Biografi Setya Novanto - Biografi dan Sejarah

Our site moved here Sejarah dan Biografi

Tuesday, November 7, 2017

Biografi Setya Novanto

    Biografi Setya Novanto        Biodata   Nama Lengkap : Setya Novanto  Alias : Setya  Profesi : Politisi, Pengusaha  Partai politik Golkar  Pendidikan : Universitas Trisakti Jakarta, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Management (1983), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi (1979), SMA Negeri 9 Jakarta (1970-1973), SMP Negeri 73 Tebet Jakarta (1967-1970), SD Negeri 5 Bandung (1967), TK Dewi Sartika Bandung  Agama : Islam  Tempat Lahir : Bandung  Tanggal Lahir : Jumat, 12 November 1954  Zodiac : Scorpion  Warga Negara : Indonesia  Istri : Luciana Lily, Desti Astriani Tagor, SH  Anak : Rheza Herwindo (Luciana Lily), Dwina Michaella (Luciana Lily), Gavriel Putranto (Desti Astriani Tagor, SH), Giovanno Farrel Novanto (Desti Astriani Tagor, SH)  Awal kehidupan dan pendidikan    Setya Novanto lahir pada 12 November 1955 di Bandung, Jawa Barat dari pasangan Sewondo Mangunratsongko dan Julia Maria Sulastri. Pada tahun 1967, ia meninggalkan Bandung dan bermukim di Jakarta dan melanjutkan sekolah dasarnya di SD Negeri 6 Jakarta. Orang tuanya bercerai saat ia masih duduk di Sekolah Dasar. Di Jakarta ia menempuh pendidikan di SMPN 73 Tebet, Jakarta Selatan. Ia kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SMA 9 (kini disebut SMAN 70) Pada masa SMA ia bertemu dengan Hayono Isman (mantan Menteri Pemuda dan Olahraga kabinet Presiden Soeharto) yang dikemudian hari menjadi titik tolak


Biodata


Nama Lengkap : Setya Novanto

Alias : Setya

Profesi : Politisi, Pengusaha

Partai politik Golkar

Pendidikan : Universitas Trisakti Jakarta, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Management (1983), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi (1979), SMA Negeri 9 Jakarta (1970-1973), SMP Negeri 73 Tebet Jakarta (1967-1970), SD Negeri 5 Bandung (1967), TK Dewi Sartika Bandung

Agama : Islam

Tempat Lahir : Bandung

Tanggal Lahir : Jumat, 12 November 1954

Zodiac : Scorpion

Warga Negara : Indonesia

Istri : Luciana Lily, Desti Astriani Tagor, SH

Anak : Rheza Herwindo (Luciana Lily), Dwina Michaella (Luciana Lily), Gavriel Putranto (Desti Astriani Tagor, SH), Giovanno Farrel Novanto (Desti Astriani Tagor, SH)


Awal kehidupan dan pendidikan 


Setya Novanto lahir pada 12 November 1955 di Bandung, Jawa Barat dari pasangan Sewondo Mangunratsongko dan Julia Maria Sulastri. Pada tahun 1967, ia meninggalkan Bandung dan bermukim di Jakarta dan melanjutkan sekolah dasarnya di SD Negeri 6 Jakarta. Orang tuanya bercerai saat ia masih duduk di Sekolah Dasar. Di Jakarta ia menempuh pendidikan di SMPN 73 Tebet, Jakarta Selatan. Ia kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SMA 9 (kini disebut SMAN 70) Pada masa SMA ia bertemu dengan Hayono Isman (mantan Menteri Pemuda dan Olahraga kabinet Presiden Soeharto) yang dikemudian hari menjadi titik tolak upaya politiknya.Selepas SMA ia melanjutkan kuliah di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya.


Pendidikan Tinggi dan Pekerjaan Awal Setya Novanto


Saat kuliah di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Setya dinyatakan memiliki banyak pekerjaan selama bermukim di kota tersebut. Ia mulai dari berjualan beras dan madu modal Rp82.500 dan memulai dengan kulakan tiga kuintal beras hingga bisa berjualan beras sampai dua truk yang langsung diambil dari pusatnya di Lamongan. Saat itu ia juga punya kios di pasar Keputran, Surabaya namun usaha tersebut tak bertahan lama dan predikat juragan beras ditanggalkannya karena mitra usahanya mulai tidak jujur. Ia mendirikan CV Mandar Teguh bersama putra Direktur Bank BRI Surabaya, Hartawan, dan pada saat yang sama ia ditawari bekerja menjual mobil salesman Suzuki untuk Indonesia Bagian Timur. Ia mengiyakannya dan memilih membubarkan CV yang didirikannya. Berkat kepiawaiannya menjual, pada usia 22 tahun dan Setya tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Widya Mandala Surabaya yang menjadi Kepala Penjualan Mobil untuk wilayah Indonesia Bagian Timur.Setya pun pernah menjadi model, dan terpilih jadi pria tampan  Surabaya (1975).

