Sejarah Berdirinya Perusahaan Audy - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Thursday, August 3, 2017

Sejarah Berdirinya Perusahaan Audy

  Sejarah Berdirinya Perusahaan Audy     Perusahaan ini pada awalnya berdiri tahun 1909 oleh August Horch. Mobil pertama ciptaan Audi, Audi Tipe A 10 bertenaga 22 hp Sport-Phaeton, diproduksi tahun 1910 di Zwickau. Setelah berbagai rentetan kejadian, August Horch meninggalkan perusahaan ini tahun 1920 karena diangkat menjadi Menteri Transportasi. Bulan Agustus 1928, Jorgen Rasmussen, pemilik perusahaan DKW mengakuisisi sebagian besar saham Audi. Rasmussen juga membeli perusahaan mobil Amerika Rickenbaker, termasuk peralatan pengembangan untuk mesin 8 silinder. Mesin ini digunakan di Audi Zwickau dan Audi Dresden yang diluncurkan setahun kemudian. Pada saat itu mobil-mobil Audi merupakan mobil mewah dengan pengerjaan yang khusus. Tahun 1932, Audi bersama dengan Horch, DKW, dan Wanderer bergabung membentuk Auto Union. Sebelum adanya Perang Dunia II, Auto Union-lah yang membuat logo Audi berupa cincin 4 buah yang saling menyambung satu sama lain itu, yang masih digunakan sampai sekarang. Pada zaman itu, lambang itu digunakan untuk menandakan bersatunya 4 merek tersebut. Setelah Perang Dunia II berakhir, Auto Union ini pernah dibeli oleh Mercedes-Benz tahun 1958. Tapi Mercedes-Benz tidak memfokuskan pada merek ini sehingga tidak bisa menghasilkan untung. Maka tahun 1964, saham Auto Union diambil 50% oleh Volkswagen. 1969, nama perusahaan

Perusahaan ini pada awalnya berdiri tahun 1909 oleh August Horch. Mobil pertama ciptaan Audi, Audi Tipe A 10 bertenaga 22 hp Sport-Phaeton, diproduksi tahun 1910 di Zwickau. Setelah berbagai rentetan kejadian, August Horch meninggalkan perusahaan ini tahun 1920 karena diangkat menjadi Menteri Transportasi. Bulan Agustus 1928, Jorgen Rasmussen, pemilik perusahaan DKW mengakuisisi sebagian besar saham Audi. Rasmussen juga membeli perusahaan mobil Amerika Rickenbaker, termasuk peralatan pengembangan untuk mesin 8 silinder. Mesin ini digunakan di Audi Zwickau dan Audi Dresden yang diluncurkan setahun kemudian. Pada saat itu mobil-mobil Audi merupakan mobil mewah dengan pengerjaan yang khusus. Tahun 1932, Audi bersama dengan Horch, DKW, dan Wanderer bergabung membentuk Auto Union. Sebelum adanya Perang Dunia II, Auto Union-lah yang membuat logo Audi berupa cincin 4 buah yang saling menyambung satu sama lain itu, yang masih digunakan sampai sekarang. Pada zaman itu, lambang itu digunakan untuk menandakan bersatunya 4 merek tersebut. Setelah Perang Dunia II berakhir, Auto Union ini pernah dibeli oleh Mercedes-Benz tahun 1958. Tapi Mercedes-Benz tidak memfokuskan pada merek ini sehingga tidak bisa menghasilkan untung. Maka tahun 1964, saham Auto Union diambil 50% oleh Volkswagen. 1969, nama perusahaan berganti menjadi Audi NSU Auto Union AG, setelah Auto Union bergabung dengan NSU. Tercatat pernah meluncurkan beberapa tipe mobil seperti Audi 100, Audi 80 dan Audi 50. Nama perusahaan ini berganti lagi tahun 1985 menjadi hanya Audi AG saja karena merek NSU dan Auto Union sudah tidak dipakai lagi Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap


