Biografi Pengusaha Aprie Angeline - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Sunday, August 21, 2016

Biografi Pengusaha Aprie Angeline

Biografi Pengusaha Aprie Angeline  Salah jurusan kuliah malah jadi pengusaha   Ya, kisah itu pasti jamak terdengar, seperti halnya kisah wanita cantik satu ini. Namun, bukan sembarangan salah jurusan loh, karena jurusannya di Fakutltas Kedokteran yang notabennya menjanjikan. Loh kok bisa salah? Menurut berbagai sumber kami dapatkan ini karena cita- cita lainnya. Ketika itu, ketika dirinya sudah menginjak kaki di Yogyakarta, ada perasaan asing dalam dirinya. Mulai kuliah di Universitas Gajah Mada, Fakultas Kedokteran Gigi, Aprie sudah merasa tak nyaman.  Padahal waktu itu baru berjalan beberapa semester. Sempat terlintas di benaknya mau berhenti saja dan jadi artis terkenal. Merasa salah jurusan membuatnya memilih asik mengerjakan hal lain. Disela- sela kuliahnya dibuka- bukannya koneksi internet. Ketemulah sebuah bisnis online menarik hatinya. Ia lantas berjualan baju dan juga sepatu online.  "Bisnis menjadi pelampiasan saya merasa tidak kuat di jurusan itu,"ujar Aprie kepada Kompas. Sempat mau berhenti tapi takut kepada orang tuanya. Sumber inspirasi   Perjalanan wanita 23 tahun ini memang menginspirasi. Alasan lain kenapa merasa salah jurusan usut- punya usut karena ia pelupa. Dia juga ceriwis orangnya. Ketika berkuliah terpaksa harus mengeremnya. Itulah juga alasan kenapa memilih menjadi artis saja. Aprie pun mulai

Salah jurusan kuliah malah jadi pengusaha


Ya, kisah itu pasti jamak terdengar, seperti halnya kisah wanita cantik satu ini. Namun, bukan sembarangan salah jurusan loh, karena jurusannya di Fakutltas Kedokteran yang notabennya menjanjikan. Loh kok bisa salah? Menurut berbagai sumber kami dapatkan ini karena cita- cita lainnya. Ketika itu, ketika dirinya sudah menginjak kaki di Yogyakarta, ada perasaan asing dalam dirinya. Mulai kuliah di Universitas Gajah Mada, Fakultas Kedokteran Gigi, Aprie sudah merasa tak nyaman.


Padahal waktu itu baru berjalan beberapa semester. Sempat terlintas di benaknya mau berhenti saja dan jadi artis terkenal. Merasa salah jurusan membuatnya memilih asik mengerjakan hal lain. Disela- sela kuliahnya dibuka- bukannya koneksi internet. Ketemulah sebuah bisnis online menarik hatinya. Ia lantas berjualan baju dan juga sepatu online.

"Bisnis menjadi pelampiasan saya merasa tidak kuat di jurusan itu,"ujar Aprie kepada Kompas. Sempat mau berhenti tapi takut kepada orang tuanya.

Biografi Pengusaha Aprie Angeline  Salah jurusan kuliah malah jadi pengusaha   Ya, kisah itu pasti jamak terdengar, seperti halnya kisah wanita cantik satu ini. Namun, bukan sembarangan salah jurusan loh, karena jurusannya di Fakutltas Kedokteran yang notabennya menjanjikan. Loh kok bisa salah? Menurut berbagai sumber kami dapatkan ini karena cita- cita lainnya. Ketika itu, ketika dirinya sudah menginjak kaki di Yogyakarta, ada perasaan asing dalam dirinya. Mulai kuliah di Universitas Gajah Mada, Fakultas Kedokteran Gigi, Aprie sudah merasa tak nyaman.  Padahal waktu itu baru berjalan beberapa semester. Sempat terlintas di benaknya mau berhenti saja dan jadi artis terkenal. Merasa salah jurusan membuatnya memilih asik mengerjakan hal lain. Disela- sela kuliahnya dibuka- bukannya koneksi internet. Ketemulah sebuah bisnis online menarik hatinya. Ia lantas berjualan baju dan juga sepatu online.  "Bisnis menjadi pelampiasan saya merasa tidak kuat di jurusan itu,"ujar Aprie kepada Kompas. Sempat mau berhenti tapi takut kepada orang tuanya. Sumber inspirasi   Perjalanan wanita 23 tahun ini memang menginspirasi. Alasan lain kenapa merasa salah jurusan usut- punya usut karena ia pelupa. Dia juga ceriwis orangnya. Ketika berkuliah terpaksa harus mengeremnya. Itulah juga alasan kenapa memilih menjadi artis saja. Aprie pun mulai

Sumber inspirasi


Perjalanan wanita 23 tahun ini memang menginspirasi. Alasan lain kenapa merasa salah jurusan usut- punya usut karena ia pelupa. Dia juga ceriwis orangnya. Ketika berkuliah terpaksa harus mengeremnya. Itulah juga alasan kenapa memilih menjadi artis saja. Aprie pun mulai mencoba- coba mengerjakan bisnis online shop. Gadis kelahiran Sorong, 5 April 1991, ini juga mengerjakan beberapa syuting sinetron dan modeling.

