Sejarah Persipura - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Sunday, June 4, 2017

Sejarah Persipura

     Sejarah Persipura     Persipura (Persatuan Sepak bola Indonesia Jayapura) adalah klub sepakbola yang berasal dan bermarkas di Jayapura, Papua. Persipura didirikan pada tahun 1950, merupakan salah satu klub tua di Indonesia. Persipura mempunyai julukan Mutiara Hitam. Sejak tahun 2000 prestasi Persipura di kompetisi Indonesia semakin menanjak, Persipura menjadi tim yang performanya konsisten dari musim ke musim. Mengandalkan banyak pemain lokal dan pemain muda asal Papua.  Persipura menjadi salah satu tim yang paling banyak menjurai Liga Super (Liga Indonesia) bersama Persik Kediri dan Persebaya Surabaya. Persipura meraih gelar juara pertamanya pada musim 2005 dan 2008/2009. Dalam perjalannya sebelum kini menjadi tim kuat di level tertinggi kompetisi sepak bola nasional, prestasi Persipura awalnya sejak berdiri pada 1950 turun naik dan bahkan cenderung tidak tampak. Perspura bahkan sempat terdegradasi ke divisi 2 dan menjadi juara divisi 2 liga Indonesia pada tahun dua kali juara pada musim 1979 dan 1993.  Persipura bermarkas di Stadion Mandala Jayapura. Namun, karena hingga saat ini Stadion Mandala sedang mengalami renovasi besa-besaran, maka Persipura untuk sementara ini menggunakan Stadion Andi Mattalatta, Matoanging, Makassar sebagai stadion kandangnya.  Persipura bermarkas di Stadion Mandala Jayapura. Namun karena kerusakan fasilitas yang ada musim

Persipura (Persatuan Sepak bola Indonesia Jayapura) adalah klub sepakbola yang berasal dan bermarkas di Jayapura, Papua. Persipura didirikan pada tahun 1950, merupakan salah satu klub tua di Indonesia. Persipura mempunyai julukan Mutiara Hitam. Sejak tahun 2000 prestasi Persipura di kompetisi Indonesia semakin menanjak, Persipura menjadi tim yang performanya konsisten dari musim ke musim. Mengandalkan banyak pemain lokal dan pemain muda asal Papua.

Persipura menjadi salah satu tim yang paling banyak menjurai Liga Super (Liga Indonesia) bersama Persik Kediri dan Persebaya Surabaya. Persipura meraih gelar juara pertamanya pada musim 2005 dan 2008/2009. Dalam perjalannya sebelum kini menjadi tim kuat di level tertinggi kompetisi sepak bola nasional, prestasi Persipura awalnya sejak berdiri pada 1950 turun naik dan bahkan cenderung tidak tampak. Perspura bahkan sempat terdegradasi ke divisi 2 dan menjadi juara divisi 2 liga Indonesia pada tahun dua kali juara pada musim 1979 dan 1993.

Persipura bermarkas di Stadion Mandala Jayapura. Namun, karena hingga saat ini Stadion Mandala sedang mengalami renovasi besa-besaran, maka Persipura untuk sementara ini menggunakan Stadion Andi Mattalatta, Matoanging, Makassar sebagai stadion kandangnya.

Persipura bermarkas di Stadion Mandala Jayapura. Namun karena kerusakan fasilitas yang ada musim SLI tahun 2010 lalu, Persipura menggunakan Stadion Makassar untuk menjamu tiem tamu dari klub SLI di Indonesia. Persipura juga salah satu klub Indonesia yang lulus ke AFC di tingkat Asian, selain Persiwa dan Siriwijaya FC. Laga pertama dalam musim Asian ini, tidak ada satupun perwakilan Indonesia yang lulus hingga 16 besar dan dalam musim kedua laga asian persipura kembali lulus selain Arema Indonesia dan Siriwijaya FC. Dalam laga hanya Siriwijaya FC dan persipura yang masuk ke babak 16 besar dan pada putaran 8 besar Siriwijaya FC tidak berhasil lulus, hanya persipura yang berhasil lulus masuk perempat final. Dengan Prestasi itu Persipura menjadi salah satu klub yang terdaftar di AFC dan mereka memiliki peluang juga untuk tampil di Liga yang paling tinggi di Asia atau Liga Campions Asia. Walaupun Persipura memiliki hak untuk tampil di Liga Campions Asia musim 2011/2012 ini, namun akibat dari terjadinya dualisme dalam tubuh PSSI menyebabkan Persipura harus kehilangan haknya untuk tampil di liga yang

Bergensi di Asia itu.


Persipura bermarkas di Stadion Mandala Jayapura. Namun karena kerusakan fasilitas yang ada musim SLI tahun 2010 lalu, Persipura menggunakan Stadion Makassar untuk menjamu tiem tamu dari klub SLI di Indonesia. Persipura juga salah satu klub Indonesia yang lulus ke AFC di tingkat Asian, selain Persiwa dan Siriwijaya FC. Laga pertama dalam musim Asian ini, tidak ada satupun perwakilan Indonesia yang lulus hingga 16 besar dan dalam musim kedua laga asian persipura kembali lulus selain Arema Indonesia dan Siriwijaya FC. Dalam laga hanya Siriwijaya FC dan persipura yang masuk ke babak 16 besar dan pada putaran 8 besar Siriwijaya FC tidak berhasil lulus, hanya persipura yang berhasil lulus masuk perempat final. Dengan Prestasi itu Persipura menjadi salah satu klub yang terdaftar di AFC dan mereka memiliki peluang juga untuk tampil di Liga yang paling tinggi di Asia atau Liga Campions Asia. Walaupun Persipura memiliki hak untuk tampil di Liga Campions Asia musim 2011/2012 ini, namun akibat dari terjadinya dualisme dalam tubuh PSSI menyebabkan Persipura harus kehilangan haknya untuk tampil di liga yang bergensi di Asia itu.


Prestasi Persipura Jayapura


Perserikatan

Runner-up: 1990


Liga Indonesia (Indonesia Super League)


1994/95: Peringkat ke-8 Wilayah Timur

1995/96: Semifinalis

1996/97: 12 Besar

1998/99: Peringkat ke-4 Wilayah Timur

1999/20: Peringkat ke-5 Wilayah Timur

2001 : Peringkat ke-7 Wilayah Timur

2002 : Delapan Besar

2003 : Peringkat ke-5

2004 : Peringkat ke-13

2005 : Juara

2006 : Peringkat ke-9 Wilayah Timur

2007 : Semi-finalis

2008/09: Juara Superliga


Pemain


Kiper: Aji Saka, Kurnia Meiga Hermansyah, Markus Haris Maulana.

Pemain Belakang: Benny Wahyudi, Hermawan, Irfan Raditya, Johan Ahmad farizi, Pierre Njanka, Purwaka Yudhi, Waluyo, Zulkifly Syukur.

Pemain Tengah: Ahmad Bustomi, Fariz Bhagus Dhinata, Firmansyah Aprilianto, Jalaluddin Main, Juan Revi, Landry Poulangoye, Muhammad Fachrudin, Muhammad Ridhuan, Roman Chmelo, Ronny Firmansyah.

Pemain Depan: Dendi Santoso, Gery Setia Adi, Noh Alam Shah, Rahmat Affandi, Sunarto.


Prestasi


- 1992/1993 : Juara Galatama XII

- 2004 : Juara Divisi Satu Liga Indonesia

- 2005, 2006 : Juara Copa Indonesia

- 2009 : Juara Liga Indonesia
Load disqus comments

0 komentar