Biografi Julian Assange - Pendiri Wikileaks.com - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Sunday, October 30, 2016

Biografi Julian Assange - Pendiri Wikileaks.com


 Biografi Julian Assange - Pendiri Wikileaks.com           Biodata   Nama : Julian Paul Assange  Tempat/ Tanggal Lahir : Townsville, Queensland, Australia / 3 Juli 1971  Ibu : Christine Assange  Anak : Daniel Assange  Profesi : Pendiri, Pemimpin, Juru Bicara Wikileaks  Biografi   Julian Assange memiliki kenangan yang tidak mengenakkan saat masa kecilnya. Ibunya menikah lagi dengan seorang musisi New Age. Ia tidak mendapatkan kasih sayang oleh ayah barunya tersebut. Homeschooling sudah tidak asing lagi bagi Assange. Saat umurnya menginjak 16 tahun, ia sudah bekerja sebagai hacker. Bersama teman-temannya, ia mendirikan Internasional Subversives. Mereka "mencuri" data-data penting dari situs-situs tersebut.  Pada tahun 2006, Assange dan 5 temannya resmi meluncurkan Wikileaks. Namun, hanya Julian Assange-lah yang dikenali sebagai petinggi Wikileaks. Tujuan awal Wikileaks adalah untuk membongkar kelakuan perusahaan yang buruk, dan membongkar tindak pidana korupsi. Motto Wikileaks sebenarnya mulia, yaitu “Transparansi menciptakan kehidupan lebih baik bagi semua masyarakat. Pengawasan yang baik akan mengurangi korupsi dan memperkuat demokrasi di semua institusi sosial, termasuk pemerintahan, perusahaan dan organisasi lainnya,”.  Wikileaks merupakan situs gratis dan sukarela. Assange dkk tidak dibayar untuk situs tersebut. Melainkan dibayar oleh pengunjung situs atau diberi bantuan sukarela. Wikileaks telah berhasil membongkar kasus korupsi

Biodata


Nama : Julian Paul Assange

Tempat/ Tanggal Lahir : Townsville, Queensland, Australia / 3 Juli 1971

Ibu : Christine Assange

Anak : Daniel Assange

Profesi : Pendiri, Pemimpin, Juru Bicara Wikileaks


Biografi


Julian Assange memiliki kenangan yang tidak mengenakkan saat masa kecilnya. Ibunya menikah lagi dengan seorang musisi New Age. Ia tidak mendapatkan kasih sayang oleh ayah barunya tersebut. Homeschooling sudah tidak asing lagi bagi Assange. Saat umurnya menginjak 16 tahun, ia sudah bekerja sebagai hacker. Bersama teman-temannya, ia mendirikan Internasional Subversives. Mereka "mencuri" data-data penting dari situs-situs tersebut.

Pada tahun 2006, Assange dan 5 temannya resmi meluncurkan Wikileaks. Namun, hanya Julian Assange-lah yang dikenali sebagai petinggi Wikileaks. Tujuan awal Wikileaks adalah untuk membongkar kelakuan perusahaan yang buruk, dan membongkar tindak pidana korupsi. Motto Wikileaks sebenarnya mulia, yaitu “Transparansi menciptakan kehidupan lebih baik bagi semua masyarakat. Pengawasan yang baik akan mengurangi korupsi dan memperkuat demokrasi di semua institusi sosial, termasuk pemerintahan, perusahaan dan organisasi lainnya,”.

Wikileaks merupakan situs gratis dan sukarela. Assange dkk tidak dibayar untuk situs tersebut. Melainkan dibayar oleh pengunjung situs atau diberi bantuan sukarela. Wikileaks telah berhasil membongkar kasus korupsi, keborokan perusahaan, bahkan rahasia negeri "Paman Sam" pun dibuka olehnya. Seperti rahasia mengenai perang di Irak dan Afghanistan terbeber jelas oleh Wikileaks. Ia juga berhasil mencuri data tentang penyelewengan kekusaan negara oleh pemerintah. Tindakan yang dilakukan Wikileaks sudah tentu membuat sang "korban" geram.

