Sejarah Shaum - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Sunday, June 26, 2016

Sejarah Shaum

 Sejarah Shaum  Shaum merupakan ritual ibadah yang diajarkan oleh para Nabi, sejak Nabi Adam A.S hingga Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para Nabi.  Namun begitu banyak orang yang berShaum mereka hanya mendapatkan rasa haus dan lapar, padahal Shaum adalah untukku begitu firman Allah SWT, lalu apa seseungguhnya hakekat Shaum dan kenapa Shaum menjadi ibadah yang begitu istimewa?  Ramadhan menjadi bulan istimewa karena pada bulan ini ummat Islam diwajibkan untuk berShaum. Shaum secara bahasa artinya menahan atau meninggalkan, atau berpindah dari suatu perbuatan keperbuatan lainnya. Shaum juga bisa berarti diam. Secara termonologi, Shaum berarti menahan diri dari makan minum dan berhubungan suami istri dengan niat beribadah kepada Alllah mulai dari terbitnya fajar hingga terbenam matahari. Shaum mengandung banyak hikmah dan faedah, Shaum ditujukan untuk melatih jiwa, untuk mengendalikan nafsu dan mendidik jiwa untuk memegang amanah. Shaum juga melatih kesabaran dan ketabahan bahkan Shaum juga berfaedah untuk kesehatan.  Selain Shaum ramadhan ajaran Islam juga mengenal Shaum sunnah seperti Shaum 6 hari dibulan syawal, Shaum arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dan Shaum tarwiyyah pada tanggal 8 Dzulhijjah bagi yang tidak menunaikan ibadah haji. Selain itu ada Shaum Senin Kamis, Shaum Daud dan Shaum

Shaum merupakan ritual ibadah yang diajarkan oleh para Nabi, sejak Nabi Adam A.S hingga Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para Nabi.

Namun begitu banyak orang yang berShaum mereka hanya mendapatkan rasa haus dan lapar, padahal Shaum adalah untukku begitu firman Allah SWT, lalu apa seseungguhnya hakekat Shaum dan kenapa Shaum menjadi ibadah yang begitu istimewa?


Ramadhan menjadi bulan istimewa karena pada bulan ini ummat Islam diwajibkan untuk berShaum. Shaum secara bahasa artinya menahan atau meninggalkan, atau berpindah dari suatu perbuatan keperbuatan lainnya. Shaum juga bisa berarti diam. Secara termonologi, Shaum berarti menahan diri dari makan minum dan berhubungan suami istri dengan niat beribadah kepada Alllah mulai dari terbitnya fajar hingga terbenam matahari. Shaum mengandung banyak hikmah dan faedah, Shaum ditujukan untuk melatih jiwa, untuk mengendalikan nafsu dan mendidik jiwa untuk memegang amanah. Shaum juga melatih kesabaran dan ketabahan bahkan Shaum juga berfaedah untuk kesehatan.

Selain Shaum ramadhan ajaran Islam juga mengenal Shaum sunnah seperti Shaum 6 hari dibulan syawal, Shaum arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah dan Shaum tarwiyyah pada tanggal 8 Dzulhijjah bagi yang tidak menunaikan ibadah haji. Selain itu ada Shaum Senin Kamis, Shaum Daud dan Shaum asuro pada tanggal 10 Muhamram. Ada juga Shaum 3 hari dipertengahan bulan, namun ummat Islam diharamkan Shaum diwaktu-waktu tertentu yaitu pada hari Raya Idul Fitri, Idul Adha dan hari Tasyrik yaitu pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

Perintah kewajiban berShaum dibulan Ramadhan pertama kali diturunkan pada bulan Sya'ban tahun kedua Hijriah, hingga akhir hayatnya Rasulullah menjalankan Shaum sebanyak 9 kali. Kewajiban Shaum diturunkan sejarah bertahap, awalnya bersifat pilihan seperti dijelaskan dalam surah Al Baqarah ayat 184, "Dan bagi yang berat menjalankan Shaum maka wajib membayar fidyah dengan cara memberi makan orang-orang miskin", ayat ini diturunkan dengan Qaish bin Said yang sudah lanjut usia yang tidak mampu menjalankan Shaum, dalam satu riwayat Rasulullah SAW datang ke Madinah pada hari Asyuro kemudian beliau berShaum 3 hari setiap bulan.

Bertahapnya kewajiban berShaum disesuaikan dengan kondisi ummat Islam pada saat itu, ketika pada sahabat telah mantap akidahnya maka Allah Ta'ala menurunkan ayat yang mewajibkan Shaum dibulan ramadhan seperti yang dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 185, "Bulan Ramadhan bulan yang didalamnya diturunkan permulaan Al Quran sebagai petunjuka bagi manusia dan penjelasan penjelasan mengenai petunjuk dan pembeda antara yang hak dan yang bathil karena itu barangsiapa diantara kamu hadir dinegeri tempat tinggalnya dibulan itu maka hendaklah ia berShaum pada bulan itu". (Al Baqarah 185)

Kewajiban Shaum pada bulan ramadhan menurut sebagian ulama dijelaskan juga dalam ayat 183 dalam surat Al Baqarah, yang menarik dari ibadah Shaum yang dilebihkan dari ibadah lainnya adalah bahwa semua amal ibadah sejatinya diperuntukkan bagi hamba yang melakukan ibadah itu kecuali Shaum, Shaum adalah untuk Allah dan Allah sendiri yang akan membalasnya (HR. Bukhari-Muslim)

Shaum adalah ibadah yang sangat pribadi, hubungan kita dengan sang khaliq, tidak ada yang mengetahui kita tengah berShaum kecuali Allah Ta'ala. Shaum adalah ibadah yang tidak terlihat karena itu ibadah ini dilakukan semata-mata demi ketaatan demi Allah Azza wa Jalla. Shaum merupakan ibadah yang bertujuan mengekang nafsu manusia dari kesenangan dan kelezatan dunia, siang hari seorng hamba menahan diri dari semua yang membatalkan Shaum dan perbuatan maksiat. Dimalam hari seorang hamba menyibukkan diri dengan Qiyamul lail dan membaca al Quran, serta merenungi kebesaran-Nya, inilah yang melebihkan bulan ramadhan dibanding bulan lainnya.