Audi Type E


Tanggal 14 November 1899, August Horch (1868–1951) mendirikan sebuah perusahaan bernama A. Horch & Cie. di distrik Ehrenfeld, Cologne, tapi karena adanya pertengkaran di antara dirinya dan dewan pengawas perusahaan, Horch harus mengundurkan diri. Beberapa tahun kemudian, Horch mendirikan perusahaan kedua bernama Horch Automobil-Werke GmbH tahun 1909. Mobil pertama ciptaan Audi, Audi Tipe A 10 bertenaga 22 hp Sport-Phaeton, diproduksi tahun 1910 di Zwickau. Tahun 1909 pula, Horch dipaksa keluar dari perusahaan yang ia dirikan sendiri. Lalu ia mendirikan perusahaan baru lagi di Zwickau tapi tetap memakai nama Horch. Partner lamanya menggugat dia karena pelanggaran merk dagang. Mahkamah Agung Jerman (Reichsgericht) akhirnya memutuskan kalau merk Horch dipunyai oleh perusahaanya yang dulu August Horch akhirnya dilarang untuk memakai nama keluarga untuk bisnis perusahaan barunya. Ia pun mengadakan pertemuan dengan teman bisnisnya, Paul dan Franz Fikentscher. Di apartemen Franz Fikentscher, mereka mendiskusikan nama apa yang cocok untuk perusahaan baru mereka itu. Ceritanya, selagi pertemuan itu pula, anak laki-laki Franz sedang belajar bahasa Latin di pojok ruangan itu. Beberapa kali ia terlihat ingin mengatakan seseatu tapi ia terus saja belajar sampai akhirnya berkata: "Ayah– audiatur et altera pars. bukankah lebih baik disebut audi saja daripada horch?"("Horch!" dalam bahasa Jerman artinya mendengarkan, dan dalam bahasa Latin adalah "Audi".) Segera, ide ini diterima dengan antusias seluruh orang yang ada disitu. Mobil pertama Audi, Audi Tipe B, 10/28PS diluncurkan tahun 1910. August Horch meninggalkan perusahaan ini tahun 1920 karena diangkat menjadi Menteri Transportasi, tapi masih aktif di perusahaan sebagai dewan pengawas. Tahun 1921, Audi menjadi perusahaan otomotif Jerman pertama yang meluncurkan mobilnya dalam versi setir kiri.


Era Auto Union


Bulan Agustus 1928, Jørgen Rasmussen, pemilik perusahaan Dampf-Kraft-Wagen (DKW) mengakuisisi sebagian besar saham Audierke AG. Rasmussen juga membeli perusahaan mobil Amerika Rickenbaker, termasuk peralatan pengembangan untuk mesin 8 silinder. Mesin ini digunakan di Audi Zwickau dan Audi Dresden yang diluncurkan 1929. Pada saat yang sama, model dengan mesin 4 silinder dan 6 silinder (yang lisensinya dari Peugeot) juga dibangun. Pada saat itu mobil-mobil Audi merupakan mobil mewah dengan pengerjaan yang khusus. Tahun 1932, Audi bersama dengan Horch, DKW, dan Wanderer bergabung membentuk Auto Union. Pada periode ini mereka menciptakan Audi Front, mobil Eropa pertama yang menggabungkan mesin 6 silinder dengan penggerak roda depan. Mobil ini menggunakan powertain yang sama dengan Wanderer, tapi diputar 180 derajat, sehingga drive shaftnya terlihat di depan.

Sebelum adanya Perang Dunia II, Auto Union membuat logo Audi berupa cincin 4 buah yang saling menyambung satu sama lain itu, yang masih digunakan sampai sekarang. Pada zaman itu, lambang itu digunakan untuk menandakan bersatunya 4 merek tersebut. Meski begitu, lambang 4 cincin tersebut hanya dipakai di divisi balap saja, sedangkan keempat merek ini menggunakan mereknya masing-masing. Pada perkembangannya, karena tekanan ekonomi akibat Depresi Besar pada masa itu, perusahaan Auto Union berkonsentrasi pada mobil-mobil kecil pada tahun 1930-an, sehingga pada tahun 1938, merk DKW menguasai 17.9% pasar mobil Jerman sedangkan Audi hanya merebut 0.1% pasar saja.


Pasca Perang Dunia II


Seperti perusahaan Jerman kebanyakan, pabrik milik Auto Union juga digunakan untuk keperluan militer Jerman sehingga dijadikan target oleh aliansi sekutu, dan akhirnya pabrik pun hancur. Diserbu oleh Militer Soviet tahun 1945, pabriknya dibongkar sebagai bagian dari reparasi perang. Selanjutnya, seluruh aset perusahaan diambil alih tanpa kompensasi apapun.Tanggal 17 August 1948, Auto Union AG di Chemnitz dihapus dari registrasi komersial. Akibat dari aksi ini adalah dilikuidasinya Auto Union AG Jerman. Ini berarti, pabrik Audi di Zwickau menjadi VEB Automobilwerk Zwickau (AWZ) (Indonesia: Perusahaan Mobil Zwickau). Pabrik Audi yang lama di Zwickau kembali untuk memproduksi mobil tahun 1949. Produk DKW ini dinamai IFA F8 dan IFA F9.

