Saturday, September 24, 2016

Biografi The Rain

Visit Pusat Bet

 Biografi The Rain    Sebelumnya band ini bernama No Rain setelah mereka mengubahnya menjadi The Rain. Awalnya dari Indra Prasta (vokalis) datang ke Jogja setelah ia lulus SMA untuk belajar bermain musik di tahun 1998. Di Jogja dia bertemu dengan Iwan Tanda yang telah membentuk band bernama No Rain yang beranggotakan Iwan Tanda (gitaris), Olive (bass), Iko (gitaris), dan Dian (drum). Ke empat orang ini mengajak Indra untuk bergabung dan mengisi posisi vokalis yang masih lowong. Tapi sayang band ini tak berumur panjang dan akhir bubar di tengah jalan di tahun 2000.  Setelah No Rain bubar, Indra dan Iwan bertemu dengan Aang Anggoro dan Ipul Bahri. Pertemuan mereka dengan kedua orang ini bermula dari seringnya mereka bertemu di Studio Alamanda tempat mereka sering latihan. Setelah itu ke empat orang ini bergabung bersama dan membentuk band bernama The Rain di tahun 2000, Indra Prasta (Vokalis & Gitaris), Iwan Tanda (Vokalis & Gitaris), Aang Anggoro (Drummer), Ipul Bahri (Bass).  Di tahun 2003 mereka merilis album perdana dengan judul “Hujan Kali Ini” berisikan 12 Lagu dari hasil karya mereka sendiri dengan lagu hits-hitsnya antara lain, “Terima Kasih Karena Kau Mencintaiku”, “Jangan Pergi”. Setelah 2


Sebelumnya band ini bernama No Rain setelah mereka mengubahnya menjadi The Rain. Awalnya dari Indra Prasta (vokalis) datang ke Jogja setelah ia lulus SMA untuk belajar bermain musik di tahun 1998. Di Jogja dia bertemu dengan Iwan Tanda yang telah membentuk band bernama No Rain yang beranggotakan Iwan Tanda (gitaris), Olive (bass), Iko (gitaris), dan Dian (drum). Ke empat orang ini mengajak Indra untuk bergabung dan mengisi posisi vokalis yang masih lowong. Tapi sayang band ini tak berumur panjang dan akhir bubar di tengah jalan di tahun 2000.


Setelah No Rain bubar, Indra dan Iwan bertemu dengan Aang Anggoro dan Ipul Bahri. Pertemuan mereka dengan kedua orang ini bermula dari seringnya mereka bertemu di Studio Alamanda tempat mereka sering latihan. Setelah itu ke empat orang ini bergabung bersama dan membentuk band bernama The Rain di tahun 2000, Indra Prasta (Vokalis & Gitaris), Iwan Tanda (Vokalis & Gitaris), Aang Anggoro (Drummer), Ipul Bahri (Bass).

Di tahun 2003 mereka merilis album perdana dengan judul “Hujan Kali Ini” berisikan 12 Lagu dari hasil karya mereka sendiri dengan lagu hits-hitsnya antara lain, “Terima Kasih Karena Kau Mencintaiku”, “Jangan Pergi”. Setelah 2 tahun kemudian mereka merilis album kedua dengan judul “senandung Kala Hujan” yang berisikan 12 lagu dengan lagu hitsnya “Persimpangan”.

Selanjutnya di tahun 2007 mereka meluncurkan album ketiga dengan judul “Serenade” dan di album ini mereka mendulang sukses dengan lagunya menjadi hits, seperti lagu “Serenade”, “Dan Biar Esok Menjadi Misteri”, “Terlalu Indah”, dan “Tak Terkendali”. Setelah sukses dengan album Serenade, selanjutnya mereka merilis album ke empat dengan judul “Perjalanan Tak Tergantikan” yang berisikan 10 lagu. Di tahun 2012 mereka meluncurkan album kelima dengan judul “Jingga Senja dan Deru Hujan”.


Hujan Kali Ini


Album pertama The Rain, Hujan Kali Ini, dirilis pada tahun 2003 dan menelurkan banyak hits seperti Dengar Bisikku, Jangan Pergi, Terima Kasih Karena Kau Mencintaiku dan Coba Lupakan Kamu. Album ini mendapatkan Golden Award dan terjual sebanyak 140 ribu kopi. Lewat album perdana ini mereka mulai sering manggung ke berbagai penjuru Indonesia. Beberapa lagu di album ini dipakai menjadi theme song beberapa sinetron, salah satunya adalah sinetron berjudul Cintaku Di Kampus Biru. Lagu Dengar Bisikku hingga bertahun-tahun kemudian masih mendapat airplay yang tinggi di banyak radio.


