Biografi Dennis Gabor - Penemu Holografi - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Monday, September 26, 2016

Biografi Dennis Gabor - Penemu Holografi

Biografi Dennis Gabor - Penemu Holografi  Dennis Gabor adalah seorang fisikawan Britania Raya kelahiran Kekaisaran Austria-Hongaria (kini Hongaria) yang memenangkan Penghargaan Nobel dalam Fisika pada 1971 untuk penemuan dan pengembangannya pada metode holografis.  Dennis Gabor lahir sebagai Günszberg Denes, dalam sebuah keluarga Yahudi di Budapest, Hongaria. Denis adalah anak sulung dari Günszberg Bernát dan Jakobovits Adel. Meskipun memiliki latar belakang agama, namun agama memainkan peran kecil di kemudian hari dan ia menganggap dirinya agnostik. Pada tahun 1902, keluarga mendapat izin untuk mengubah nama dari Günszberg ke Gabor.  Pada 1947, saat bekerja di Departemen British Thomson-Houston, Gabor menemukan holografi. Penemuan yang brilian ini ditemukan secara tidak sengaja oleh Gabor. Awalnya Gabor sedang berusaha meneliti mikroskop elektron. Ia mengembangkan teori untuk mengembangkan kemampuan mikroskop elektron itu. Pada saat ia berusaha membuktikan teorinya tersebut ia tidak menggunakan pancaran elektron, tetapi justru menggunakan cahaya. Dengan percobaan itu, Gabor malah menemukan teori holografi, ilmu yang memproduksi hologram. Dengan teori tersebut, ia berhasil menciptakan hologram pertama di dunia. Istilah hologram ciptaan Gabor berasal dari Bahasa Yunani holo dan gramma, untuk teknik ini, yang berarti “pesan menyeluruh”.  Sebagian besar literatur menyebutkan, hologram dibuat Gabor melalui proses pembelahduaan

Dennis Gabor adalah seorang fisikawan Britania Raya kelahiran Kekaisaran Austria-Hongaria (kini Hongaria) yang memenangkan Penghargaan Nobel dalam Fisika pada 1971 untuk penemuan dan pengembangannya pada metode holografis.


Dennis Gabor lahir sebagai Günszberg Denes, dalam sebuah keluarga Yahudi di Budapest, Hongaria. Denis adalah anak sulung dari Günszberg Bernát dan Jakobovits Adel. Meskipun memiliki latar belakang agama, namun agama memainkan peran kecil di kemudian hari dan ia menganggap dirinya agnostik. Pada tahun 1902, keluarga mendapat izin untuk mengubah nama dari Günszberg ke Gabor.

Pada 1947, saat bekerja di Departemen British Thomson-Houston, Gabor menemukan holografi. Penemuan yang brilian ini ditemukan secara tidak sengaja oleh Gabor. Awalnya Gabor sedang berusaha meneliti mikroskop elektron. Ia mengembangkan teori untuk mengembangkan kemampuan mikroskop elektron itu. Pada saat ia berusaha membuktikan teorinya tersebut ia tidak menggunakan pancaran elektron, tetapi justru menggunakan cahaya. Dengan percobaan itu, Gabor malah menemukan teori holografi, ilmu yang memproduksi hologram. Dengan teori tersebut, ia berhasil menciptakan hologram pertama di dunia. Istilah hologram ciptaan Gabor berasal dari Bahasa Yunani holo dan gramma, untuk teknik ini, yang berarti “pesan menyeluruh”.

Sebagian besar literatur menyebutkan, hologram dibuat Gabor melalui proses pembelahduaan selajur sinar laser. Lajur pertama, disebut “acuan”, menyinari selembar lempeng peka foto atau film, sedangkan lajur kedua menyinari objek untuk diholografikan. Cahaya yang direfleksikan objek ini bertabrakan di atas lempengan tadi, dan menciptakan pola gabungan yang, setelah dikembangkan lagi, menampilkan citra 3D. Pada waktu itu, hologram hanya membutuhkan satu ruangan, tempat citra tertentu ditembakkan sehingga seolah-olah menjadi bagian dari ruangan itu sendiri. Citra tadi, dengan sendirinya, menimbulkan kesan nyata dan sangat fantastis. Namun sayang, hologram ciptaan Gabor tidak tersedia secara komersial sampai pengenalan laser pada 1960.