Orang yang berShaum dinilai merugi jika masih memenuhi dirinya dengan berbicara kotor, fitnah, membicarakan kejelekan orang lain dan menyakiti orang lain, serta bersikap sombong. Ujian berShaum dibulan ramadhan begitu berat, sejarah menceritakan kala itu ditanah Arab bulan ramadhan berlangsung dalam kondisi sangat panas dan kering. Ro dalam kata Ramadhan mempunyai arti panas yang membakar, tidak panas yang menyengat selai dibulan Ramadhan. Disiang hari panas begitu menyengat dan berlangsung lebih lama hingga 16 jam.

Walaupun kalender ummat Islam mengembangkan kalender komariah yang berbasis peredaran bulan membuktikan bahwa bulan ramadhan tidak selalu bertepatan dengan musim panas, sehingga ramadhan memiliki makna metafori, ramadhan yang artinya membakar dimaknai sebagai bulan untuk membakar dosa-dosa kaum mukmin karena tujuan akhir berShaum adalah untuk menjadi orang-orang yang bertaqwa, jadi kata panas membakar tidak selalu ditujukan secara fisik dalam pengertian suhu dan cuaca. Wallahu a'lam.

Imam Abu Hamid Al Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin membagi Shaum dalam tiga tingkatan, Pertama. Shaumnya orang awwam, yaitu Shaum yang hanya menahan diri dari perkara yang membatalkan Shaum, seperti makan dan minum. Kedua Shoum Khusus atau Shaum orang khusus. Selain menahan diri dari perkara yang membatalkan Shaum juga menjaga pancaindera dan seluruh badan dari segala dosa. Ketiga Shoum khusus hul khusus atau puasnya orang istimewa. Selain berShaum dari yang membatalkan dan berShaum dari dosa juga hatinya berShaum tidak lagi memikirkan soal duniawi.

Banyak rahasia dan hikma Shaum yang bisa kita raih selama menjalankan ibadah ini dengan sungguh sungguh hingga mencapai tingkatannya Shaum orang yang istimewa. Shaum merupakan latihan untuk menguatkan jiwa dalam mengendalikan hawa nafsu karena hawa nafsu cenderung mengarahkan manusia kepada kesesatan.

Allah Ta'ala mengingatkan kita dalam firman-Nya, "Maka pernah kah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan sepengetahuannya dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya, maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah membiarkannya sesat, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran". (QS.Al Jaziyah 23)

Shaum itu mendidik kemauan, kemauan untuk meningkatkan keimanan dan mempertahankan keinginannya yang baik. Hikmah lainnya Shaum bisa menyehatkan badan dan mengenalkan nikmat sehat, untuk bersyukur atas nikmat sesungguhnya tidak akan terasa sebelum datang yang namanya penderitaan.

Setelah seharian tidak makan dan minum serta merasakan derita orang yang kelaparan maka kita akan merasakan sebuah kenikmatan makan dan minum pada saatnya kita berbuka diwaktu Magrib, sehingga rasa syukur kita akan buah kenikmatan itu bukanlah rasa syukur basa-basi.

Arti Ramadhan dan Kedudukannya


Ramadhan jamaknya ramadhanat atau armidha, maknanya sangat terik atau yang panas karena terik matahari. Orang Arab dahulu ketika mengubah nama-nama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab, mereka menamakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilalui (bulan itu). Maka kebetulan bulan Ramadhan masa itu berada dalam kondisi yang panas karena matahari bersinar dengan teriknya. Sebab itulah, bulan itu disebut dengan sebutan Ramadhan, melalui masa panas kerena sangat terik matahari.

Bulan Ramadhan adalah bulan satu-satunya yang disebut namanya dalam al-Qur’an. “Bulan ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an untuk menjadi petunjuk bagi umat dan bermacam-macam keterangan yang merupakan petunjuk dan perintah antara yang benar dengan yang batal” (QS. Al-Baqarah ayat 185) 

Allah memilih Ramadhan sebagai momen bagi-Nya untuk melimpahkan nikmat besar-Nya kepada para hamba-Nya, yaitu nikmat al-Qur’an. Al-Qur’an sendiri adalah kitab suci yang tidak ada bandingannya, yang mempunyai daya hidup untuk sepanjang masa selama layar bahtera dunia berkembang, bahkan kemasa-masa sesudahnya. Al-Qur’an juga adalah tali pengikat bagi seluruh umat Islam di dunia ini.

Bulan Ramadhan adalah bulan Allah menurunkan ayat Al-Qur’an yang terakhir dan yang terawal. Di bulan Ramadhan pula risalah kerasulan kepada nabi Muhammad saw diturunkan dan menugaskan beliau untuk bangkit dan menyampaikan risalah tauhid kepada umat manusia.
Load disqus comments

0 komentar