"Saya malah ingin jadi artis dan terkenal," ujarnya.

Baik online dan offline dipenuhi oleh aneka kegiatan. Kesemuanya tak ada hubungannya dengan kuliah yang tengah dijalani. Berjalan waktu malah rasa asyiknya terpenuhi dari bisnis online. Seolah melupakan cita- cita utamanya menjadi artis terkenal. Tahun 2012 menjadi tonggak sejarah, nekat mengajukan cuti kuliah, cuma buat menekuni bisnis onlinenya.

Dia mulai belajar bagaiman memasok barang sendiri. Aprie juga belajar dari pemasok barang dagangannya. Kesemuanya proses dagang dipelajarinya otodidak. Ia sendiri mengaku tak begitu paham memproses bisnis online awalnya. Otodidak saja bermodal Black Berry Messenger. Dari berjualan pakaian dan sepat ternyata tak cocok baginya. Memang beberapa orang nyaman tapi tidak buat sosoknya yang haus kesuksesan. Dia berdalih jualan produk fashion mengecewakan.

Berbisnis pakain online untungnya tipis. Terkadang dia harus menombokinya sendiri. Selain itu karena ambil dari orang lain, terkadang, kualitasnya jauh dari apa yang digambarkan. Untuk sepatu masalahnya selain hal itu adalah ia mencobanya sendiri. Aprie harus mencobanya sendiri. Karena ia tak tau pasti ukuran sepatu dari konsumennya. Kami mencoba menerawang itu semua karena model bisnisnya reseller. Dan, Aprie itu terlalu perfeksionis untuk membeli produknya dulu.

Kan tak semua pengusaha suka mengira- ngira kualitas produknya. Juga tak semua orang memiliki rasa soal bisnis fashion. Jualan shampo

Tak mau berhenti karena memang sudah cinta. Beralihlah sasaran bisnsnya dari produk fashion ke kosmetik. Ketika itu ia mendapatkan tawaran langsung dari produsennya. Produk skin care buatan luar negeri dicoba dijualnya. Namun, sebelum berani menjual, Aprie mencobanya dulu ke dirinya sendiri. Alhasil ternyata cocok hingga diputuskan untuk dijualkan. Respon pelanggan pun positif membuatnya semakin bersemangat. Respon positif datang dari pelanggan setianya.

"Karena saya selalu memberikan pelayanan yang baik, pelanggan percaya terhadap produk yang saya jual," tambah Aprie.

Bisnis Billion Online Shop (nama online shop -nya) meningkat pesat. Bahkan omzetnya bisa mencapai angka Rp.3 juta tiap bulannya. Dia makin yakin akan pilihan niche -nya. Dalam beberapa bulan uang puluhan juta sudah dikantungnya. Apa kunci sukses online shop Billion Online Shop? Gampang kok, Aprie menjelaskan harus bisa menahan diri. Tak boleh marah dan selalu mencoba mendekatkan mereka. Ketika nanti membalas pesanan pun tak asal jawab.

Tersusun sebuah komunikasi dua arah yang ramah. Itu ternyata efektif membangun kedekatan antara ia dan juga konsumen. "Itu membuat konsumen makin dekat dan percaya pada kami," terangnya. Kembali merasa tak puas akan bisnisnya. Terbersit sebuah ide untuk buat membuat produknya sendiri. Putri dari pasangan Jistor Situmorang dan Lukeria Rajaguguk ini, memutuskan akan membuat produknya sendiri. Tapi produk seperti apa yang akan dibuatnya. Hingga Aprie menghadapi masalah dengan rambutnya. Lantas ia mencoba membuat produk samponya sendiri. Cewek yang pernah mengikuti olimpiade IPA saat SMA ini mencari- cari informasinya.

Bagaimana cara membuat sampo sendiri. Dia kemudian aktif berkonsultasi dengan orang- orang paham akan hal tersebut. "Kebetulan, sejak SMA saya juga hobi meracik- racik, jadi sedikit banyak tahu," terangnya lagi. Pada awal 2013 -an, diperkenalkan lah produknya sendiri, sebuah sampo Angeline Hair Treatment (AHT), menggunakan bahan herbal berkualitas. Oleh karena itulah harganya jadi relatif mahal. Meski begitu eh diluar dugaan malah jadi booming di pasaran.

