bondan merupakan bassis band Funky Kopral. Pada tahun 2001 ia bersama bandnya tersebut menerima penghargaan
sebagai Group Alternatif Terbaik dari AMI Sharp Awards. Hingga tahun 2002, group band ini telah berhasil merilis 3 album. Pada tahun 2003, album berikutnya juga ikut dirilis.
Album tersebut juga terdapat single kolaborasi dengan Setiawan Djodi, judulnya yaitu Tokek. Lagu ini juga menerima penghargaan dari AMI Sharp Awards sebagai Kolaborasi

Rock Terbaik.


Bondan Prakoso adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan dari Lili Yulianingsih dan Sisco Batara ini mengawali kariernya sebagai penyanyi cilik di era 80-an hingga awal tahun 90-an. Album perdananya yang bertitel Si Lumba-Lumba sukses dipasaran dan mencuatkan namanya. Alumni D3 Sastra Belanda Universitas Indonesia ini memulai karier remaja dan dewasanya saat membentuk band Funky Kopral ditahun 1999 hingga tahun 2002. sebagai bassist, hingga merilis 3 buah album. Bahkan album kedua band ini diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2001 untuk kategori Group Alternatif Terbaik.

Pada awal tahun 2002, Bondan Prakoso yang juga dikenal oleh publik sebagai pemain bass berbakat besar, yang juga mantan pemain bass di sebuah band bernama Stream  Funk Funky Kopral, dan Tito alias Titz yang dikenal sebagai rapper dan kelompok disebut Fade2Black, sering berbagi pemikiran dan ide untuk satu sama lain tentang musik.
Mereka berdua datang dari latar belakang yang berbeda dari musik, Bondan Prakoso lebih mungkin di Funk dan musik Rock dan Titz dalam Rap / Hiphop.

Pada tahun 2003, Funky Kopral merilis album ketiga mereka dengan kolaborasi bersama Setiawan Djodi dengan hits singel Tokek dan lagi-lagi diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2003 untuk kategori Kolaborasi Rock Terbaik. Sayang, setelah album ketiga dirilis, ia mengundurkan diri dari Funky Kopral, Bondan Prakoso

memutuskan untuk melangkah lebih jauh saat ia memutuskan untuk pensiun dari mantan band mereka, Funky Kopral.
Pada tahun 2004 adalah tahun dimana Bondan datang dengan sebuah ide untuk menggabungkan berbagai jenis musik dan menggabungkan mereka dalam bentuk paket baru musik, seperti pada pertengahan tahun, ia telah meminta Titz untuk bergabung dalam proyek musik. Titz berpikir bahwa akan lebih kuat dengan kelompoknya bergabung masuk

Situasi ini semakin varietas lebih banyak dan lebih berwarna sebagai Bondan disetujui untuk melibatkan grup ini Hiphop dari Bogor, Fade2Black, dalam proyek ini.Alih-alih hanya 1 rapper, proyek musik ini menggabungkan 3 rapper, Titz, Santoz dan Lezzano. Bondan & Fade2Black di tahun 2004, mereka mulai melangkah lebih jauh

dengan proyek ini dan berbagai jenis musik sedikit pun diciptakan sentuhan Rap, Rock, Funk sebagai elemen. Bondan Prakoso bertanggung jawab untuk instrumen musik,
looping, dan mengatur, sedangkan Fade2Black mendapatkan lebih dekat dengan liriknya. Proses ini hanya membutuhkan waktu 4 bulan untuk menyelesaikan dan pada bulan
Agustus 2005, album 1 mereka dengan judul "RESPECT" dirilis di bawah SONY BMG Music Indonesia. Sejak itu, album yang berisi tidak hanya 1 jenis musik, tetapi banyak jenis musik dengan rap sebagai vokal dasar, oleh TITZ, Santoz LEZZANO, sementara di lagu-lagu lain juga bergabung Bondan pada vokal dalam bernyanyi. Dengan sepotong seni, mereka berhasil kontribusi yang diterima dan penghargaan, seperti:

MTV Indonesia artis Eksklusif pada bulan November 2005 MTV Advance Peringatan penghargaan pada bulan November 2005. Penghargaan Musik Indonesia (AMI) 2006, sebagai produksi album Rap terbaik. Pada tahun 2008, mereka siap untuk memecahkan Industri Musik Indonesia dengan lebih keras, impulsif, bentuk-bentuk inovatif dari musik. Dengan terbaru album baru mereka, bernama UNITY, dan dengan terobosan hit single, keroncong Protol. Dengan debut baru dari album kedua mereka, mereka telah memenangkan Award 2008 Musik Indonesia (AMI) untuk kedua kalinya berturut-turut untuk Produksi Rap album terbaik.



