Biografi Tina Talisa - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Saturday, January 28, 2017

Biografi Tina Talisa

  Biografi Tina Talisa        Biodata   Nama Lengkap : Tina Talisa  Nama Panggilan : Tina Talisa  Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 24 Desember 1979  Pendidikan Terakhir : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, Bandung  Biografi   Wanita kelahiran Bandung 24 Desember 1979 ini mengawali karirnya sebagai penyiar radio di Bandung pada tahun 2001. Karirnya mulai menanjak pada tahun 2002 saat Ia terpilih menjadi pemenang pada kontes mojang Bandung dan Jawa Barat. Dengan memenangkan kontes tersebut, Ia mendapat hadiah untuk menjadi presenter pendamping di TVRI. Setelah satu tahun menjadi presenter TVRI, Tina kemudian memutuskan kembali menjadi penyiar radio dengan segmentasi program yang lebih dewasa. Namun pada tahun 2004, Tina kembali kembali ke TVRI. Namun saat kembali Ia sudah menjadi seorang jurnalis di TV tersebut.   Ternyata Tina berniat mengembangkan karirnya ke TV swasta. Saat itu stasiun Trans TV membuka lowongan reporter/presenter. Ia pun melamar dan berhasil lolos mengalahkan ribuan pelamar lainnya. Akan tetapi kegalauan terjadi ketika Ia berpikir untuk tidak meninggalkan kota kelahirannya. Pasalnya saat itu ia juga tengah KoAs kedokteran gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran. Namun keputusannya mengambil pilihan tersebut membuatnya terkenal hingga saat ini. Saat masuk ke Trans TV, Tina Talisa memegang Program berita di


Biodata


Nama Lengkap : Tina Talisa

Nama Panggilan : Tina Talisa

Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 24 Desember 1979

Pendidikan Terakhir : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, Bandung

Biografi


Wanita kelahiran Bandung 24 Desember 1979 ini mengawali karirnya sebagai penyiar radio di Bandung pada tahun 2001. Karirnya mulai menanjak pada tahun 2002 saat Ia terpilih menjadi pemenang pada kontes mojang Bandung dan Jawa Barat. Dengan memenangkan kontes tersebut, Ia mendapat hadiah untuk menjadi presenter pendamping di TVRI. Setelah satu tahun menjadi presenter TVRI, Tina kemudian memutuskan kembali menjadi penyiar radio dengan segmentasi program yang lebih dewasa. Namun pada tahun 2004, Tina kembali kembali ke TVRI. Namun saat kembali Ia sudah menjadi seorang jurnalis di TV tersebut.

Ternyata Tina berniat mengembangkan karirnya ke TV swasta. Saat itu stasiun Trans TV membuka lowongan reporter/presenter. Ia pun melamar dan berhasil lolos mengalahkan ribuan pelamar lainnya. Akan tetapi kegalauan terjadi ketika Ia berpikir untuk tidak meninggalkan kota kelahirannya. Pasalnya saat itu ia juga tengah KoAs kedokteran gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran. Namun keputusannya mengambil pilihan tersebut membuatnya terkenal hingga saat ini. Saat masuk ke Trans TV, Tina Talisa memegang Program berita di Trans TV pada program Reportase Sore. Namanya mulai melambung saat Ia pindah ke Lativi pada 2007 yang kemudian berganti nama dengan TV One pada tahun 2008.
Nah saat di TV One nama Tina Talisa semakin melambung namanya. Acara Apa Kabar Indonesia Malam seolah menjadi acara miliknya dan sangat identik dengan Tina karena sudah akrab menyapa pemirsanya. Cara dia membawakan acara dengan cerdas dan menarik membuat banyak orang kagum dengan finalis Puteri Indonesia 2003 ini. Namun Tina megambil keputusan mengejutkan karena Ia resmi mengundurkan diri dari tvOne pada 2011 lalu. Saat ini Tina sudah pindah ke Stasiun Indosiar dan membawakan program fokus pagi yang dikemas dengan format baru.Tina Talisa sekarang berkonsentrasi pada Program Magister Ilmu Komunikasi yang diambilnya di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, Bandung.

Kehidupan pribadinya juga tak kalah merebak dari karirnya. Pernah menikah dengan putra mantan Kepala Bapennas Paskah Suzetta, Muhammad Eggi Hamzah dan bercerai di tahun 2009. Untuk kedua kalinya Tina menikah dengan seorang duda pengusaha restoran dari Aceh Amrinur Okta Jaya. Ia memiliki anak bernama Adzraa Zilly Amir (anak tiri, 08-Mar-10), Fazilka Jabbari Amir (laki-laki, L. 04-Jul-13).
Load disqus comments

0 komentar