Masa kecil Julian kurang bahagia. Ibunya, Christine, menikah lagi dengan seorang musisi gerakan New Age yang kontroversial. Julian kecil jarang mendapatkan pendidikan formal. bahkan karena ayah tirinya sangat kejam, ia dan ibunya harus melarikan diri dan hidup nomaden. Tercatat ia telah berpindah tempat tinggal sebanyak 37 kali sebelum berusia 14 tahun. Home Schooling bukan barang baru baginya.

                    Biografi Julian Assange - Pendiri Wikileaks.com           Biodata   Nama : Julian Paul Assange  Tempat/ Tanggal Lahir : Townsville, Queensland, Australia / 3 Juli 1971  Ibu : Christine Assange  Anak : Daniel Assange  Profesi : Pendiri, Pemimpin, Juru Bicara Wikileaks  Biografi   Julian Assange memiliki kenangan yang tidak mengenakkan saat masa kecilnya. Ibunya menikah lagi dengan seorang musisi New Age. Ia tidak mendapatkan kasih sayang oleh ayah barunya tersebut. Homeschooling sudah tidak asing lagi bagi Assange. Saat umurnya menginjak 16 tahun, ia sudah bekerja sebagai hacker. Bersama teman-temannya, ia mendirikan Internasional Subversives. Mereka "mencuri" data-data penting dari situs-situs tersebut.  Pada tahun 2006, Assange dan 5 temannya resmi meluncurkan Wikileaks. Namun, hanya Julian Assange-lah yang dikenali sebagai petinggi Wikileaks. Tujuan awal Wikileaks adalah untuk membongkar kelakuan perusahaan yang buruk, dan membongkar tindak pidana korupsi. Motto Wikileaks sebenarnya mulia, yaitu “Transparansi menciptakan kehidupan lebih baik bagi semua masyarakat. Pengawasan yang baik akan mengurangi korupsi dan memperkuat demokrasi di semua institusi sosial, termasuk pemerintahan, perusahaan dan organisasi lainnya,”.  Wikileaks merupakan situs gratis dan sukarela. Assange dkk tidak dibayar untuk situs tersebut. Melainkan dibayar oleh pengunjung situs atau diberi bantuan sukarela. Wikileaks telah berhasil membongkar kasus korupsi

Ketika beranjak dewasa, ia mengikuti perkuliahan di sejumlah universitas di Australia. Pada tahun 1987, saat berusia 16 tahun, Julian memulai karirnya di bidang hacker komputer. Ia memakai nama sandi ‘Mendax’. Bersama dua rekan lain, ia mendirikan sebuah kelompok bernama Internasional Subversives. Julian dan teman-temannya bukanlah perusak program atau situs. Mereka mencuri data data dari situs tersebut yang bersifat ‘rahasia’ dan membagikannya kepada umum.

Kelompok muda tersebut memiliki akses ke sejumlah universitas ternama di Australia. Bahkan merambah hingga ke mancanegara, salah satunya akses ke Nortel, sebuah perusahaan telekomunikasi di Kanada. Namun karena masih ‘hijau’, Assange tertangkap pada tahun 1991, dan dinyatakan bersalah atas 24 tuduhan aktivitas hacking nya. Namun ia bebas tahun itu juga dengan membayar denda sejumlah AUS$2100

Pada tahun 2006, Assange bersama lima orang lainnya mendirikan situs bernama Wikileaks. Assange bertindak sebagai juru bicara bagi situs tersebut, karena itu, hanya dirinyalah satu-satunya yang dikenali sebagai petinggi Wikileaks. Tujuan awal situs ini adalah membongkar kelakuan perusahaan yang dinilai tidak etis, serta membantu pemberantasan korupsi di lembaga publik.