Harga mahal tak masalah karena dirinya sudah punya costumer based. Sampo yang fokus bagaimana cara agar bisa cepat menumbuhkan rambut. Itulah masalah utama rambut miliknya juga. Ini telah menjadi produk andalan bisnisnya sampai sekarang. Modal Rp.10 juta dibuatlah 200 botol sampo. Penjualan terus meningkat saja. Saban bulan sudah bisa menjual seribu pake sampo AHT. Omzetnya sudah bisa tembus angka Rp.230 juta saja.

Adapula paket perawata rambut conditioner dan hair tonic. Harga paketnya dibandrol sampai Rp.200.000. Produk lainnya ialah gula nira dimana kadar glukosanya rendah. Aprie memang mengaku tertarik produk- produk herbal. Untuk usaha samponya sudah ada 20 orang karyawan. Produk gulanya diberi nama Java Sweet Sugar dipasarkan secara online. Dimana sudah melibatkan 25 petani kelapa. Sukses menjual ratusan toples dalam sebulan.

"Gula ini lagi naik daun," kata dia.

Produk gulanya sudah merambah tidak cuma Yogyakarta, tapi seantero Indonesia. Aprie pun masih belum lah puas. Selanjutnya ada produk frescare yaitu masker wajah herbal. Dalam waktu dekat, seperti dikutip dari Kontan melalui Kompas, tahun 2015 nanti akan diluncurkan lotion pelembab herbal.

Biografi Pengusaha Aprie Angeline  Salah jurusan kuliah malah jadi pengusaha   Ya, kisah itu pasti jamak terdengar, seperti halnya kisah wanita cantik satu ini. Namun, bukan sembarangan salah jurusan loh, karena jurusannya di Fakutltas Kedokteran yang notabennya menjanjikan. Loh kok bisa salah? Menurut berbagai sumber kami dapatkan ini karena cita- cita lainnya. Ketika itu, ketika dirinya sudah menginjak kaki di Yogyakarta, ada perasaan asing dalam dirinya. Mulai kuliah di Universitas Gajah Mada, Fakultas Kedokteran Gigi, Aprie sudah merasa tak nyaman.  Padahal waktu itu baru berjalan beberapa semester. Sempat terlintas di benaknya mau berhenti saja dan jadi artis terkenal. Merasa salah jurusan membuatnya memilih asik mengerjakan hal lain. Disela- sela kuliahnya dibuka- bukannya koneksi internet. Ketemulah sebuah bisnis online menarik hatinya. Ia lantas berjualan baju dan juga sepatu online.  "Bisnis menjadi pelampiasan saya merasa tidak kuat di jurusan itu,"ujar Aprie kepada Kompas. Sempat mau berhenti tapi takut kepada orang tuanya. Sumber inspirasi   Perjalanan wanita 23 tahun ini memang menginspirasi. Alasan lain kenapa merasa salah jurusan usut- punya usut karena ia pelupa. Dia juga ceriwis orangnya. Ketika berkuliah terpaksa harus mengeremnya. Itulah juga alasan kenapa memilih menjadi artis saja. Aprie pun mulai

Sukses di usia muda ternyata mempunya sisi kelam dibelakan. Tak disangka ia pernah sempat merasa mau bunuh diri. Alasannya karena merasa tak punya pengalaman berarti dalam hidupnya. Dia pernah depresi saat harus menjalankan studi tak sesuai hatinya. Sempat terlintas mau bunuh diri saja, "Saya depresi banget". Dia sendiri tak berani ngomong sama orang tua. Itu lantaran orang tua sudah dianggapnya berkorban banyak. Ia tau betul tak sedikit biaya dikeluarkan.

"Mau ngomong sama ortu enggak berani karena sudah mengeluarkan biaya dan banyak orang yang tahu," jelasnya lagi.

Menjadi dokter memang karena permintaan orang tua. Karena belum ada dokter di dalam keluarganya. Dia pun mendapatkan hikmah tersendiri. Dimana bukan memilih cita- citanya tapi juga tak terbebani gelar dokter miliknya. Ia malah menemukan kenikmatan dalam berbisnis. Aprie gigih meyakinkan kedua orang tuanya. Caranya ialah melalui kesuksesan berupa penghasilan. Ini menghasilkan loh, jelasnya kepada kedua orang tua, hingga akhirnya ikhlas.
Load disqus comments

0 komentar