Senandung Kala Hujan


Tahun 2005, dua tahun setelah album pertama dirilis, The Rain menyelesaikan album Senandung Kala Hujan, dengan hits seperti Tolong Aku, Kau Buat Aku Menunggu dan Bulan Sabit. The Rain semakin matang di panggung dan semakin serius menggarap konsep pertunjukan mereka. Sebagian besar konser mereka saat itu tercatat sold out.


Serenade dan Pergantian Label


Dua tahun kemudian, di tahun 2007, album Serenade dirilis. Lagu Terlalu Indah, Dan Biar Esok Menjadi Misteri dan Persimpangan mendapat airplay yang tinggi di banyak radio di seluruh Indonesia. Sebuah album yang mendapat review yang positif di banyak media. Tak lama kemudian, The Rain menjadi nominator dalam IKONTM ASEAN Music Initiative Awards. Pada tahun 2008, The Rain menjadi nominator Bands Who Can Free Their Voice dalam sebuah festival musik tahunan di Indonesia, bersama dengan J-Rocks, Padi, Nidji dan beberapa band lain. Tak lama kemudian, The Rain terlibat dalam tur Rising Stars. Di pertengahan tahun 2008, setelah menyelesaikan kontrak 3 album dengan label mereka Trinity Optima Production, The Rain bergabung dengan Nagaswara.


Perjalanan Tak Tergantikan Dalam Proyek Komik


Di awal 2009, album Perjalanan Tak Tergantikan dirilis. Lagu Boleh Saja Benci dipilih menjadi single pertama album ini. Untuk video klip lagu ini, The Rain mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai pemrakarsa penggunaan payung terbanyak dalam sebuah video klip. Tak lama setelah dirilis, Boleh Saja Benci masuk dalam Top 10 RBT terlaris di salah satu provider seluler. Kemudian disusul oleh single Meninggalkan Cerita Ini, Percaya dan Perjalanan Tak Tergantikan.

Pada bulan Juli 2010, secara mengejutkan mereka merilis Komik Cihuy Anak Band, sebuah komik banyolan tentang realita dunia anak band di Indonesia. Komik ini menjadi bahasan di skala nasional, mengundang perhatian dari banyak pihak karena mengangkat hal-hal yang selama ini jarang diangkat. Lewat Komik Cihuy Anak Band, nama The Rain mulai diperhitungkan sebagai band yang membawa sesuatu yang beda di industri musik Indonesia.

 Biografi The Rain    Sebelumnya band ini bernama No Rain setelah mereka mengubahnya menjadi The Rain. Awalnya dari Indra Prasta (vokalis) datang ke Jogja setelah ia lulus SMA untuk belajar bermain musik di tahun 1998. Di Jogja dia bertemu dengan Iwan Tanda yang telah membentuk band bernama No Rain yang beranggotakan Iwan Tanda (gitaris), Olive (bass), Iko (gitaris), dan Dian (drum). Ke empat orang ini mengajak Indra untuk bergabung dan mengisi posisi vokalis yang masih lowong. Tapi sayang band ini tak berumur panjang dan akhir bubar di tengah jalan di tahun 2000.  Setelah No Rain bubar, Indra dan Iwan bertemu dengan Aang Anggoro dan Ipul Bahri. Pertemuan mereka dengan kedua orang ini bermula dari seringnya mereka bertemu di Studio Alamanda tempat mereka sering latihan. Setelah itu ke empat orang ini bergabung bersama dan membentuk band bernama The Rain di tahun 2000, Indra Prasta (Vokalis & Gitaris), Iwan Tanda (Vokalis & Gitaris), Aang Anggoro (Drummer), Ipul Bahri (Bass).  Di tahun 2003 mereka merilis album perdana dengan judul “Hujan Kali Ini” berisikan 12 Lagu dari hasil karya mereka sendiri dengan lagu hits-hitsnya antara lain, “Terima Kasih Karena Kau Mencintaiku”, “Jangan Pergi”. Setelah 2

Merilis Single Tanpa Album dan Tertundanya Pengerjaan Album Kelima


Beberapa bulan setelah merilis Komik Cihuy Anak Band, The Rain merilis sebuah single baru berjudul Bermain dengan Hatiku. Di single ini, The Rain kembali ke nuansa lagu di album-album awal mereka dahulu. Sebuah lagu mellow dengan orkestrasi yang menghanyutkan. Indra mengaku terpengaruh musik Gilbert O'Sullivan pada saat menulis lagu tersebut. Pada tahun itu juga, The Rain merilis single religi mereka yang berjudul Ingat Allah dengan balutan musik Alt. Country.

Pengerjaan album kelima The Rain tertunda karena jadwal The Rain dan kesibukan masing-masing personel. Tak lama setelah menyelesaikan tur 40 titik di pertengahan 2011, The Rain baru mulai merekam album kelima mereka yang diberi judul Jingga Senja dan Deru Hujan. Sebuah album yang pengerjaannya memakan waktu paling lama dibandingkan album-album The Rain sebelumnya.

Load disqus comments

0 komentar