Biografi Plato - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Thursday, April 21, 2016

Biografi Plato

Biografi Plato Plato dilahirkan di Atena pada tahun 427SM. Plato berasal dari keluarga Aristokrasi yang memegang posisi penting dalam politik Atena. Nama Plato sendiri diberikan oleh gurunya yakni Socrates. Sejak berumur 20 tahun plato mengikuti pelajaran sokrates. Sejak berumur 20 tahun plato mengikuti pelajaran sokrates, ia menjadi pengikut Socrates yang setia. Tahun 399 SM, Socrates diseret ke pengadilan dengan tuduhan tak berdasar yaitu merusak akhlak generasi muda Athena. Socrates dihukum mati. Hal ini membuat plato sangat membenci pemerintahan demokratis. Sebagai seorang pemuda Plato memiliki ambisi politik, tetapi ia kecewa terhadap sikap dan perilaku para pemimpin politik di Athena. Dia akhirnya menjadi murid Socrates, belajar filosofi dasar dan gaya dialektis dari perdebatan: mengejar kebenaran melalui pertanyaan, jawaban, dan pertanyaan tambahan. Tahun 399 SM, Socrates diseret ke pengadilan dengan tuduhan tak berdasar yaitu merusak akhlak generasi muda Athena. Socrates dihukum mati. Hal ini membuat plato sangat membenci pemerintahan demokratis. Plato menyaksikan kematian Socrates di tangan demokrasi Athena pada 399 SM. Mungkin takut untuk keamanan sendiri, ia meninggalkan Athena untuk sementara waktu dan melakukan perjalanan ke Italia, Sisilia, dan Mesir. Pada tahun 387 Plato kembali ke Athena dan mendirikan Akademi, lembaga pendidikan yang

Plato dilahirkan di Atena pada tahun 427SM. Plato berasal dari keluarga Aristokrasi yang memegang posisi penting dalam politik Atena. Nama Plato sendiri diberikan oleh gurunya yakni Socrates. Sejak berumur 20 tahun plato mengikuti pelajaran sokrates. Sejak berumur 20 tahun plato mengikuti pelajaran sokrates, ia menjadi pengikut Socrates yang setia. Tahun 399 SM, Socrates diseret ke pengadilan dengan tuduhan tak berdasar yaitu merusak akhlak generasi muda Athena. Socrates dihukum mati. Hal ini membuat plato sangat membenci pemerintahan demokratis.


Sebagai seorang pemuda Plato memiliki ambisi politik, tetapi ia kecewa terhadap sikap dan perilaku para pemimpin politik di Athena. Dia akhirnya menjadi murid Socrates, belajar filosofi dasar dan gaya dialektis dari perdebatan: mengejar kebenaran melalui pertanyaan, jawaban, dan pertanyaan tambahan. Tahun 399 SM, Socrates diseret ke pengadilan dengan tuduhan tak berdasar yaitu merusak akhlak generasi muda Athena. Socrates dihukum mati. Hal ini membuat plato sangat membenci pemerintahan demokratis. Plato menyaksikan kematian Socrates di tangan demokrasi Athena pada 399 SM. Mungkin takut untuk keamanan sendiri, ia meninggalkan Athena untuk sementara waktu dan melakukan perjalanan ke Italia, Sisilia, dan Mesir.

Pada tahun 387 Plato kembali ke Athena dan mendirikan Akademi, lembaga pendidikan yang sering digambarkan sebagai universitas pertama di Eropa. Sebuah akademi yang berjalan lebih dari 900 tahun yang memperkenalkan kurikulum yang komprehensif, termasuk mata pelajaran seperti astronomi, biologi, matematika, teori politik, dan filsafat. Aristoteles adalah mahasiswa Akademi paling menonjol. Tulisan-tulisan Plato banyak berupa dialog; ide-ide filsafat yang canggih. Pengumpulan karya Plato yang paling awal terdiri 35 dialog dan 13 huruf. Keaslian dari beberapa dialog dan sebagian besar tulisannya hingga kini masih diperdebatkan. Plato menghabiskan sisa umurnya yang empat puluh tahun di Athena, mengajar dan menulis tentang filsafat. Muridnya yang masyhur, Aristoteles, yang jadi murid akademi di umur tujuh belas tahun sedangkan Plato waktu itu sudah menginjak umur enam puluh tahun. Ia meninggal pada sekitar usia 80 di Athena pada 348 atau 347 SM.