Dalam perkembangannya sinar yang dibutuhkan untuk menciptakan hologram yang lebih baik adalah sinar laser yang baru dikembangkan pada tahun 1960. Hologram ini berhasil dikembangkan oleh Pribram. Ia sangat jeli membaca konsep holografi sehingga menemukan penjelasan yang telah lama dicari-cari oleh para ilmuwan otak. Pribram yakin bahwa ingatan terekam bukan di dalam sel-sel otak, melainkan di dalam pola-pola impuls saraf yang merambah seluruh otak, seperti pola-pola interferensi sinar laser yang merambah seluruh wilayah pelat film yang mengandung suatu gambar holografik. Dengan kata lain, Pribram yakin bahwa otak itu sendiri merupakan hologram.

Pekerjaan dia yang dilakukan pada akhir tahun 1940an, didasari oleh pekerjaan sebelumnya di bidang mikroskopi sinar X oleh ilmuwan lain, seperti Mieczysław Wolfke pada tahun 1920 dan William Lawrence Bragg pada tahun 1939.

                Biografi Dennis Gabor - Penemu Holografi  Dennis Gabor adalah seorang fisikawan Britania Raya kelahiran Kekaisaran Austria-Hongaria (kini Hongaria) yang memenangkan Penghargaan Nobel dalam Fisika pada 1971 untuk penemuan dan pengembangannya pada metode holografis.  Dennis Gabor lahir sebagai Günszberg Denes, dalam sebuah keluarga Yahudi di Budapest, Hongaria. Denis adalah anak sulung dari Günszberg Bernát dan Jakobovits Adel. Meskipun memiliki latar belakang agama, namun agama memainkan peran kecil di kemudian hari dan ia menganggap dirinya agnostik. Pada tahun 1902, keluarga mendapat izin untuk mengubah nama dari Günszberg ke Gabor.  Pada 1947, saat bekerja di Departemen British Thomson-Houston, Gabor menemukan holografi. Penemuan yang brilian ini ditemukan secara tidak sengaja oleh Gabor. Awalnya Gabor sedang berusaha meneliti mikroskop elektron. Ia mengembangkan teori untuk mengembangkan kemampuan mikroskop elektron itu. Pada saat ia berusaha membuktikan teorinya tersebut ia tidak menggunakan pancaran elektron, tetapi justru menggunakan cahaya. Dengan percobaan itu, Gabor malah menemukan teori holografi, ilmu yang memproduksi hologram. Dengan teori tersebut, ia berhasil menciptakan hologram pertama di dunia. Istilah hologram ciptaan Gabor berasal dari Bahasa Yunani holo dan gramma, untuk teknik ini, yang berarti “pesan menyeluruh”.  Sebagian besar literatur menyebutkan, hologram dibuat Gabor melalui proses pembelahduaan

Penemuan ini merupakan hasil yang tidak diduga dari riset yang dilakukan dalam mengembangkan mikroskop elektron di perusahaan British Thomson-Houston (BTH) di Kota Rugby, Inggris, dan perusahaan tersebut mengajukan paten pada Desember 1947. Teknik ini sampai sekarang masih digunakan dalam penggunaan mikroskop elektron, dimana teknik ini dikenal dengan istilah holografi elektron, tetapi holografi optikal tidak berkembang banyak hingga penemuan laser pada tahun 1960. Kata holografi berasal dari kata dalam bahasa Yunani ὅλος (hólos; "seluruh") dan γραφή (grafḗ; "tulisan" atau "lukisan").
Load disqus comments

0 komentar