Biodata, Biografi, Profil dan Foto Cita Citata - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Friday, April 29, 2016

Biodata, Biografi, Profil dan Foto Cita Citata

Biodata, Biografi, Profil dan Foto Cita Citata    Biodata   Nama: Cita Citata  Tempat tanggal lahir: 14 Agustus 1994  Zodiak: Leo  Single: Kalimera Athena, Sakitnya Tuh di Sini  Sinetron: Diam-Diam Suka, Cinta Lama Bersemi Kembali      Biografi   Awal Kehidupan Cita lahir di Bandung pada 14 Agustus 1994. Ia merupakan anak bungsu dari 6 bersaudara. Cita sebenarnya tak mau jadi artis. Menurutnya menjadi selebritis berarti kehilangan banyak ruang pribadi. Ia lebih suka menjadi penyanyi biasa seperti yang sudah ia lakoni selama 10 tahun terakhir. Ia sudah mulai menyanyi sejak kelas IV sekolah dasar. Ia menyanyi dangdut di acara acara hajatan sampai saat menginjak kelas VI. Setelah masuk ke sekolah menengah, ia beralih menyanyi pop. Lalu belakangan ia malah menyanyi lagu-lagu jazz. Pas remaja mulai beralih ke pop, lalu ke jazz. Karena tak ada anggota keluarganya yang penyanyi atau pekerja seni, ia belajar sendiri tanpa guru, hanya dengan cara mendengarkan dengan cermat lagu-lagu yang akan ia nyanyikan. Ia memilih lagu dangdut karena saat itu yang paling populer. Tapi begitu menginjak remaja, ia kerap mendengar bagaimana pelantun lagu dangdut dianggap norak. Gara-gara ini ia pindah haluan, tak mau lagi menyanyi dangdut.   Perjalanan Karir Ketika pindah ke

Biodata


Nama: Cita Citata

Tempat tanggal lahir: 14 Agustus 1994

Zodiak: Leo

Single: Kalimera Athena, Sakitnya Tuh di Sini

Sinetron: Diam-Diam Suka, Cinta Lama Bersemi Kembali

Biodata, Biografi, Profil dan Foto Cita Citata    Biodata   Nama: Cita Citata  Tempat tanggal lahir: 14 Agustus 1994  Zodiak: Leo  Single: Kalimera Athena, Sakitnya Tuh di Sini  Sinetron: Diam-Diam Suka, Cinta Lama Bersemi Kembali      Biografi   Awal Kehidupan Cita lahir di Bandung pada 14 Agustus 1994. Ia merupakan anak bungsu dari 6 bersaudara. Cita sebenarnya tak mau jadi artis. Menurutnya menjadi selebritis berarti kehilangan banyak ruang pribadi. Ia lebih suka menjadi penyanyi biasa seperti yang sudah ia lakoni selama 10 tahun terakhir. Ia sudah mulai menyanyi sejak kelas IV sekolah dasar. Ia menyanyi dangdut di acara acara hajatan sampai saat menginjak kelas VI. Setelah masuk ke sekolah menengah, ia beralih menyanyi pop. Lalu belakangan ia malah menyanyi lagu-lagu jazz. Pas remaja mulai beralih ke pop, lalu ke jazz. Karena tak ada anggota keluarganya yang penyanyi atau pekerja seni, ia belajar sendiri tanpa guru, hanya dengan cara mendengarkan dengan cermat lagu-lagu yang akan ia nyanyikan. Ia memilih lagu dangdut karena saat itu yang paling populer. Tapi begitu menginjak remaja, ia kerap mendengar bagaimana pelantun lagu dangdut dianggap norak. Gara-gara ini ia pindah haluan, tak mau lagi menyanyi dangdut.   Perjalanan Karir Ketika pindah ke