Biografi Plato Plato dilahirkan di Atena pada tahun 427SM. Plato berasal dari keluarga Aristokrasi yang memegang posisi penting dalam politik Atena. Nama Plato sendiri diberikan oleh gurunya yakni Socrates. Sejak berumur 20 tahun plato mengikuti pelajaran sokrates. Sejak berumur 20 tahun plato mengikuti pelajaran sokrates, ia menjadi pengikut Socrates yang setia. Tahun 399 SM, Socrates diseret ke pengadilan dengan tuduhan tak berdasar yaitu merusak akhlak generasi muda Athena. Socrates dihukum mati. Hal ini membuat plato sangat membenci pemerintahan demokratis. Sebagai seorang pemuda Plato memiliki ambisi politik, tetapi ia kecewa terhadap sikap dan perilaku para pemimpin politik di Athena. Dia akhirnya menjadi murid Socrates, belajar filosofi dasar dan gaya dialektis dari perdebatan: mengejar kebenaran melalui pertanyaan, jawaban, dan pertanyaan tambahan. Tahun 399 SM, Socrates diseret ke pengadilan dengan tuduhan tak berdasar yaitu merusak akhlak generasi muda Athena. Socrates dihukum mati. Hal ini membuat plato sangat membenci pemerintahan demokratis. Plato menyaksikan kematian Socrates di tangan demokrasi Athena pada 399 SM. Mungkin takut untuk keamanan sendiri, ia meninggalkan Athena untuk sementara waktu dan melakukan perjalanan ke Italia, Sisilia, dan Mesir. Pada tahun 387 Plato kembali ke Athena dan mendirikan Akademi, lembaga pendidikan yang

Plato menulis tak kurang dari tiga puluh enam buku, kebanyakan menyangkut masalah politik dan etika selain metafisika dan teologi. Karya Plato yang paling terkenal tertuls dalam buku yang berjudul Republik. Buku ini berisi gagasan Plato mengenai pemerintahan yang paling ideal. Menurut Plato pemerintahan yang baik seharusnya dipegang oleh Aristokrat, yaitu seorang pemimpin terbaik terbijak dan orang pilihan dari suatu Negara. Pemilihan pemimpin sebaiknya tidak melalui pemungutan suara, tetapi melalui proses keputusan bersama yang ditetapkan oleh guardian. Guardian sendiri berarti kumpulan para penguasa dan pemimpin masyarakat. Plato mengajarkan bahwa bagi semua orang, baik lelaki atau perempuan seharusnya memiliki hak yang sama untuk menjadi pemimpin, sehingga ia filosof pertama yang mengusulkan persamaan kesempatan tanpa memandang jenis kelamin.

Untuk membuktikan persamaan pemberian kesempatannya, Plato menganjurkan agar pertumbuhan dan pendidikan anak-anak dikelola oleh negara. Anak-anak pertama-tama harus memperoleh pendidikan yang layak. Republik terbaca luas selama berabad-abad. Tetapi sistem politik yang dianjurkan didalamnya belum pernah dipraktekkan sebagai model pemerintahan di Negara manapun. Selama masa antara jaman Plato hingga kini, umumnya negara-negara Eropa menganut sistem kerajaan. Di abad-abad belakangan ini beberapa negara menganut bentuk pemerintah demokratis. Ada juga yang menganut sistem pemerintahan militer, atau di bawah tiran totaliterisme seperti Hitler dan Mussolini. Tak satu pun pemerintahan-pemerintahan ini punya kemiripan dengan republik ideal Plato. Teori Plato tak pernah jadi anutan partai politik mana pun, atau jadi basis gerakan politik seperti halnya terjadi pada ajaran-ajaran Karl Marx.

