Biografi Ustadz Yusuf Mansur - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Tuesday, May 24, 2016

Biografi Ustadz Yusuf Mansur

Biografi Ustadz Yusuf Mansur  Pria yang akrab dipanggil Ustadz Yusuf Mansur lahir di Jakarta pada tanggal 19 Desember 1976 dari pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrif'ah. Beliau berasal dari keluarga Betawi yang berkecukupan, dan sangat dimanja orang tuanya. Lulusan terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di jurusan Informatika namun berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor. Kini, ustadz Yusuf Mansur telah menikah dengan Siti Maemunah dan telah dianugerahi empat orang anak. Bahkan anak yang keempat lahir pada tanggal 17 Agustus selisih beberapa jam dengan cucu pertama Presiden SBY.    Dibalik kesuksesannya sebagai ustadz yang terkenal, pendiri Pondok pesantren Daarul Quran dan pimpinan pengajian Wisata Hati, Yusuf Mansur menyimpan masa-masa kelam di masa lalunya. Beliau pernah merasakan dinginnya hotel Prodeo selama dua bulan yaitu tahun 1996 dikarenakan terlilit hutang setelah mengalami kebangkrutan bisnis yang ditekuninya di bidang informatika. Namun justru di penjara inilah beliau mendapat hikmah yang sangat besar yaitu ilmu sedekah.  Setelah mengalami masa kelam, Yusuf Mansur mulai bangkit kembali. Beliau memulai bisnisnya dengan berjualan es di sekitar terminal Kalideres. Dari ketekunan, keuletan serta ilmu sedekah yang diyakininya, bisnis Yusuf Mansur terus berkembang, dari

Pria yang akrab dipanggil Ustadz Yusuf Mansur lahir di Jakarta pada tanggal 19 Desember 1976 dari pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrif'ah. Beliau berasal dari keluarga Betawi yang berkecukupan, dan sangat dimanja orang tuanya. Lulusan terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di jurusan Informatika namun berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor. Kini, ustadz Yusuf Mansur telah menikah dengan Siti Maemunah dan telah dianugerahi empat orang anak. Bahkan anak yang keempat lahir pada tanggal 17 Agustus selisih beberapa jam dengan cucu pertama Presiden SBY.


Dibalik kesuksesannya sebagai ustadz yang terkenal, pendiri Pondok pesantren Daarul Quran dan pimpinan pengajian Wisata Hati, Yusuf Mansur menyimpan masa-masa kelam di masa lalunya. Beliau pernah merasakan dinginnya hotel Prodeo selama dua bulan yaitu tahun 1996 dikarenakan terlilit hutang setelah mengalami kebangkrutan bisnis yang ditekuninya di bidang informatika. Namun justru di penjara inilah beliau mendapat hikmah yang sangat besar yaitu ilmu sedekah.

Setelah mengalami masa kelam, Yusuf Mansur mulai bangkit kembali. Beliau memulai bisnisnya dengan berjualan es di sekitar terminal Kalideres. Dari ketekunan, keuletan serta ilmu sedekah yang diyakininya, bisnis Yusuf Mansur terus berkembang, dari yang awalnya menggunakan termos beralih ke gerobak dan mempunyai banyak anak buah.

Awal sukses perjalanan karier Yusuf Mansur dimulai dari perkenalannya dengan sebuah LSM. Selama di LSM itulah Yusuf Mansur meluncurkan buku pertamanya yaitu Wisata Hati mencari Tuhan yang hilang. Tanpa diduga, buku pertamanya itu, mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Berawal dari buku tersebut, Yusuf Mansur kebanjiran order bedah buku dan sebagai penceramah agama. Di tengah ceramahnya, Yusuf Mansur selalu menyisipkan ilmu sedekah yang disertai dengan berbagai keajaiban dan kisah nyata.

Selanjutnya karier Yusuf Mansur makin mengkilap setelah bertemu dengan Yusuf Ibrahim seorang produser dari label PT Virgo Ramayana Record yang menggandengnya menggarap kaset tausiah Kun Fayakun, The Power of Giving dan Keluarga. Kemudian bersama Wisata Hati dan SinemaArt, Yusuf Mansur juga meluncurkan Kasih Hati yang menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan berdasarkan kisah nyata. Kemudian bersama Zaskia Medca, Agus Kuncoro dan Dessy Ratnasari, ustadz Yusuf menggarap film berjudul Kun Fayakun yang merupakan proyek dari kegiatan roadshow selama Januari - April 2008.

Melalui Yayasan Wisata Hati yang dibentuknya, beliau juga menyediakan layanan sms Kun Fayakun untuk memberikan jawaban atas permasalahan yang ada. Yusuf Mansur juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al-Qur'an (PPPA), sebuah program yang menyiapkan calon-calon penghafal Al-Qur'an dan juga menjadi ladang sedekah bagi keluarga besar Wisata Hati. Yusuf Mansur benar benar seorang Tokoh Nasional from zero to hero. Layak menjadi salah satu tokoh perubahan. Semua beliau capai dengan mempraktekkan sendiri ilmu sedekah yang selalu ia sampaikan dalam tiap kali ceramah.
Load disqus comments

0 komentar