Dimasa masa ini Setya Novanto dikenal sebagai orang yang ulet dan banyak sahabat. Selepas kuliah di Widya Mandala, Setya bekerja untuk PT Aninda Cipta Perdana yang bergerak sebagai perusahaan penyalur pupuk PT Petrokimia Gresik untuk wilayah Surabaya dan Nusa Tenggara Timur. PT Aninda dimiliki oleh Hayono Isman, teman sekelas Setya di SMA Negeri 9 Jakarta. Pertemanan dengan Hayono Isman inilah yang menjadi awal mula persinggungan Setya dengan dunia politik. Kembali ke Jakarta pada tahun 1982, Setya meneruskan kuliah jurusan akuntansi di Universitas Trisakti. Selama kuliah ia tinggal di rumah teman dan atasannya, Hayono, di Menteng, Jakarta dan tetap bekerja di PT Aninda Cipta Perdana. Selain menjadi staf, ia juga mengurus kebun, menyapu, mengepel, hingga menyuci mobil dan menjadi sopir pribadi keluarga Hayono. Semasa kuliah Setya diingat oleh temannya sebagai seseorang yang rapi dan rajin, namun minim kegiatan sosial dan politik saat mahasiswa. Sebagai pengusaha, ia dikenal sebagai salah satu binaan konglomerat Sudwikatmono dan oleh Sudwikatmono, Setya diakui memiliki kemampuan lobi diatas rata rata walaupun kurang matang. Dalam wawancaranya dengan Majalah SWA ditahun 1999 Setya mengaku.

Bisnis dan Politik Setya Novanto


Setya memulai kiprahnya di bidang politik sebagai kader Kosgoro ditahun 1974. Ia menjalin kedekatan erat dengan Hayono Isman yang telah dikenalnya ketika sama-sama menjadi siswa SMA IX Jakarta. Setya Novanto pun menjadi Anggota Golkar, dan menjadi Anggota DPR Fraksi Golkar berturut-turut 6 periode tanpa putus sejak 1999 sampai saat ini.

Setya Novanto terpilih dalam pencalonan Ketua DPR RI Periode 2014 - 2019 dari Partai Golkar dalam sistem paket bersama Koalisi Merah Putih. Pada tanggal 2 Oktober 2014, ia terpilih sebagai Ketua DPR RI. Pada saat kasus pencatutatan nama Freeport, Setya Novanto mengundurkan diri tepat saat Mahkamah Kehormatan Dewan DPR akan memutuskan pelanggaran kode etik. Setya Novanto digantikan oleh Ade Komarudin (Ketua Fraksi Golkar DPR 2014-2019). Setya Novanto ditunjuk Aburizal Bakrie sebagai Ketua Fraksi Golkar pengganti Ade.

Saat terjadi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar 2016 yang terjadi karena kisruh internal Partai Golkar yang sudah terjadi selama 1,5 tahun, Setya Novanto mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Golkar. Ada 8 Calon total Caketum Golkar yang mengikuti Munaslub ini. Pada pemungutan suara tahap 1 yang dilakukan secara voting tertutup, Setya Novanto mengantungi suara sebesar 277 suara dan Ade Komarudin mendapat suara terbanyak kedua sebesar 173 suara.

Tepat saat akan memulai pemungutan suara tahap 2 yang hanya diikuti 2 caketum pemeroleh suara minimal 30%, Akom menyatakan tidak akan melanjutkan pemilihan dan mendukung Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar yang baru. Munaslub akhirnya mengesahkan Setya Novanto secara resmi sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar 2016-2019. Idrus Marham kembali ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar. Sementara posisi Bendahara Umum dijabat oleh Robert Kardinal. Nurdin Halid yang menjabat sebagai Ketua Steering Committee Munaslub ditunjuk sebagai Ketua Harian Partai Golkar. Penunjukan ketiganya dilakukan dalam rapat di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (17/5/2016). Setya Novanto pun akan mengundurkan diri dari Ketua Fraksi DPR.

"Golkar akan bekerja sama dengan pemerintah. Kami akan mendukung program pemerintah," kata Novanto usai terpilih dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, Rabu (17/5). Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar memutuskan partai berlambang pohon beringin itu keluar dari Koalisi Merah Putih sehingga membatalkan/menganulir hasil Munas 2014.

