Sejarah Thailand - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Thursday, July 13, 2017

Sejarah Thailand

    Sejarah Thailand   Kerajaan Thailand didirikan pada pertengahan abad ke 14. Dikenal dengan nama Siam sampai dengan 1939, Thailand adalah satu-satunya Negara di Asia tenggara yang tidak pernah dikuasai oleh bangsa Eropa. Revolusi damai pada tahun 1932 berujung pada monarki konstitusional. Bekerja sama dengan Jepang pada perang dunia ke-dua, Thailand menjadi ally Amerika setelah konflik yang terjadi. Walaupun Thailand dari sudut pandang sejarah tidak pernah menjadi negara peminum teh, Thai tea merupakan hal umum di sepanjang sejarah Thailand. Kebanyakan mengenal minuman manis kental yang disebut Thai tea. Biasanya terdiri dari the hitam dengan bunga lawang (star anise), pewarna makanan, kadang dicampur dengan rempah-rempah dan susu kental manis. Disuguhkan secara panas atau dengan es. Pohon teh adalah tanaman asli dari Thailand Utara, namun penduduk Thailand dan tetangga dekatnya Burma tidak memiliki tradisi meminum teh. Didalam sebuah resep kuno tertulis teh hijau yang direndam dengan air asin dimakan sebagai sayuran. Acar yang asin, dan agak pahit yang dihasilkandisebut “miang” dalam dialek local, adalah teh aneh bagi kebudayaan barat.  Cerita yang lebih baru mengenai bagaimana kultivasi tanaman teh lebih menarik, termasuk didalamnya sedikit sejarah yang berhubungan dengan revolusi China tahun 1949 dan periode perang

Kerajaan Thailand didirikan pada pertengahan abad ke 14. Dikenal dengan nama Siam sampai dengan 1939, Thailand adalah satu-satunya Negara di Asia tenggara yang tidak pernah dikuasai oleh bangsa Eropa. Revolusi damai pada tahun 1932 berujung pada monarki konstitusional. Bekerja sama dengan Jepang pada perang dunia ke-dua, Thailand menjadi ally Amerika setelah konflik yang terjadi. Walaupun Thailand dari sudut pandang sejarah tidak pernah menjadi negara peminum teh, Thai tea merupakan hal umum di sepanjang sejarah Thailand. Kebanyakan mengenal minuman manis kental yang disebut Thai tea. Biasanya terdiri dari the hitam dengan bunga lawang (star anise), pewarna makanan, kadang dicampur dengan rempah-rempah dan susu kental manis. Disuguhkan secara panas atau dengan es. Pohon teh adalah tanaman asli dari Thailand Utara, namun penduduk Thailand dan tetangga dekatnya Burma tidak memiliki tradisi meminum teh. Didalam sebuah resep kuno tertulis teh hijau yang direndam dengan air asin dimakan sebagai sayuran. Acar yang asin, dan agak pahit yang dihasilkandisebut “miang” dalam dialek local, adalah teh aneh bagi kebudayaan barat.

Cerita yang lebih baru mengenai bagaimana kultivasi tanaman teh lebih menarik, termasuk didalamnya sedikit sejarah yang berhubungan dengan revolusi China tahun 1949 dan periode perang dingin. Pada tahun 1949 akhir, sebagian kecil dari pasukan nasionalis Chiang-kei Shek di Yunnan (dikenal dengan nama Guo-min-dang, atau KMT) terpisah dengan pasukan utamanya. Bersamaan dengan itu, pasukan nasionalis yang kalah perang mundur ke Taiwan, meninggalkan pasukan kecil yang terpisah dari KMT Yunnan. Terisolasi, namun tidak gentar, pasukan ini memimpin serangan gerilya terhadap pasukan pembebasan China (PLA). Namun, mereka dipukul mundur ke selatan hingga ke Burma, dimana mereka melanjutkan serangan terhadap para komunis. Pada tahun 1960-1961, mereka dipaksa keluar dari Burma menuju Thailand utara, dimana asimilasi mereka baru selesai sebagian.

