Penemu Televisi dan Sejarah Pertelevisian di Indonesia - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Thursday, January 7, 2016

Penemu Televisi dan Sejarah Pertelevisian di Indonesia

Penemu Televisi

Penemu Televisi    John Logie Baird (lahir di Helensburgh, Skotlandia, 13 Agustus 1888 – meninggal di Bexhill-on-Sea, East Sussex, Inggris, 14 Juni 1946 pada umur 57 tahun) adalah penemu yang pertama kali menunjukkan bahwa citra visual dapat ditransmisikan.  Hingga ia berusia 35 tahun, Baird hidup dalam kondisi serba kekurangan. Pada tahun 1923, ia mulai berusaha mengotak-atik mesin untuk mentransmisi gambar, sekaligus suara, lewat radio. Tak lama kemudian ia berhasil mengirim citra kasar melewati transmiter tanpa-kabel ke pewawat penerima yang berjarak beberapa meter. Pada Januari 1925 dia mendemonstrasikan televisi di depan umum di Royal Institute di London. Ini adalah peragaan televisi paling awal.  Pada tahun 1929, BBC melakukan siaran televisi perdana, menggunakan peralatan Baird. Namun ketika itu ia belum memanfaatkan penggunaan tabung sinar-Katode, yang menjadi dasar televisi modern. Sehingga sistem buatannya kalah bersaing dengan sistem baru pada tahun 1933. Sejarah Pertelevisian di Indonesia  Teknologi televisi bermula dari penemuan electrische teleskop sebagai perwujudan dari gagasan seorang mahasiswa Berlin jerman timur) yang bernama Paul Gothlieb Nipkow. ia memanfaatkan electrische teleskop untuk mengirim gambar melalui udara dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini terjadi antara tahun 1883 – 1884. Karena penemuannya itu, Nipkow diakui sebagai Bapak Televisi Dunia.  Sejak penemuan Televisi, di berbagai negara di dunia mulai diperkenalkan televisi sebagai sarana yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat umum. TV di perkenalkan ke Indonesia sekitar tahun 1962 yaitu bertepatan dengan pelaksanaan Olahraga Asia IV (Asian games IV) di jakarta.

John Logie Baird (lahir di Helensburgh, Skotlandia, 13 Agustus 1888 – meninggal di Bexhill-on-Sea, East Sussex, Inggris, 14 Juni 1946 pada umur 57 tahun) adalah penemu yang pertama kali menunjukkan bahwa citra visual dapat ditransmisikan.

Hingga ia berusia 35 tahun, Baird hidup dalam kondisi serba kekurangan. Pada tahun 1923, ia mulai berusaha mengotak-atik mesin untuk mentransmisi gambar, sekaligus suara, lewat radio. Tak lama kemudian ia berhasil mengirim citra kasar melewati transmiter tanpa-kabel ke pewawat penerima yang berjarak beberapa meter. Pada Januari 1925 dia mendemonstrasikan televisi di depan umum di Royal Institute di London. Ini adalah peragaan televisi paling awal.

Pada tahun 1929, BBC melakukan siaran televisi perdana, menggunakan peralatan Baird. Namun ketika itu ia belum memanfaatkan penggunaan tabung sinar-Katode, yang menjadi dasar televisi modern. Sehingga sistem buatannya kalah bersaing dengan sistem baru pada tahun 1933.

Sejarah Pertelevisian di Indonesia

Teknologi televisi bermula dari penemuan electrische teleskop sebagai perwujudan dari gagasan seorang mahasiswa Berlin jerman timur) yang bernama Paul Gothlieb Nipkow. ia memanfaatkan electrische teleskop untuk mengirim gambar melalui udara dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini terjadi antara tahun 1883 – 1884. Karena penemuannya itu, Nipkow diakui sebagai Bapak Televisi Dunia.

Sejak penemuan Televisi, di berbagai negara di dunia mulai diperkenalkan televisi sebagai sarana yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat umum. TV di perkenalkan ke Indonesia sekitar tahun 1962 yaitu bertepatan dengan pelaksanaan Olahraga Asia IV (Asian games IV) di jakarta.

Peresmian Televisi dengan nama Televisi Republik Indonesia (TVRI) dibuka presiden Soekarno tanggal 24 Agustus 1962. Tujuan utama dari pengadaan TV itu adalah untuk meliput semua kejuaraan dan pertandingan selama pesta olahraga berlangsung.

Perkembangan dunia pertelevisian di Indonesia semakin marak sejak pemerintah mengeluarkan izin kehadiran televisi swasta untuk mengudara pada tahun 1989. Stasiun televisi pertama adalah Rajawali Citra Televisi Indonesia atau RCTI. RCTI mengudara secara nasional pada tanggal 24 Agustus 1989. Stasiun TV swasta lainnya antara lain Surya Citra Televisi (SCTV) mulai mengudara bulan Agustus 1989, Televisi Pendidikan indonesia (TPI) [sekarang ini (2011) TPI sudah berganti nama mejadi MNCTV] mulai mengudara tanggal 23 anuari 1991, Andalas Televisi (ANTV) tahun 1993, Indosiar Januari 1995. Dan pada tahun 2001 mengudara pula beberapa Televisi Swasta Nasional lainnya, antara lain Metro TV, Trans TV, TV7 [TV7 saat ini (2011) namanya diubah menjadi Trans7], Global TV, Lativi [Lativi berubah namnya menjadi TV One Pada tanggal 14 Februari 2008].

Disamping TV swasta nasinal yang mulai bermunculan, banyak pula berminculan Stasiun TV lokal atau wilayah, antara lain JTV di jatim, CTV di Banten, Fajar TV di Makassar, Bali TV di Bali, dan banyak lagi TV swasta daerah lainnya.
Load disqus comments

0 komentar