Album Kedua Bondan Prakoso & Fade & Black "Respect"


Album Respect Track Listing :


01. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Respect
02. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Please Dong Ahh (bersama Rio Sahardja)
03. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Bunga
04. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Feels Like Home
05. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Hidup Berawal Dari Mimpi
06. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Siapa
07. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Realistic
08. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - It’s All About Soul (bersama Rio Sahardja)
09. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Stay On The Line
10. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Jazzy Tringual (bersama Rio Sahardja)
11. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - 1234
12. Bondan Prakoso & Fade 2 Black - Cahya Cinta Sejati

Album Kedua Bondan Prakoso & Fade & Black "Unity"


Di tengah arus deras lagu pop yang begitu mendayu-dayu dan membuai hati, dimana semua band berlomba-lomba untuk membuat lagu yang tidak ngejlimet!, BONDANPRAKOSO & FADE 2 BLACK malah melawan arus dengan mengeluarkan single yang nyeleneh dan sruntulan, single ini mereka beri judul "KERONCONG PROTOL" , Bondan Prakoso a/k/a Mr B dengan dukungan pasukan grup hip hop Fade 2 Black (baca: Fed Tu Blek), kembali berkolaborasi melalui garapan album teranyar bertitel UNITY. Bondan bertindak multi peran sebagai vokal, musisi, dan produser, sedangkan Fade 2 Black sepenuhnya nge-rap. Meski demikian di beberapa lagu, kedua belah pihak
peduli dengan persatuan, dengan menafikan perbedaan prinsip, sosial, budaya, atau apapun termasuk musik. Nggak heran judul albumnya pun UNITY, karena memang itulah tema sentral album ini secara keseluruhan.Dari segi musikalitas, Bondan semakin memantapkan dirinya untuk eksis sebagai Produser musik yang mempunyai kelasnya tersendiri mengingat hampir semua instrument musik dia mainkan di album ini. Bondan yang bersama Fade 2 Black mendapat predikat BEST RAP INDONESIA MUSIC AWARD 2006 ini dengan piawai meracik musik rap dengan aneka campuran hip hop, rock, funk, techno, jazz, hingga keroncong. Tunggu dulu.. keroncong ? Tidak salah lagi ia memang membuat formula keroncong dengan cita rasa anak muda sekarang, jadilah Keroncong Protol alias musik keroncong yang protol / patah / tidak lengkap. Tanpa ragu elemen cuku lele yang dimainkan oleh keluarga

Bondan yang asli pemain keroncong, dikawinkan dengan suling sunda dan rapalan rap yang isinya agak sarkastis. Dan tanpa diduga-duga dengan luwesnya Bondan pun mengisi suara sinden.
“Man, ternyata Keroncong Protol itu banyak disukai meski pada awalnya orang terkaget-kaget. Saat manggung sambutan penonton juga bagus atas lagu ini. So terbukti dong
musik tradisional bisa nge-blend dengan asyiknya dengan musik modern, “ jelas cowok yang pernah ber-jam session dengan Akira Jimbo (drummer legendaris Cassiopea) ini bersemangat.

Total 13 lagu di album ini merupakan karya Bondan yang jujur, lugas, Cross Over dan multi genre. Ada kalanya diteriakkan rock anthem dasyat bertajuk Unity, dimana formula rock dan funk disatukan, ditingkahi geberan betotan bass Funk khas Bondan.