Ajaran Plato


Ajaran Plato yang terkenal yakni ajaran tentang ide-ide. Ajaran inilah inti dasar dari filsafat Plato. Plato mengartikan kata ide itu merupakan suatu yang objektif. Menurut Plato ada ide-ide yang terlepas dari subjek yang berpikir. Menurut Plato ide-ide tidak bergantung pada pemikiran, sebaliknya pemikiran bergantung pada ide-ide. Justru karena ada ide-ide yang berdiri sendiri. Pemikiran kita dimungkinkan. Pemikiran itu tidak lain dari pada menaruh perhatian kepada ide-ide itu.

Diantara semua gagasan plato ada tiga gagasan yang paling terkenal yakni:

Ajaran tentang ide, yang meliputi gagasannya tentang dualisme. Ajaran tentang Jiwa yang meliputi pembagian jiwa yakni Akal ( yang meliputi sifat kebijaksanaan ), kehendak (yang meliputi sifat keberanian), nafsu (yang meliputi sifat kesopanan).

Ajaran tentang negara yakni yang mencakup tiga golongan. Yang pertama, Pemimpin (filosof), yang kedua yaitu pelengkap atau pembantu ( yang meliputi para prajurit yang bertugas untuk mengamankan negara. Yang ke tiga yaitu golongan pekerja ( yang meliputi rakyat biasa petani yang bertugas membantu jalannya Ekonomi Negara.

Negara ideal menurut Plato menganut prinsip mementingkan kebajikan, kebajikan menurut Plato adalah pengetahuan.

Apapun yang dilakukan atas nama negara haruslah dimaksudkan untuk mencapai kebajikan itu.

Diantara semua gagasan plato ada tiga gagasan yang paling terkenal yakni:

Ajaran tentang ide, yang meliputi gagasannya tentang dualisme. Ajaran tentang Jiwa yang meliputi pembagian jiwa yakni Akal ( yang meliputi sifat kebijaksanaan ), kehendak (yang meliputi sifat keberanian), nafsu (yang meliputi sifat kesopanan). 

                   Biografi Plato Plato dilahirkan di Atena pada tahun 427SM. Plato berasal dari keluarga Aristokrasi yang memegang posisi penting dalam politik Atena. Nama Plato sendiri diberikan oleh gurunya yakni Socrates. Sejak berumur 20 tahun plato mengikuti pelajaran sokrates. Sejak berumur 20 tahun plato mengikuti pelajaran sokrates, ia menjadi pengikut Socrates yang setia. Tahun 399 SM, Socrates diseret ke pengadilan dengan tuduhan tak berdasar yaitu merusak akhlak generasi muda Athena. Socrates dihukum mati. Hal ini membuat plato sangat membenci pemerintahan demokratis. Sebagai seorang pemuda Plato memiliki ambisi politik, tetapi ia kecewa terhadap sikap dan perilaku para pemimpin politik di Athena. Dia akhirnya menjadi murid Socrates, belajar filosofi dasar dan gaya dialektis dari perdebatan: mengejar kebenaran melalui pertanyaan, jawaban, dan pertanyaan tambahan. Tahun 399 SM, Socrates diseret ke pengadilan dengan tuduhan tak berdasar yaitu merusak akhlak generasi muda Athena. Socrates dihukum mati. Hal ini membuat plato sangat membenci pemerintahan demokratis. Plato menyaksikan kematian Socrates di tangan demokrasi Athena pada 399 SM. Mungkin takut untuk keamanan sendiri, ia meninggalkan Athena untuk sementara waktu dan melakukan perjalanan ke Italia, Sisilia, dan Mesir. Pada tahun 387 Plato kembali ke Athena dan mendirikan Akademi, lembaga pendidikan yang

Ajaran tentang negara yakni yang mencakup tiga golongan. Yang pertama, Pemimpin (filosof), yang kedua yaitu pelengkap atau pembantu ( yang meliputi para prajurit yang bertugas untuk mengamankan negara. Yang ke tiga yaitu golongan pekerja ( yang meliputi rakyat biasa petani yang bertugas membantu jalannya Ekonomi Negara.
Load disqus comments

0 komentar