Selama berpuluh-puluh tahun, pejuang KMT melakukan operasi illegal didalam wilayah segitiga emas: penyelundupan permata dan obat-obatan terlarang, perdagangan gelap, dan aktivitas sejenis lainnya. Akhirnya, melalui edukasi dalam sekolah pemerintah dan program inovatif seperti Royal Project for Crop Replacement, yang menawarkan kehidupan alternatif (sah), generasi baru dari immigran berasimilasi secara kultur dan ekonomi kedalam masyarakat Thai. Penanaman the merupakan salah satu dari pilihan yang legal. Berasal dari provinsi Yunnan, daerah asal dari teh, secara alami menanam dan membuat the adalah salah satu dari kegiatan ekonomi yang dipilih oleh penduduk baru Thailand ini. Tanaman teh yang pertama diimpor dari China dan Taiwan dan ditanam pada dataran tinggi provinsi Chiang Mai pada akhir 1980. Asosiasi penanam teh Taiwan, bermaksud untuk mendukung mantan teman seperjuangan mereka di KMT dulu. Mereka mengirimkan ahli teh untuk menyediakan dukungan agrikultural secara teknis . Dua klon dari varietas teh, dikenal sebagai No. 12 dan No. 17 (ber sip-song dan ber sup-jet dalam bahasa Thai), ditanam secara besar-besaran yang mengakibatkan kualitas daun yang lebih konsisten, produktivitas yang meningkat, dan ketahana yang lebih baik dari penyakit.

Hari ini, apa yang dimulai sebagai daerah kantong China yang bersenang-senang dalam aktivitas ilegal di lembah yang mengelilingi desa Mae Salong, telah menjadi komunitas yang legitimate, kohesif, ekonomis, ditandai dengan taman teh independen yang menghasilkan teh Oolong. Adalah sebuah desa yang indah, sejuk dan bersemangat. Dengan sekolah, hotel kecil, restoran Chinesse dan Thai, dan sayangnya supermarket dan pusat game. Semua milik mereka sendiri. Gaya dari teh yang diproduksi di desa teh tersebut didominasi oleh tipe Formosa klasik. Tergulung rapat, daun abu-abu hijau ke hijau yang separuh teroksidasi diproduksi dalam gaya Tung Ting, provinsi Nantou dari Taiwan. Teh yang diproduksi di Mae Salong terjual dengan baik di pasar teh lokal dan dijual setelahnya oleh hotel, spa, dan toko makanan Thai. Sebagian dari Daun teh terbaiknya diekspor ke eropa, secara khusus ke Mariage Freres, Paris, dan kepada pasar Taiwan. Produk ini hampir tidak dikenali di Amerika. Umum dengan kebanyakan cerita mengenai penyebaran dari teh, Thai tea enemukan akarnya di tengah-tengah peperangan. Thai tea tidak dihasilkan oleh kekuatan kolonial yang berencana untuk mengeksploitasi sumber daya alam dan pekerja murah. Ini dihasilkan oleh keturunan dari kekuatan yang terkalahkan, yang mundur dari kekuatan komunis PLA. Hal ini merupakan bagian unik dari sejarah, sisi yang mengagumkan, seperti teh, kepada intrik dari bangsa-bangsa di dunia.


Sejarah Islam di Thailand



Asia tenggara. Secara geografis, kawasan asia tenggara merupakan Thailand merupakan salah satu negara diantara negara negara di kawasan kawasan antara benua Australia dan daratan China, daratan India sampai laut China. dengan begitu, thailand cukup mudah untuk dijangkau para pelancong dari zaman ke zaman untuk mencari penghidupan maupun penyebaran agama. Umat islam memiki sejarah yang panjang dalam kerajaan Thailand.hubunggan mereka dengan masyarakat Thailand serta peran mereka dalam Negara dapat ditelusuri ke zaman Ayyuthaya.kedatangan islam di negeri muangthai telah terasa pada kerajaan sukhothai di abad ketiga belas,yang merupakan buah dari hubungan dagang yang di bangun oleh para sodagar muslim Sebelum berdirinya kerajaan Ayyuthaya sebagai penganti kerajaa shukhothai setelah yang terakhir ini runtuh pada abad keempat belas.islam telah memiliki kekuatan politik yang sangat besar.perdagangan merupakan perintis proses islamisasi dan perkembangan politik kerajaan-kerajaan maritime di wilayah kepulauan di abad kelima belas,enam belas,dan tujuh belas.perdagangan juga pulalah yang merupakan factor dominant yang mendekatkan islam dengan kerajaan ayyuthaya.

