Biografi Rocket Rockers - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Friday, January 29, 2016

Biografi Rocket Rockers

 Biografi  Rocket Rockers lahir pada tahun 1998 dengan nama awal Immorality President (Firman guitar/voc, Aska guitar/voc, Bisma bass/voc, Doni drums), namun nama itu hanya berjalan sekitar 1 tahun saja, karena vokalis yang pertama keluar karena satu dan lain hal. Sehingga pada tahun 1999 para personelnya masih mencari vokalis, dan akhirnya mereka mendapatkan seseorang yang bernama Ucay yang baru saja keluar dari band skate rock terdahulunya New Kicks On The Board. Setelah Ucay masuk, nama Immorality President berubah menjadi Rocket Rockers dengan pertimbangan membuat image baru yang lebih fresh.  Melihat deretean panjang perjalan musik band ini, kita tidak bisa bilang ini band baru. Di ranah indie Bandung, Rocket Rocker termasuk salah satu yang getol main di banyak acara. Untuk sekedar merefresh,  Band ini sudah mondar-mandir di seabrek album kompilasi seperti Fallen Angel, Still Punx, Still Sucks!,  No Place To Get Fun, Bad Tunes And Some Ordinary Things, Ripple (Demo) #8, New Generation Calling, Hati Keccil (vcd bmx). Rocket Rockers juga sempat menjadi salah satu band pembuka Skin Of Tears (band punkrock asal Jerman) di Dago Tea House Bandung. Kemudian mereka bergabung dengan salah satu label besar Sony-BMG Indonesia, dan langsung kontrak enam album. Kelebihan dieksplorasi musik itulah yang membuat mereka yakin, musik mereka sekarang jauh lebih baik dibanding sebelumnya.  Mereka, Aska [Guitar/Vocal], Ucay [Vocal], Bisma [Bass/Back Vocal], Lope [Guitar/Back Vocal], Ozom [Drums/Back Vocal], dari awal menyebut musik yang dimainkannya dengan college punk. College punk dalam benak mereka adalah karena banyak personilnya yang masih kuliah dan belum atau tidak lulus-lulus karena kesibukan bermusik. Meski banyak tudingan mereka "disetir" oleh label, tapi pelan-pelan mereka memantah tudingan tersebut. Nekatnya, Rocket Rockers juga cuek dengan anggapan mereka ikut trend pasar. Lewat label barunya, mereka merilis album baru yang diberi titel Ras Bebas. Album ini sekaligus jawaban atas tudingan-tudingan perubahan konsep musikal mereka

Biografi

Rocket Rockers lahir pada tahun 1998 dengan nama awal Immorality President (Firman guitar/voc, Aska guitar/voc, Bisma bass/voc, Doni drums), namun nama itu hanya berjalan sekitar 1 tahun saja, karena vokalis yang pertama keluar karena satu dan lain hal. Sehingga pada tahun 1999 para personelnya masih mencari vokalis, dan akhirnya mereka mendapatkan seseorang yang bernama Ucay yang baru saja keluar dari band skate rock terdahulunya New Kicks On The Board. Setelah Ucay masuk, nama Immorality President berubah menjadi Rocket Rockers dengan pertimbangan membuat image baru yang lebih fresh.

Melihat deretean panjang perjalan musik band ini, kita tidak bisa bilang ini band baru. Di ranah indie Bandung, Rocket Rocker termasuk salah satu yang getol main di banyak acara. Untuk sekedar merefresh,  Band ini sudah mondar-mandir di seabrek album kompilasi seperti Fallen Angel, Still Punx, Still Sucks!,

No Place To Get Fun, Bad Tunes And Some Ordinary Things, Ripple (Demo) #8, New Generation Calling, Hati Keccil (vcd bmx). Rocket Rockers juga sempat menjadi salah satu band pembuka Skin Of Tears (band punkrock asal Jerman) di Dago Tea House Bandung. Kemudian mereka bergabung dengan salah satu label besar Sony-BMG Indonesia, dan langsung kontrak enam album. Kelebihan dieksplorasi musik itulah yang membuat mereka yakin, musik mereka sekarang jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

Mereka, Aska [Guitar/Vocal], Ucay [Vocal], Bisma [Bass/Back Vocal], Lope [Guitar/Back Vocal], Ozom [Drums/Back Vocal], dari awal menyebut musik yang dimainkannya dengan college punk. College punk dalam benak mereka adalah karena banyak personilnya yang masih kuliah dan belum atau tidak lulus-lulus karena kesibukan bermusik. Meski banyak tudingan mereka "disetir" oleh label, tapi pelan-pelan mereka memantah tudingan tersebut. Nekatnya, Rocket Rockers juga cuek dengan anggapan mereka ikut trend pasar. Lewat label barunya, mereka merilis album baru yang diberi titel Ras Bebas. Album ini sekaligus jawaban atas tudingan-tudingan perubahan konsep musikal mereka. Persoalan pemberontakan dan kebebasan menjadi "menu utama" dari band yang diendorse Volcom & Electric Sunglasses. Pemberontakan itu mulai ketika mereka jengah melihat pop begitu dominan di pentas musik Indonesia, sementara aliran lain lebih sering "ditolak" oleh radio atau label.

Prestasi

Tak cuma sederet lagu yg hits, Rocket Rockers berhasil mencatatkan diri sebagai satu-satunya band Tanah Air yg masuk dalam film dokumenter PUNK NOT DEAD. Akan terbang ke Amerika di bulan Agustus, Ozom pun tak menutup kemungkinan bagi menemui pembuat film tersebut.

“Pembuat filmya itu orang Kanada yg stay di Amerika. Udah kita email sih semoga dapat ketemu,” jelas Ozom ketika bertandang ke kantor Redaksi KapanLagi.com, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (21/1). Lebih jauh, mereka pun sempat 2 kali digandeng brand sepatu besar seperti Macbeth dan Vans. Selain karena profil yg dirasa cocok, visi mereka yg senada dalam bidang musik pun jadi salah sesuatu faktor di balik kerjasama mereka.

Belum tahu mulai jadi seperti apa di masa mendatang, Rocket Rockers tetap enjoy dalam bermusik KapanLagi.com/Budy Santoso “Untuk brand sepatu tahun 2008 kalian sempat kerja sama dengan Macbeth. Lalu setelah kontrak selesai,

Vans masuk dan kita dealing. Ini udah 1,5 setengah kita kerja sama dengan Vans. Mungkin mereka melihat profil band kalian yg ada kecocokan dengan mereka akhirnya kerja sama,” ujar Bisma. “Vans itu ngambil dari segi musiknya. Mungkin musik kita sesuatu visi dengan Vans,” sambung Ozom.Dengan seluruh pengalaman yg sudah ditempuhnya, rupanya Rocket Rockers sendiri masih belum memiliki pandangan mulai seperti apa mereka di masa mendatang. Sempat khawatir, namun nyatanya mereka tetap dapat menikmati hidup dari bermusik.“Oh itu sebentar lagi menuju 40 tahun,” canda Aska.“Pertanyaan ini yg kalian khawatirkan sejak 10 tahun lalu. Kalau udah usia 30 bakal gimana?ternyata kalian masih ngeband dan diteriakin sama anak-anak SMA,” pungkas Bisma.
Load disqus comments

0 komentar