Biografi


Awal Kehidupan Cita lahir di Bandung pada 14 Agustus 1994. Ia merupakan anak bungsu dari 6 bersaudara. Cita sebenarnya tak mau jadi artis. Menurutnya menjadi selebritis berarti kehilangan banyak ruang pribadi. Ia lebih suka menjadi penyanyi biasa seperti yang sudah ia lakoni selama 10 tahun terakhir. Ia sudah mulai menyanyi sejak kelas IV sekolah dasar. Ia menyanyi dangdut di acara acara hajatan sampai saat menginjak kelas VI. Setelah masuk ke sekolah menengah, ia beralih menyanyi pop. Lalu belakangan ia malah menyanyi lagu-lagu jazz. Pas remaja mulai beralih ke pop, lalu ke jazz. Karena tak ada anggota keluarganya yang penyanyi atau pekerja seni, ia belajar sendiri tanpa guru, hanya dengan cara mendengarkan dengan cermat lagu-lagu yang akan ia nyanyikan. Ia memilih lagu dangdut karena saat itu yang paling populer. Tapi begitu menginjak remaja, ia kerap mendengar bagaimana pelantun lagu dangdut dianggap norak. Gara-gara ini ia pindah haluan, tak mau lagi menyanyi dangdut.

Perjalanan Karir Ketika pindah ke Jakarta pada tahun 2012, Cita mulai menyanyikan lagu-lagu jazz. Ini pun, kata dia, karena permintaan penyelenggara acara yang ingin ia menyanyikan lagu-lagu jazz dan tembang lawas terutama love songs era generasi bunga (tahun ‘70-an atau ‘80-an). Saat masih di Bandung, Cita kerap diundang menyanyi di hotel, restoran, dan kafe. Ia hijrah ke Jakarta setelah lulus sekolah menengah atas. Orang tuanya awalnya sempat tak setuju dengan keputusannya itu. Cita mengaku ia pergi dari rumah tanpa memberi tahu orang tuanya akan ke mana. Padahal ia ingin pindah untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Cita mendapat ajakan menyanyi dari kawannya.

Awalnya di acara-acara pernikahan atau kegiatan kantor lalu dia bertemu dengan seseorang yang kini menjadi manajernya. Ketika sedang menyanyi mengisi acara sebuah bank pemerintah di lapangan golf Gading Serpong, Tangerang, sekitar bulan Agustus 2014 lalu, ia mendapatkan tawaran untuk membuat single dari manajernya . Tawaran itu tak langsung ia terima. Ia pulang ke Bandung selama beberapa minggu untuk menimbang-nimbang, sekaligus meminta restu dari orang tuanya. Akhirnya ia memutuskan untuk menerima tawaran itu. Lagu pertama yang ia rekam berjudul Kalimera Athena, ciptaan penyanyi senior, Doel Sumbang. Setelah single Kalimera Athena, ia kemudian bergabung dengan Sani Musik Indonesia pada pertengahan tahun 2014 sebagai penyanyi dangdut. Ia merilis singel yang berjudul Sakitnya Tuh di Sini. Lagu Sakitnya Tuh Di Sini tercipta gara-gara ia kelelahan saat merekam single pertamanya, Kalimera Athena, di sebuah studio di Pluit, Jakarta Utara.

Lagu ciptaan Doel Sumbang ini, kata dia, susah sekali dinyanyikan. Berulang-ulang take, Cita masih saja membuat kesalahan. Dia pun nyeletuk, “Sakitnya tuh di sini”, sambil menunjuk dadanya. Tjahjadi dan Ishak, pencipta lagu Cabe-cabean dan Bang Jali, kebetulan sedang berada di studio tersebut. Dua pencipta lagu itu langsung membuatkan lirik dan musiknya. Tak ada yang menyangka bahwa dua minggu kemudian lagu Sakitnya Tuh Di Sini langsung meledak setelah dirilis. Ia mengaku sangat terkejut sekaligus bangga dengan pencapaiannya. 

                                    

Ia tak mengira lagu dangdut remix itu bisa digemari masyarakat Indonesia. Dalam beberapa minggu, lagu tersebut berada di posisi puncak di berbagai radio di seluruh Indonesia. Lagu tersebut disukai dari anak-anak ramaja dewasa hinga orang tua. Liriknya yang mudah di ingat dan musiknya yang sangat asik untuk bergoyang menjadi daya tarik tersendiri. Di Jakarta, Cita hidup sendiri mengontrak rumah di daerah Bumi Serpong Damai, Tangerang. Ia berani memutuskan hidup terpisah dengan orang tua lantaran sejak kecil sudah terbiasa mandiri. Orang tuanya juga tak khawatir. 
Load disqus comments

0 komentar