Biografi Marie Curie - Penemu Radioaktif - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Friday, May 13, 2016

Biografi Marie Curie - Penemu Radioaktif

Biografi Marie Curie - Penemu Radioaktif   Marie Curie lahir di Warsawa, Polandia, pada tanggal 7 November 1867 dan meninggal di Savoy, Prancis, pada tanggal 4 Juli 1934 pada umur 67 tahun karena menderita sakit kanker darah, akibat terlalu banyak kena sinar radioaktif ketika menyelidiki dan memisahkan radium. Ayah guru fisika dan ibunya kepala sekolah. Di Polandia ia bernama Manya Sklodowska. Nama itu berubah jadi Mania, Marja, Marya dan akhirnya di Prancis jadi Marie. Orang tua Marie beranak lima orang. Marie adalah yang paling muda. Sejak kecil ia cerdas dan kuat ingatannya. Pada umur 15 tahun ia lulus Sekolah Menengah dengan nilai tertinggi. Tapi malang orang tuanya miskin. Pada umur 17 tahun Marie terpaksa mencari nafkah dengan jadi guru privat. Pada waktu itu Polandia di bawah kekuasaan Rusia, seperti zaman sekarang. Marie ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi, tapi pada waktu itu di Polandia gadis dilarang masuk universitas.   Oleh karena itu setelah tabungannya cukup, ia pindah ke Paris dan kuliah di Sarbonne, bagian dari Universitas Paris. Pada tahun 1894 ia bertemu dengan Pierre Curie. Tahun berikutnya mereka melangsungkan pernikahan. Pada tahun 1896 Henri Becquerel menemukan sinar yang mirip sinar-X pada uranium. Marie Curie

Marie Curie lahir di Warsawa, Polandia, pada tanggal 7 November 1867 dan meninggal di Savoy, Prancis, pada tanggal 4 Juli 1934 pada umur 67 tahun karena menderita sakit kanker darah, akibat terlalu banyak kena sinar radioaktif ketika menyelidiki dan memisahkan radium. Ayah guru fisika dan ibunya kepala sekolah. Di Polandia ia bernama Manya Sklodowska. Nama itu berubah jadi Mania, Marja, Marya dan akhirnya di Prancis jadi Marie. Orang tua Marie beranak lima orang. Marie adalah yang paling muda. Sejak kecil ia cerdas dan kuat ingatannya. Pada umur 15 tahun ia lulus Sekolah Menengah dengan nilai tertinggi. Tapi malang orang tuanya miskin. Pada umur 17 tahun Marie terpaksa mencari nafkah dengan jadi guru privat. Pada waktu itu Polandia di bawah kekuasaan Rusia, seperti zaman sekarang. Marie ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi, tapi pada waktu itu di Polandia gadis dilarang masuk universitas.


Oleh karena itu setelah tabungannya cukup, ia pindah ke Paris dan kuliah di Sarbonne, bagian dari Universitas Paris. Pada tahun 1894 ia bertemu dengan Pierre Curie. Tahun berikutnya mereka melangsungkan pernikahan. Pada tahun 1896 Henri Becquerel menemukan sinar yang mirip sinar-X pada uranium. Marie Curie segera mempelajari sinar itu. Pada tahun 1898 Marie menemukan torium dan menciptakan istilah radioaktivitas. Pada tahun itu juga ia menemukan polonium dan radium.

Marie memulai pendidikan nya di Warsaw, pada tahun 1891 diusianya yang ke 24, dia mengikuti saudarinya Bronislawa ke paris untuk menuntut ilmu. Disana Marie memperoleh gelar pendidikannya yang tertinggi dan memulai penelitiannya di bidang sains. Di Tahun 1903 dia berhasil meraih Nobel di bidang Fisika bersama dengan suaminya Pierre Curie bersama seorang fisikawan bernama Henri Becquerel. Kemudian kembali memenangkan penghargaan Nobel pada tahun 1911 di bidang kimia.

Karirnya menunjukkan, dalam jenis jenis pekerjaan yang mungkin, seorang wanita sanggup melakukan penyelidikan ilmiah yang punya kualitas tinggi. Atas dasar ini dia menjadi amat gemerlapan, sehingga banyak orang yang punya kesan bahwa dialah orang yang menemukan radioaktif. Tetapi nyatanya radioaktif diketemukan oleh Antoine Henri Becquerel. Tak perlu dipersoalkan lagi bahwa prioritas jatuh pada Becquerel, karena baru sesudah Marie Curie membaca laporan penemuan Becquerel barulah dia dan lakinya, Pierre, yang juga sama-sama ilmuwan berbakat mulai penyelidikan masalah itu.

Yang sesungguhnya hasil karya Marie Curie yang mengesankan adalah penemuan dan pemisahan elemen kimia radium. Sebelum ini, dia sudah menemukan elemen radioaktif lain yang dijulukinya “polonium,” diambil dari nama negeri asalnya, Polandia. Ini memang betul-betul karya yang mengagumkan, tetapi tidaklah mempunyai arti penting yang menonjol dalam teori ilmiah. Tahun 1903, Marie Curie, Pierre Curie dan Antoine Henri Becquerel secara bersama-sama peroleh Hadiah Nobel untuk bidang fisika. Dan tahun 1911 Marie Curie dapat lagi Hadiah Nobel, kali ini untuk bidang kimia. Ini membuatnya orang pertama yang peroleh Hadiah Nobel dua kali.

Menarik untuk dicatat bahwa Marie Curie punya anak-anak kecil tatkala dia menyelesaikan penyelidikan ilmiah paling pentingnya. Puteri tertuanya, Irene, juga menjadi ilmuwan yang berhasil gemilang. Irene kawin dengan pria yang juga ilmuwan berbakat, Jean Frederic Joliot. Sepasang suami istri itu bersama-sama menemukan radioaktif buatan (artifisial). Untuk penemuan ini (yang bisa dianggap “keturunan” dari penemuan radio-aktif alamiah!) menyebabkan Joliot dan Curie membagi Hadiah Nobel tahun 1935. Puteri kedua Marie Curie, Eve, menjadi musikus terkenal dan pengarang. Betul-betul sebuah keluarga luar biasa
Load disqus comments

0 komentar