Mayoritas penduduk Thailand beragama Budha, hanya sedikit yang beragama Islam dan Konghucu. Akan tetapi umat Islam di Thailand merupakan minoritas yang berkembang cepat dan merupakan minoritas terbesar setelah China, Seperti halnya kaum minoritas di negara-negara yang lain, kawasan Thailand bagian selatan yaitu pattani,yala,naratiwat,dan satul.juga termasuk bagian dari provinsi shongkala.seluruh provinsi ini dulunya masuk wilayah kerajaan pattani pada abad ke-12,sebelum kerajaan shungkothai berdiri yang merupakan basis masyarakat melayu-muslim.disebut dalam sejarah bahwa kerajaan pattani merupakan salah satu Negara yang makmur dan berpengaruh di asia tenggara .daerah ini merupakan wilayah muda di Negara Thailand,baik secara politik maupun administratif .Islam masuk di Thailand diperkirakan pada Abad ke-10 atau ke-11. di kawasan Thailand selatan atau tepatnya di daerah Pattani.

    Sejarah Thailand   Kerajaan Thailand didirikan pada pertengahan abad ke 14. Dikenal dengan nama Siam sampai dengan 1939, Thailand adalah satu-satunya Negara di Asia tenggara yang tidak pernah dikuasai oleh bangsa Eropa. Revolusi damai pada tahun 1932 berujung pada monarki konstitusional. Bekerja sama dengan Jepang pada perang dunia ke-dua, Thailand menjadi ally Amerika setelah konflik yang terjadi. Walaupun Thailand dari sudut pandang sejarah tidak pernah menjadi negara peminum teh, Thai tea merupakan hal umum di sepanjang sejarah Thailand. Kebanyakan mengenal minuman manis kental yang disebut Thai tea. Biasanya terdiri dari the hitam dengan bunga lawang (star anise), pewarna makanan, kadang dicampur dengan rempah-rempah dan susu kental manis. Disuguhkan secara panas atau dengan es. Pohon teh adalah tanaman asli dari Thailand Utara, namun penduduk Thailand dan tetangga dekatnya Burma tidak memiliki tradisi meminum teh. Didalam sebuah resep kuno tertulis teh hijau yang direndam dengan air asin dimakan sebagai sayuran. Acar yang asin, dan agak pahit yang dihasilkandisebut “miang” dalam dialek local, adalah teh aneh bagi kebudayaan barat.  Cerita yang lebih baru mengenai bagaimana kultivasi tanaman teh lebih menarik, termasuk didalamnya sedikit sejarah yang berhubungan dengan revolusi China tahun 1949 dan periode perang

Islampun masuk ke daerah kerajaan Pattani melalui pedagang-pedagang muslim dari Arab dan India karena daerah Pattani merupakan daerah yang maju dan strategis untuk disinggahi. yang mana mereka disebut sebagai khek Islam atau orang muslim. sebelum kerajaan Siam (Thailand) dibentuk. Karena pada awalnya, Pattani merupakan daerah yang terpisah dari Siam (saat ini Thailand), Pada mulanya, Pattani sendiri merupakan kerajaan yang terletak di sebelah selatan Thailand dengan mayoritas penduduk melayu yang dipimpin oleh penguasa muslim yang bernama Sulaiman. dan Siam pada waktu itu berusaha untuk menguasai Pattani dengan mengirimkan pasukannya berkali kali akan tetapi selalu gagal. Hingga pada pemerintahan Sultan Muzhaffar, Pattani menuju zaman keemasannya sehinnga menarik ketamakan Siam untuk kembali meguasaii Pattani dan akhirnya dapat menguasainya setelah perang bertahun tahun. Pencaplokan yang dilakukan oleh kerajaan Thailand telah melahirkan masalah utama mengenai minoritas muslim di Thailand.orang-orang mslim patani yang di bawa ke Bangkok oleh tentara Thailand sebagai tawanan perang pada awal perang pertama dan kedua.dan orang-orang inilah kemudian menjadi bagian utama masyarakat islam di Thailand tengah dan sebahagian dari merekat tetap memelihara budaya dan bahasa mereka.

Kelopok umat islam lainnya berasal dari sebelah utara,yang dikenal sebagai orang cina Ho.meskipun jumlahnya tidak banyak,mereka memiliki kontribusi yang sangat besar dalam perdagangan khususnya di provinsi chiangmai.selain cina Ho,di utara juga terdapat kelompok islam lain yang berasal dari ras India,atau pathan,yang juga bergerak dalam bidang perdagangan. Dengan demikian,secara histories kelompok masyarat muslim telah ada sejak berdirinya kerajaan Thailand dan memiliki peran penting dalam masyarakat,pada perkembangan selanjutnya muangthai dikenal secara luas.dengan periode prtumbuhan ekonomi yang sangat tinggi,muangthai juga mengalami perkembangan yang sangat cepat di bidang ekonomi sosial-budaya. Dari sinilah permulaan pemberontakan kaum muslim Pattani untuk melepaskan diri dari Thailand yang telah menguasainya. Pasalnya, Siam bersikap keras dan menekan kaum minoritas muslim dengan menyuruh mengganti nama nama mereka dengan nama Thailand serta mengambi adat istiadatnya. Pattani dalam keadaan sangat tertekan. Khususnya pada pemerintahan Pibul Songgram (1939-44), orang Melayu telah menjadi mangsa dasar asimilasi kebudayaan. Bahkan sampai saat inipun masyarakat muslim minoritas Pattani Thailand menghadapi diskriminasi komplek dan teror yang berlarut-larut. Sehingga kehidupan sosial maupun politik menjadi sangat terbatas