Untuk fansnya, didedikasikan sebuah lagu bertajuk Rezpector sebuah lagu yang berisikan gempuran rock funk yang bergemuruh ala mars (rezpector adalah sebutan untuk

penggemar Bondan Prakoso & Fade 2 Black yang artinya orang-orang yang saling menghargai) ,. Sementara itu dalam Rock On The Beat, repetan human beatbox (suara beat,scratch yang keluar hanya dari mulut) yang dihasilkan oleh Tito dan secara kompak di sambut oleh para personil Fade 2 Black lainnya terasa dinamis saat jamming dengan betotan bass. Terinspirasi oleh James Brown, Bondan mencetuskan nomor bertajuk Wrong Way, yang khas dengan dentuman beat khas rock funk, dimana di bagian reffrainnya sarat dengan kocokan dynamic rock. Sesekali bebunyian sampling meningkahi musiknya.

Nuansa reggae ternyata tak alpa menggayuti satu nomor di album ini. Dalam lagu Xpresikan, elemen reggae terasa kental pada awal lagu, selanjutnya ditengah lagu dimunculkan beat jungle seperti drum & bass. Liriknya adalah ajakan untuk bertindak sesuai kata hati tentunya untuk hal yang positif

Lelah dengan beat yang menghentak, saatnya bersantai dengan nomor-nomor ballad. Seperti Kau Puisi, komposisi bak big band, dengan hadirnya instrumen oboe, hingga triangle. Liriknya jelas sangat puitis. R.I.P (Rhyme In Peace), lagu yang khusus didedikasikan buat beatmaker Fade 2 Black yang telah berpulang ke pangkuanNya merupakan salah satu lagu yang sangat

mendeskripsikan bagaimana arti sebuah persahabatan dan kekeluargaan. Masih dalam satu ambience, hadir U’ll be Sorry, sebuah dance techno, yang mengantarkan telinga dalam alam futuristik dan mistis. Bondan yang terinspirasi oleh Rocco (bassist Tower Of Power) dan Les-Claypool (bassist Primus Band) menjadikan instrumen bass sebagai bagian yang tak terpisahkan dari

identitasnya dan dia memberikan personal touch dalam komposisi funk jazz bertajuk Microphone XXX dimana solo bassnya menggelora, dan erotis seperti syairnya. Akhir kata, mendengarkan album Unity ini bak mendapat pencerahan dan secercah semangat yang dihasilkan oleh darah-darah muda yang berkarya tanpa berpretensi, apalagi menggurui.

Album Unity Track Listing :


1. Unity
2. Xpresikan
3. Kau Puisi
4. Kroncong Protol
5. Waktu
6. U'll Be Sorry
7. Rezpector
8. R.I.P (Rhyme In Peace)
9. Gusti Dewata Mulia Raya
10. Wrong Way
11. Microphone XXX
12. Rock On The Beat

Album Ketiga Bondan Prakoso & fade 2 black "For All"


Musik Bondan Prakoso & Fade 2 Black di Album For All tetep Non Genre tapi lebih universal dengan meracik musik rap dengan aneka campuran hip hop, rock, ska, reggae, Alternatif funk, dan rock ballad, serta sentuhan human beatbox dan aksen choir. Album Ketiga Bondan Prakoso & F2B ini sendiri berisi 11 lagu dengan hits single “Ya Sudahlah”.
Sukses dengan 2 album berjudul Respect (2005) dan Unity (2007) yang pernah menelorkan kejutan keroncong koprol, kini peraih predikat BEST RAP INDONESIA MUSIC AWARD 2006 kembali bereksperimen di album ketiga mereka. Album For All B&F2B sendiri masih diluncurkan Bondan (yang bertindak sebagai produser, arranger, vocal, dan basis) dengan racikan rap dengan berbagai unsur musik barengan pasukan Fade 2 Black ; Tito A.K.A Titz, Ari A.K.A Santoz, dan Eza A.K.A Lezzano.


Album For All Track Listing :


1.Ya Sudahlah
2.Good Time
3.Tetap Semangat
4.Sang Juara
5.Bumi ke Langit
6.Not With Me
7.S.O.S
8.For All
9.Terinjak Terhempas
10.Kita Selamanya
11.Tidurlah
Load disqus comments

0 komentar