Sejarah Karaiskakis Stadium - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Thursday, September 28, 2017

Sejarah Karaiskakis Stadium

  Sejarah Karaiskakis Stadium          Stadion Karaiskakis merupakan sebuah stadion yang terletak di Piraeus, Yunani. Stadion ini dipergunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola dan merupakan markas dari klub Olympiakos yang bermain di Liga Super Yunani. Stadion ini kini memiliki kapasitas untuk 33.334 orang. Stadion ini dinamai untuk menghormati Georgios Karaiskakis, pahlawan kemerdekaan Yunani, yang berjuang merebut daerah ini. Stadion ini digunakan pada Olimpiade Athena 1896 untuk cabang olahraga balap sepeda, di mana pembalap asal Perancis, Paul Masson, meraih 3 medali emas, dari 3 kategori berbeda.  Stadion ini direnovasi pada tahun 1960an dan selesai pada 2004 menjadi stadion berkapasitas 33.334 tempat duduk, dan siap untuk menyelenggarakan pertandingan sepak bola pada Olimpiade Athena 2004. Stadion ini menjadi tempat pertandingan final untuk sepak bola wanita. Renovasi terakhir hanya membutuhkan waktu 14 bulan (1 tahun, 2 bulan), penyelesaian yang mepet jelang Olimpiade Athena 2004. Pada renovasi ini, stadion ini secara total dihancurkan, dan dibangun kembali dari awal, membentuk arah stadion yang berbeda.  Setelah persetujuan terakhir pada 1998, Olympiakos kembali menggunakan stadion ini sebagai markasnya, dalam peminjaman sejak 2003 hingga 2052, dan secara tradisionil dilabeli sebagai markas klub sesungguhnya. Pada 2002, presiden Olympiakos Socratis Kokkalis, ketika mengumumkan

Stadion Karaiskakis merupakan sebuah stadion yang terletak di Piraeus, Yunani. Stadion ini dipergunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola dan merupakan markas dari klub Olympiakos yang bermain di Liga Super Yunani. Stadion ini kini memiliki kapasitas untuk 33.334 orang. Stadion ini dinamai untuk menghormati Georgios Karaiskakis, pahlawan kemerdekaan Yunani, yang berjuang merebut daerah ini. Stadion ini digunakan pada Olimpiade Athena 1896 untuk cabang olahraga balap sepeda, di mana pembalap asal Perancis, Paul Masson, meraih 3 medali emas, dari 3 kategori berbeda.

Stadion ini direnovasi pada tahun 1960an dan selesai pada 2004 menjadi stadion berkapasitas 33.334 tempat duduk, dan siap untuk menyelenggarakan pertandingan sepak bola pada Olimpiade Athena 2004. Stadion ini menjadi tempat pertandingan final untuk sepak bola wanita. Renovasi terakhir hanya membutuhkan waktu 14 bulan (1 tahun, 2 bulan), penyelesaian yang mepet jelang Olimpiade Athena 2004. Pada renovasi ini, stadion ini secara total dihancurkan, dan dibangun kembali dari awal, membentuk arah stadion yang berbeda.

Setelah persetujuan terakhir pada 1998, Olympiakos kembali menggunakan stadion ini sebagai markasnya, dalam peminjaman sejak 2003 hingga 2052, dan secara tradisionil dilabeli sebagai markas klub sesungguhnya. Pada 2002, presiden Olympiakos Socratis Kokkalis, ketika mengumumkan proyek pembangunan ulang stadion ini mengatakan, "Ini adalah keinginan kami bahwa (stadion baru nanti) juga akan digunakan oleh Ethinikos F.C., karena stadion ini adalah markas bersejarah, baik untuk Olympiakos maupun Ethinikos F.C.. Pada kontrak yang ditandatangani Komite Olimpiade Yunani, pemilik stadion ini dan Olympiakos, sebuah kalimat ditambahkan, yang menyatakan bahwa : Ethnikos ingin untuk kembali untuk kembali ke stadionnya, mereka boleh melakukannya tanpa membagi biaya pemeliharaan yang signifikan apapun, yang ditanggung kemudian oleh Olympiakos. Hingga musim 2009–2010, Ethnikos memutuskan untuk tidak memenuhi pernyataan itu.

Rata – rata penjualan tiket di stadion ini lebih tinggi dibanding tim apapun di beberapa dekade terakhir di sejarah Liga Super Yunani. Adalah jarang bahwa pengelola stadion mencetak lebih 25.000 tiket, dan diprediksi tidak akan dicetak dalam waktu dekat. Penjualan tiket untuk pertandingan tim nasional juga lebih tinggi, namun ini merupakan bagian dari kesuksesan Yunani menjuarai Piala Eropa 2004. Hingga 2008, dan setelah penampilan mengecewakan Yunani pada Piala Eropa 2008, kehadiran penonton pada pertandingan tim nasional menurun drastic, sehingga Menteri Olahraga Yunani memutuskan untuk menyelenggarakan pertandingan tim nasional di Heraklion, Pulau Kreta. Pada Juni 2005, stadion ini menjadi tempat teater film (Cine Karaiskakis) dengan sebuah layar sinema yang memiliki panjang sekitar 20 meter dan lebar 10 meter, yang dibuka secara rutin tiap harinya mulai pukul 9 sampai 11 malam waktu setempat, juga pada akhir pecan. Pihak pengelola stadion terakhir mengoperasikan sebagai teater film pada Sabtu, 13 Agustus 2005.

Load disqus comments

0 komentar