Faktor Intern Revolusi Thailand


1. Faktor Ekonomi


Keadaan ekonomi yang kacau menyebabkan timbulnya rasa kecewa dihati rakyat. Pada masa pemerintahan raja vajiravudh terjadi pemborosan dan penyelewengan kas negara dan membebankan ekonomi siam.keadaan ini berlanjut pada pemerintahan raja sesudahnya yaitu raja prajadhipok. Pada tahun 1931 siam mengalami kekurangan kas sebanyak 11 juta bath.

Raja prajadhipok mengambil beberapa langkah tegas untuk mengatasi masalah ini. Beberapa diantaranya adalah dengan mengurangi pegawai yang awalnya 3000 menjadi 300 orang, mengurangi gaji pegawai dan militer, dan menaikkan bea cukai perdagangan luar negri, dan menaikan pajak. Raja prajadhipok juga mendirikan kembali dewan penasehat yang terdiri dari lima pangeran penting sebagai badan penasehat dan ia mendirikan kabinet menteri-menteri. Pada tahun 1927 ia juga membentuk komite yang beranggotakan 40 orang yang bertugas melaporkan kepadanya setiap masalah-masalah yang terjadi.

Kabijakan ini membawa hasil. Tapi di satu sisi tindakan raja prajadhipok dan kebijakan pemotongan gaji dan pengurangan pegawai besar-besaran membuat kecewa rakyat dan perwira muda. Dan dibidang perdagangan sebagian besar masih dipegang oleh orang asing terutama cina yang menyebabkan perekonomian masih memprihatinkan dan banyaknya pengangguran.

2. Faktor Sosial


Sampai tahun 1931 keadaan rakyat jelata tidak berubah. Para petani masih terbelakang meskipun modernisasi sudah lama masuk ke thailand. Tapi mereka belum mampu menciptakan industri-industri besar yang dapat menampung pengangguran.


3. Faktor Politik


Kemerosotan sistem monarki absolute menjadi penyebab utama meletusnya revolusi 1932. Kegagalan pemerintahan monarki absolute menimbulkan kebencian dan menghilangkan kepercayaan rakyat terhadap raja. Kemerosotan sistem monarki absolut di thailand bermula dari masa pemerintahan raja vajiravudh yang menyerahkan kegiatan pemerintahan kepada pegawai-pegawainya.

Raja vajiravudh tidak mengawasi kegiatan para pegawainya, sehingga menyebabkan penyelewenya dimana-mana. Selain itu ia mengangkat orang yang disukainya untuk duduk di posisi-posisi penting sehingga menimbulkan kecemburuan, dalam pengambilan keputusan raja vajiravudh tidak meminta masehat kepada anggota keluarganya yang penting sebagaimana yang telah dilakukan raja sebelumnya. Raja vajiravudh juga membentuk tentara pribadi yang dikenal dengan nama "pasukan harimau liar" yang diberikan keistimewaan dibandingkan militer.

Pembentukan pasukan harimau liar (wild tiger scout crops) sebagai pengawal pribadi baginda yang diberi berbagai keistimewaan jika dibandingkan dengan pasukan tentara thailand telah menimbulkan perasaan tidak puas hati golongan tentara yang merasa pembentukan pasukan harimau liar mempengaruhi kewibawaan mereka. Tindakan ini ditentang oleh para militer. Akibatnya terjadi percobaan pembunuhan terhadap raja sebanyak dua kali yaitu pada tahun 1912 dan 1917. Raja vajiravudh juga berusaha membangkitkan kembali absolutisme yang sudah dikurangi pada masa kepemimpina raja sebelumnya. Pada tahun 1931 raja mengeluarkan undang-undang untuk mewajibkan anak untuk sekolah rendah dengan Cuma-cuma, akan tetapi hanya sebagian kecil masyarakat yang bisa menikmatinya.
Load disqus comments

0 komentar