Motto Wikileaks sebenarnya mulia, yakni ‘Transparansi/keterbukaan’, hal itu dapat dilihat pada situsnya, yakni paragraf yang bertuliskan “Transparansi menciptakan kehidupan lebih baik bagi semua masyarakat. Pengawasan yang baik akan mengurangi korupsi dan memperkuat demokrasi di semua institusi sosial, termasuk pemerintahan, perusahaan dan organisasi lainnya,”

Wikileaks adalah situs sukarela. Julian Assange dan kawan-kawannya tidak menerima uang sepeser pun dari tindakan mereka ini. Semua biaya yang diperoleh Wikileaks berasal dari pengunjung situs tersebut. Namun hasilnya tidak main-main, Assange pernah mengatakan bahwa Wikileaks telah menghimpun dokumen-dokumen rahasia pemerintah lebih banyak dari temuan semua media di dunia bahkan jika temuan tersebut digabungkan ke dalam satu paket.

Dia telah terlibat dalam penerbitan materi tentang pembunuhan di luar hukum di Kenya, dimana ia memenangkan 2009 Amnesty International Award Media. Dia juga telah menerbitkan bahan tentang limbah beracun dumping di Afrika, manual Gereja Scientology, Teluk Guantanamo prosedur, dan bank seperti Kaupthing dan Julius Baer. Pada tahun 2010, ia menerbitkan rincian diklasifikasikan tentang keterlibatan Amerika Serikat dalam perang di Afghanistan dan Irak. Kemudian, pada tanggal 28 November 2010, WikiLeaks dan lima rekan media mulai menerbitkan kabel rahasia diplomatik AS. Gedung Putih menyebut tindakan Assange's ceroboh dan berbahaya.

Akibat dari perbuatannya, Julian Assange harus tinggal berpindah-pindah. Mungkin hal ini wajar baginya, mengingat akar ‘nomaden’ yang dimilikinya. Dia pernah menginap di bandara. Kadang dia berada di Australia, Kenya dan Tanzania. Terakhir, Assange dilaporkan menyewa sebuah rumah di Islandia, Maret lalu. Namun Julian Assange bukanlah sosok misterius. Dirinya kerap menghadiri acara wawancara dengan media ternama, seperti Al Jazeera, MSNBC, Democracy Now! dan The Colbert Report.

Julian Assange terakhir tampil di hadapan umum pada awal Juli lalu, di acara Personal Democracy Forum di New York. Kehadirannya pun tidak secara fisik, melainkan memanfaatkan kecanggihan teknologi melalui Video Conference. Hal ini wajar karena sejak saat itu Wikileaks sudah mulai membocorkan rahasia AS ke publik, tentu tak aman bagi dirinya dan rekan-rekannya untuk menginjakkan kaki di negara adidaya tersebut.

Wikilieaks memperoleh sejumlah penghargaan, di antaranya penghargaan media dari Amnesty International pada 2009, Penghargaan Economist Index on Cencorship pada 2008, Sam Adams Award pada 2010. Julian Assange pun tak luput dari penghargaan. Ia dinobatkan sebagai salah satu dari 25 visioner yang akan mengubah dunia versi majalah Utne Reader. Tak hanya itu, majalah prestisius Time pun menyematkan gelar Person Of The Year 2010 kepada pria berambut pirang ini.

Sejak tampil terakhir pada bulan Juni lalu, Assange tak pernah lagi tampak batang hidungnya hingga kini. Ia diduga tengah bersembunyi. Assange menjadi buronan nomor satu oleh Interpol berdasarkan permintaan Swedia. Tapi bukan karena urusan bocoran dokumen. Assange diincar atas tuduhan perkosaan, dan pelecehan seksual di Swedia. Tak sedikit yang berspekulasi, Assange sengaja dituduh demikian, akibat ulahnya membeberkan dokumen rahasia.

Dampak dari perbuatan Julian Assange ini sangat terasa. Negara sebesar Amerika pun kita seakan ciut nyalinya menghadapi aksi pria satu ini. Tak hanya itu, negara adidaya lain seperti China, Jepang,bahkan hingga Indonesia pun turut kebakaran jenggot. Bagaimana tidak, bukan tak mungkin dalam dokumen-dokumen rahasia tersebut terdapat hal-hal yang menyimpang sepert penyalahgunaan asas kekuasaan. Apapun yang terjadi, yang jelas Julian Assange telah menciptakan sebuah revolusi baru di bidang transparansi media.
Load disqus comments

0 komentar