  Sejarah Berdirinya Perusahaan Audy     Perusahaan ini pada awalnya berdiri tahun 1909 oleh August Horch. Mobil pertama ciptaan Audi, Audi Tipe A 10 bertenaga 22 hp Sport-Phaeton, diproduksi tahun 1910 di Zwickau. Setelah berbagai rentetan kejadian, August Horch meninggalkan perusahaan ini tahun 1920 karena diangkat menjadi Menteri Transportasi. Bulan Agustus 1928, Jorgen Rasmussen, pemilik perusahaan DKW mengakuisisi sebagian besar saham Audi. Rasmussen juga membeli perusahaan mobil Amerika Rickenbaker, termasuk peralatan pengembangan untuk mesin 8 silinder. Mesin ini digunakan di Audi Zwickau dan Audi Dresden yang diluncurkan setahun kemudian. Pada saat itu mobil-mobil Audi merupakan mobil mewah dengan pengerjaan yang khusus. Tahun 1932, Audi bersama dengan Horch, DKW, dan Wanderer bergabung membentuk Auto Union. Sebelum adanya Perang Dunia II, Auto Union-lah yang membuat logo Audi berupa cincin 4 buah yang saling menyambung satu sama lain itu, yang masih digunakan sampai sekarang. Pada zaman itu, lambang itu digunakan untuk menandakan bersatunya 4 merek tersebut. Setelah Perang Dunia II berakhir, Auto Union ini pernah dibeli oleh Mercedes-Benz tahun 1958. Tapi Mercedes-Benz tidak memfokuskan pada merek ini sehingga tidak bisa menghasilkan untung. Maka tahun 1964, saham Auto Union diambil 50% oleh Volkswagen. 1969, nama perusahaan


Auto Union Baru


Kanto Pusat Auto Union baru di Jerman Barat didirikan di Ingolstadt, Bavaria dengan pinjaman dari Pemerintah Bavaria dan Marshall Plan. Perusahaan baru ini diluncurkan 3 September 1949 dan melanjutkan tradisi DKW untuk memproduksi mobil berpenggerak mobil depan bermesin 2 tak. Kawasan Ingolstadt adalah kawasan yang besar, termasuk kompleks bangunan militer yang cocok dijadikan kawasan distribusi dan pergudangan. Tapi, pabrik untuk produksinya berada di berada di kawasan Düsseldorf milik perusahaan Rheinmetall-Borsig. Sepuluh tahun kemudian, perusahaan telah bisa mendatangkan investor sehingga konstruksi pabrik di Ingolstadt bisa dibangun. Setelah Perang Dunia II berakhir, saham Auto Union pernah dibeli sebanyak 87% oleh Daimler-Benz tahun 1958, dan bahkan sampai 100% tahun 1959. Tapi Daimler-Benz tidak memfokuskan diri pada mesin 2 tak sehingga merek ini tidak bisa menghasilkan untung, padahal saat itu pertumbuhan ekonomi sangat pesat. Tahun 1964, saham Auto Union diambil 50% oleh Volkswagen, beserta dengan pabrik barunya di Ingolstadt dan merek dagang Auto Union. 18 bulan kemudian, Volkswagen telah menguasai penuh pabrik Ingolstadt sehingga pada tahun 1966 mereka menggunakan sebagian fasilitas pabrik itu untuk memproduksi tambahan 60,000 unit Volkswagen Beetle per tahun. Mesin 2 tak semakin tidak populer pada tahun 1960-an karena konsumen lebih menyukai mesin 4 tak yang lebih halus. Pada akhirnya, Volkswagen pun tidak lagi menggunakan merk DKW karena asosiasinya dengan mobil bermesin 2 tak. Selanjutnya, model tersebut diberi merk "Audi" dengan nama F103. Pengembangan model setelahnya dinamai sesuai dengan keluaran tenaga mobil tersebut, misalnya Audi 60, 75, 80, dan Super 90.
Load disqus comments

0 komentar