    Biografi Setya Novanto        Biodata   Nama Lengkap : Setya Novanto  Alias : Setya  Profesi : Politisi, Pengusaha  Partai politik Golkar  Pendidikan : Universitas Trisakti Jakarta, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Management (1983), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi (1979), SMA Negeri 9 Jakarta (1970-1973), SMP Negeri 73 Tebet Jakarta (1967-1970), SD Negeri 5 Bandung (1967), TK Dewi Sartika Bandung  Agama : Islam  Tempat Lahir : Bandung  Tanggal Lahir : Jumat, 12 November 1954  Zodiac : Scorpion  Warga Negara : Indonesia  Istri : Luciana Lily, Desti Astriani Tagor, SH  Anak : Rheza Herwindo (Luciana Lily), Dwina Michaella (Luciana Lily), Gavriel Putranto (Desti Astriani Tagor, SH), Giovanno Farrel Novanto (Desti Astriani Tagor, SH)  Awal kehidupan dan pendidikan    Setya Novanto lahir pada 12 November 1955 di Bandung, Jawa Barat dari pasangan Sewondo Mangunratsongko dan Julia Maria Sulastri. Pada tahun 1967, ia meninggalkan Bandung dan bermukim di Jakarta dan melanjutkan sekolah dasarnya di SD Negeri 6 Jakarta. Orang tuanya bercerai saat ia masih duduk di Sekolah Dasar. Di Jakarta ia menempuh pendidikan di SMPN 73 Tebet, Jakarta Selatan. Ia kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SMA 9 (kini disebut SMAN 70) Pada masa SMA ia bertemu dengan Hayono Isman (mantan Menteri Pemuda dan Olahraga kabinet Presiden Soeharto) yang dikemudian hari menjadi titik tolak

Karir Sebagai Pengusaha


Berkat kerja keras dan keuletannya, setelah lulus fakultas Ekonomi Trisakti, Setya dipercaya oleh orang tua salah seorang sahabatnya untuk mengurus dan mengembangkan SPBU miliknya di daerah Cikokol, Tangerang. Di bawah kepengurusannya, SPBU itu mengalami perkembangan pesat. Keberhasilan itu kemudian memotivasinya untuk membuka usaha sendiri. Dengan dukungan sejumlah rekannya, ia kemudian mendirikan sebuah perusahaan di bidang peternakan. Ia mendapat kontrak pengadaan bahan baku textil untuk Pabrik Textil Naintex di Kota Bandung.Kemudian mendapat order pengadaan bahan baku kertas untuk salah satu pabrik kertas di Padalarang. Di sinilah Novanto mulai berkenalan dengan mitra dagang dari mancanegara. Dengan kesempatan itu, gerbang menuju kesuksesan semakin terbuka lebar pada Novanto.

Setiap hari, ia pun semakin giat berusaha mengembangkan bisnisnya. Sebagai kontraktor yang saat itu masih berstatus mahasiswa, pada tahun 1980, ia juga mendapat kontrak untuk merenovasi kolam renang di Kompleks Senayan dan pembuatan monumen Koldron Senayan. Setelah merampungkan proyek di Senayan, naluri bisnis Novanto kian tajam terasah. Ia pun berkeinginan untuk mempunyai usaha di bidang lain. Industri pabrik kayu di Tangerang menjadi lahan bisnis yang dibidik Novanto selanjutnya.

Tak berapa lama, sempat berhembus kabar yang menyebutkan, salah seorang kenalannya yang dulu menjabat sebagai Direktur pabrik kertas di Kota Padalarang dipindah ke Aceh. Setya tak melewatkan kesempatan emas itu, ia terbang ke Aceh untuk melobi sang kolega. Tak sia-sia, Setya berhasil mendapat proyek untuk pekerjaan transportasi. Setelah itu, ia mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi dan perdagangan yang diberi nama PT Duta Kencana Bakti. Pada tahun 1986 perjalanannya sudah sampai ke Pulau Batam. Ia berhasil mendapatkan lahan tempat untuk mendirikan Nagoya Plaza dan sebuah biro perjalanan dengan nama Simex Tour.

Sukses dengan Hotel Nagoya Plaza Batam, tak membuatnya berhenti untuk terus mengeksplorasi kota Batam. Ia mempresentasikan idenya untuk membuat lapangan golf pertama di Batam dan mendapat respon positif dari pihak Otorita Batam. Setelah mendapat persetujuan, Setya Novanto diutus ke Jepang, untuk bernegosiasi dengan para pengusaha Jepang yang bergerak di bidang lapangan golf.

Di tahun 1989, pembangunan Padang Golf Nongsa Permai dimulai. Padang Golf itu kemudian diresmikan oleh Presiden RI saat itu, Soeharto dengan didampingi delapan orang Menteri. Pada awalnya, padang golf tersebut hanya memiliki 9 hole, tak lama kemudian bertambah menjadi 18 hole sekaligus berganti nama menjadi Padang Golf Talvas. Area padang golf tersebut diperluas menjadi 274 hektar dan berganti nama lagi menjadi Palm Springs Golf & Beach Resort dengan 27 hole, serta dilengkapi dengan fasilitas diving range yang luas dan natural, club house rumah mewah dan hotel. Bisnis tersebut menyerap ratusan tenaga kerja, dengan perincian sebanyak 228 orang pegawai dan 110 caddy. Serta mempunyai member dari mancanegara.

Referensi



http://biografi-hidup.blogspot.co.id/2017/10/biografi-setya-novanto.html

http://otobiografitokohdunia.blogspot.co.id/2014/10/profil-lengkap-setya-novanto-ketua-dpr.html
Load disqus comments

0 komentar